Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kota Sukoharjo Terbuat dari Kehangatan Temu di Sebalik Tenda Angkringan Solo

Dhiazwara Yusuf Dirga A oleh Dhiazwara Yusuf Dirga A
27 Juni 2022
A A
Angkringan Solo, Kota Sukoharjo, Surakarta. (Unsplash.com)

Angkringan Solo, Kota Sukoharjo, Surakarta. (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Hidangan Istimewa Kampung yang biasa kita kenal dengan akronim HIK atau Wedangan, bukan sekadar warung belaka. Bagi kami warga Kota Sukoharjo, Surakarta, dan Solo pada umumnya punya kesan mendalam terhadap ketika mengunjungi HIK atau yang juga populer disebut angkringan Solo.

Di sekitar Sukoharjo dan Surakarta pada umumnya, warung HIK atau angkringan Solo memang bertebaran. Bahkan, setiap radius satu kilometer di sepanjang jalan kota pasti dapat kita jumpai satu atau lebih HIK. Meski jumlahnya banyak, dengan berbagai lauk dan hidangan, ada satu rasa yang sama. Bagi saya, warga Kota Sukoharjo dan Surakarta, rasa yang terasa adalah kehangatan dari HIK atau angkringan Solo ini. 

Rasa hangat ini milik semua kalangan. Harga makanan dan minuman di HIK atau angkringan Solo memang murah. Satu aspek yang dulu membuatnya dianggap sebagai jujugan warga menengah ke bawah. Namun, nyatanya, tidak sedikit pejabat, orang kaya, para terpandang yang menikmati hangatnya hubungan manusia di dalam tenda-tenda sederhana.

Di Kota Sukoharjo dan Surakarta pada umumnya, mereka tidak gengsi untuk duduk bersama tukang becak, buruh pabrik, karyawan kantoran, sampai mahasiswa. Mereka bisa selonjoran, mengobrol dengan hangat, meskipun tidak saling kenal.

Mereka menjadi satu kesatuan. Disatukan oleh menu-menu sederhana yang terbungkus kertas koran dan daun pisang. Ada juga yang dialasi piring seng sederhana yang di beberapa bagian sudah terdapat tambalan. Beragam sundukan, sate-satean, gorengan, menjadi pelengkap yang selalu dicari di HIK atau angkringan Solo.

Untuk minuman, tentu yang paling diminati adalah the multiverse of teh tubruk. Satu nama menu, bisa menjadi banyak varian. Seperti orang-orang di Kota Sukoharjo yang beragam, tapi bisa menjadi satu kesatuan di dalam tenda HIK atau angkringan solo.

Satu teh, bisa menjadi variasi menu es teh kampul (es teh dengan potongan jeruk peras), es teh mondo (es teh dengan sedikit gula), nasgitel (teh yang disajikan dalam kondisi panas, manis, dan kental), dan lain sebagainya. Menu-menu ini tidak saling bersaing, tapi melengkapi.

Seperti layaknya manusia, HIK atau angkringan Solo di segala penjuru Kota Sukoharjo dan Surakarta punya ciri khas masing-masing. Ada yang sangat menonjol kenikmatan sajian tehnya, ada yang nasi kucingnya paling juara, ada yang gorengannya sulit ditandingi HIK lainnya, ada yang menyajikan olahan bacem dengan rasa paling pamungkas.

Baca Juga:

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

Oleh sebab itu, pelanggan bisa memilih sendiri HIK atau angkringan Solo sesuai selera sendiri. Jarang sekali saya menemukan satu HIK di Kota Sukoharjo dan sekitar Surakarta bisa menyapu bersih semua keunggulan di atas. Namun, satu hal yang pasti, rata-rata, HIK di Kota Sukoharjo, sekitar Surakarta, dan Solo punya es teh yang nikmat dibandingkan daerah lainnya.

Salah satu HIK atau angkringan Solo favorit saya di Kota Sukoharjo adalah HIK Dodok (penyebutan o seperti pada kata “odol”). HIK ini berlokasi tepat di samping Masjid Agung Sukoharjo. 

Mas Dodok biasa menjajakan dagangannya dari selepas isya hingga subuh. Menu favorit saya dan kawan-kawan ketika mampir di sini adalah nasi sambal terinya. Perpaduan nasi hangat dan sambal teri racikan Mas Dodok bisa dengan mudah menaikkan mood. Hanya dengan lima ribu rupiah saja kami sudah bisa mendapatkan sepiring nasi yang bikin kenyang.

Beranjak dari perbincangan perut, kita masuk kedalam peran HIK atau angkringan Solo yang lebih krusial. Di sekitar Kota Sukoharjo dan Surakarta, HIK lambat laun kini sudah menjadi gaya hidup seperti yang saya singgung di atas. 

Tidak memandang perbedaan, HIK sangat diminati oleh berbagai kalangan. Sedikit banyak menjadi bukti bahwa HIK sudah turut andil dalam memupuk integrasi sosial masyarakat di sekitar Kota Sukoharjo dan Surakarta.

Dimulai dari hubungan sosial antara penjual dan pembeli, yang semula orang asing hanya datang sendiri, memesan makan dan minum, setelah itu pergi. Pembeli yang merasakan kenyamanan terhadap suasana hangat maupun hidangan pasti akan kembali, bahkan mungkin mengajak temannya untuk bergabung.  Lambat laun di pertemuan selanjutnya mulai menyapa dan bertanya kabar, atau dalam hubungan yang lebih intens biasanya bertukar nomor WhatsApp. 

Sebagai contohnya adalah ayah saya sendiri yang kini sudah jadi member grup Whatsapp “HIK Mas Ardha”. HIK Mas Ardha berlokasi di sebelah selatan SD Banmati 03. Bila ingin lebih mudah berkunjung, HIK Mas Ardha kini sudah terdapat di Google Maps. 

Ayah saya merupakan pelanggan tetap di HIK Mas Ardha. Beliau bercerita bahwa dulu bisa dekat dengan pemilik HIK karena hanya sebatas saling menyeletuk guyonan satu sama lain dan akhirnya berkawan hingga sekarang. Menurut ayah saya, adalah suatu kebanggan ketika dapat menjadi member di HIK tersebut. 

Pasalnya, bapak-bapak hitz di dusun saya pasti sering berjumpa di HIK Mas Ardha ini. Entah ayah saya kepincut dengan teh jahe buatan Mas Ardha atau memang dasarnya insting bapak-bapak menemukan guyonan yang pas (walau terkadang kurang lucu, tapi saya sayang dengan beliau). Kembali lagi, terkadang interaksi sosial timbul hanya semudah menyapa dan bertanya kabar.

Layaknya oasis di tengah gurun pasir, ketika keberadaan kafe yang terus menjamur di daerah Kota Sukoharjo, HIK akan terus bertahan demi kehidupan rakyat kecil. Hal tersebut membuktikan bahwa HIK atau angkringan Solo sudah bermetamorfosa menjadi wadah untuk menjalin integrasi sosial. 

Terkadang, obrolan ngalor-ngidul di HIK antara saya dan kawan-kawan menjadikan kami lebih dekat. Di situ kami tidak memandang latar belakang kehidupan masing-masing. Mboh, kamu anaknya pejabat atau anaknya menteri apabila sudah masuk ke dalam lindungan HIK atau angkringan Solo, kami menganggap sesama adalah “sama”.

Setelah saya amati, yang istimewa dari Hidangan Istimewa Kampung adalah bukan perihal hidangannya, namun mengenai kehangatan yang muncul dari hubungan antara penjual dan para pembeli. Riuh suara orang memesan dibalas dengan jawaban khas dari pedagang HIK. 

Ketika pelanggan berjejalan tidak peduli suku, ras, dan agama, namun hanya mendambakan segelas es teh untuk melepas dahaga. Gelak tawa muda-mudi yang sedang bergurau. Di situ muncul suasana yang tak terlupakan dan tidak dapat digantikan. Jika Pak Joko Pinurbo punya “Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan, bagi saya, Kota Sukoharjo terbuat dari kenangan nasi sambal Mas Dodok dan teh jahe Mas Ardha.

Penulis: Dhiazwara Yusuf Dirga A

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kota Solo, Sebaik-baiknya Kota untuk Menetap.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2022 oleh

Tags: angkringanangkringan soloes teh solohikKota SukoharjosoloSurakatateh solo
Dhiazwara Yusuf Dirga A

Dhiazwara Yusuf Dirga A

Lulusan komunikasi dari Solo. Tengah hijrah ke Ibukota. Hari-harinya tuntas dalam keadaan mengglantung di transum, mengukur kali Sunter, dan menemui kegiatan warga Cempaka Putih yang ngantropolog mentok.

ArtikelTerkait

Biaya Hidup di Solo Memang Rendah, kok, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Biaya Hidup di Solo Memang Rendah, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

29 November 2023
Resep Teh Ginastel, Teh Racikan Wong Solo yang Ngangenin

Resep Teh Ginastel, Teh Racikan Wong Solo yang Ngangenin

13 Januari 2024
Ambisi PT KAI Perluas Lempuyangan Bikin Pelaju KRL Jogja Solo Menderita (Unsplash)

Terbitnya SP3 dari PT KAI buat Warga Lempuyangan dan Bayangan Mengerikan Biaya Transport Pelaju KRL Jogja Solo sampai Setengah UMP Jogja

18 Juni 2025
Berusaha Tetap Positif meski Terjebak Kemacetan di Simpang Joglo Solo yang Tak Masuk Akal

Berusaha Tetap Positif meski Terjebak Kemacetan di Simpang Joglo Solo yang Tak Masuk Akal

31 Oktober 2023
Jogja atau Solo: Mana yang Lebih Nyaman untuk Ditinggali?

Jogja atau Solo: Mana yang Lebih Nyaman untuk Ditinggali?

13 Juli 2022
5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Jokowi kalau Jadi Pensiunan di Solo Mojok.co kota solo umk solo

5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Jokowi kalau Jadi Pensiunan di Solo

18 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara Mojok.co

Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara

1 Maret 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Pekalongan Masuk Jawa Tengah, tapi Secara Budaya Lebih Dekat dengan Atlantis

28 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
Bukber Berkedok Reuni Itu Scam- Arena Bunuh Teman (Unsplash)

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

1 Maret 2026
4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.