Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kota Bogor Tak Cocok buat Orang Surabaya Liburan, Surabaya Jauh Lebih Rapi ketimbang Bogor!

Rina Widowati oleh Rina Widowati
4 Maret 2026
A A
5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dam Lebih Memilih ke Kota Bogor Mojok.co surabaya

5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dam Lebih Memilih ke Kota Bogor (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mendengar sebutan “Kota Hujan” yang disandang Kota Bogor membuat saya yang sehari-harinya berkawan dengan hawa panas Surabaya semangat mengunjunginya. Bagi saya, Bogor bisa menjadi pilihan bijak untuk liburan tipis setelah urusan di Jakarta beres. Pikir saya, daripada menghabiskan waktu di Jakarta, lebih baik menepi ke Kota Bogor mencari hawa dingin. 

Terakhir saya ke Bogor, saya ingat jalannya penuh dengan angkot. Tapi itu belasan tahun yang lalu, saya positif thinking kalau Kota Bogor sudah semakin tertata, sama halnya dengan Kota Surabaya. Tujuan wisata ke Bogor sederhana saja, sampai di Bogor malam langsung menyeruput kopi di sebuah coffee shop estetik, besok paginya makan durian di Ciapus sambil memandangi Gunung Salak, jalan-jalan sebentar ke Kebun Raya Bogor, lalu lanjut wisata kuliner sampai siang sebelum sorenya kembali ke Jakarta menuju Stasiun Gambir. 

Sayangnya, liburan tipis menepi ke Kota Bogor jauh dari ekspektasi. Kota Bogor yang adem ternyata tidak senyaman bayangan saya. 

Jalanan Kota Bogor menguji kesabaran

Kalau Malang menjadi tujuan berakhir pekan orang Surabaya, Bogor adalah sasaran orang Jakarta untuk berakhir pekan. Sebagai orang Surabaya yang sering ke Malang, saya sudah bersiap dengan kepadatan Kota Bogor, tapi ternyata macetnya Kota Malang saat weekend tak ada apa-apanya dibandingkan Bogor. 

Mau bagaimana lagi, kesempatan mengunjungi Bogor hanya di akhir pekan. Apalagi saat itu adalah minggu terakhir sebelum bulan puasa. Saya yakin bukan saya saja yang memanfaatkan long weekend sebaik-baiknya. 

Perjalanan hari Minggu pagi ke Ciapus cukup lancar, karena mungkin masih pagi. Hanya butuh waktu 45 menit menuju Ciapus yang letaknya di wilayah selatan Bogor, dekat kaki Gunung Salak. Durian yang lezat dan hawa dingin di Ciapus jadi tidak berkesan gara-gara perjalanan pulang menuju kota hampir 3 jam. Wisata kuliner di kota gagal, mau mampir ke Kebun Raya Bogor kesulitan cari parkir, dan akhirnya hanya mampir beli Asinan Bogor di Jalan Siliwangi. Saking ruwetnya Kota Bogor, saya sampai tidak bisa membedakan mana yang mobil parkir, mana yang mobil antre di kemacetan.

Saya sadar kalau Bogor bukan metropolitan yang punya jalan lebar, membandingkan lebar jalan di Bogor dan Surabaya itu tidak apple to apple. Surabaya juga tidak tertib-tertib amat, tapi setidaknya ada petugas yang mengatur atau ada pengalihan jalur saat penumpukan kendaraan sudah tidak masuk akal. 

Yang menjadi masalah, “sabar” bukan nama tengah orang Surabaya, rata-rata orang Surabaya sumbunya segera memendek setiap  bertemu kemacetan, dan saya adalah satunya. Di Surabaya, lampu lalu lintas masih berwarna kuning saja bunyi klakson sudah ramai, apalagi berkendara dengan kecepatan kura-kura di Kota Bogor. Alih-alih menikmati liburan, yang ada malah menambah stres.

Baca Juga:

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

Pusat tanaman hias tapi kotanya tidak pandai berhias

Letak Bogor yang berada di kaki Gunung Salak dan Gede Pangrango membuat suhu udara dan tanah vulkanisnya sangat pas untuk pertanian, ini juga jadi alasan mengapa Institut Pertanian terbesar di Indonesia berdiri di sana. Setahu saya, tanaman hias juga menjadi andalan Bogor. Saya tahu nggak asal tahu, karena sejak pandemi saya semakin menggilai tanaman hias dan saya sering belanja online tanaman hias dari Bogor.

Selain kualitasnya bagus, harga tanaman hias di Bogor juga relatif lebih murah dibandingkan di Batu, Malang. Sayangnya gara-gara terjebak macet, saya gagal belanja ke sentra tanaman hias di Regional Ring Road.

Saya membayangkan pohon dan tanaman hias berjajar rapi, dengan bunga warna-warni menghiasi setiap jalur hijau di Kota Bogor, dan ternyata ekspektasi saya salah. Saya tidak melihat ada jalur hijau yang tanamannya tertata rapi, apalagi estetik. Jalur hijau di bawah fly over terlihat amburadul. Tanamannya ada tapi tidak terawat, dan sampah plastik bertebaran di antara tanaman yang sekarat. Sayang sekali padahal jalur hijau di bawah fly over bisa dimanfaatkan menjadi kosmetik Kota Bogor.

BACA JUGA: Hidup di Bogor Itu Nggak Seindah yang Ada di Bayanganmu, Udah Panas, Macet, Chaos!

Ekspektasi sederhana sebenarnya, tapi…

Ekspektasi saya sebenarnya tidak muluk-muluk dan sangat masuk akal. Seperti saya bilang tadi, tanaman hias sangat mudah didapatkan di Bogor, apalagi suhu Bogor bersahabat dengan tanaman hias. Kota Bogor sungguh aneh, katanya pusat tanaman hias tapi kotanya tidak pandai berhias. 

Terbiasa melihat tanaman berwarna-warni yang terawat dan tumbuh rapi di jalur hijau Kota Surabaya membuat mata saya jadi pedih melihat jalur hijau di jalanan Kota Bogor. Sudah terjebak macet, tak ada pemandangan indah pula. Surabaya boleh kalah soal adem, tapi soal menata tanaman hias di jalanan, Bogor kalah jauh dengan Surabaya.

Saran saya buat orang Surabaya yang belum pernah ke Kota Bogor, hindari akhir pekan, mengeksplor Kota Bogor lebih nyaman di hari kerja. Yang lebih penting, latih dulu kesabaran kalian sebelum berangkat.

Penulis: Rina Widowati
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hal-hal yang Harus Diketahui Calon Perantau sebelum Pindah ke Surabaya agar Tidak Terjebak Ekspektasi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2026 oleh

Tags: bogorjalan siliwangikota bogorSurabayatempat wisata kota bogor
Rina Widowati

Rina Widowati

Ibu rumah tangga, mantan pengajar di sekolah swasta yang masih mengamati dunia pendidikan. Pedagang yang peduli soal isu sosial dan politik. Hobi naik gunung dan bercita-cita mendaki ke Cartenz.

ArtikelTerkait

Jalan Tunjungan, Ikon Kota Surabaya yang Semakin Tidak Ramah Wisatawan

Jalan Tunjungan Surabaya Memang Enak buat Nongkrong, tapi Sayang Kurang Toilet dan Musala!

29 September 2024
6 Rekomendasi Street Food Surabaya yang Laris Diserbu Pembeli Terminal Mojok

6 Rekomendasi Street Food Surabaya yang Laris Diserbu Pembeli

19 Agustus 2022
5 Bukti Nyata kalau Surabaya Adalah Sarangnya Crazy Rich Terminal Mojok.co

5 Bukti Nyata kalau Surabaya Adalah Sarangnya Crazy Rich

20 Mei 2022
Kabupaten Lamongan Bikin Warganya Cuma Bisa Gibah (Unsplash)

Susahnya Menjadi Anak Kabupaten Lamongan: Bikin Iri sama Anak Surabaya, Malang, dan Jogja

9 September 2023
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
4 Hal yang Wajar di Bogor tapi Tidak Lumrah di Jakarta

Nasib Pejalan Kaki di Bogor: Dianggap Penyebab Macet dan Selalu Dirampas Haknya

8 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026
Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

26 Maret 2026
Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

25 Maret 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja (Wikimedia Commons)

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga
  • Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa
  • Naik Pesawat Super Air Jet Tak Cuma Cepat Sampai, tapi Bonus Hiburan dan Hadiah “Giveaway” Tidak Terduga dari Awak Kabin selama Penerbangan
  • Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin
  • Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”
  • Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.