Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Halte Bentuk Buah dan Sayur Landmark Kota Batu yang Gagal, Malah Bikin Kumuh

Iqbal AR oleh Iqbal AR
3 Juli 2024
A A
Halte Bentuk Buah dan Sayur Landmark Kota Batu yang Gagal, Cuma Jadi Sarang Sampah Mojok.co

Halte Bentuk Buah dan Sayur Landmark Kota Batu yang Gagal, Cuma Jadi Sarang Sampah (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau pernah datang dan berkeliling ke Kota Batu, kalian pasti akan menyadari satu hal. Satu pemandangan yang seharusnya bisa indah, tapi ternyata malah sebaliknya: menyedihkan. Pemandangan itu adalah halte buah dan sayur yang tersebar sepanjang jalan utama di Kota Batu yakni mulai dari Jalan Ir. Soekarno di Beji, Jalan Agus Salim di Sisir, Jalan Brantas, hingga di Jalan Raya Junggo di Tulungrejo.

Seperti namanya, halte buah dan sayur ini adalah perhentian angkutan umum yang berbentuk buah-buahan dan sayur-sayuran. Keberadaan halte ini berada di tempat-tempat yang strategis. Selain berada di jalur yang dilewati oleh angkutan umum, halte buah dan sayur ini berada di dekat sekolah dan di tempat-tempat angkutan umum biasanya ngetem.

Mari tarik mundur sekitar sepuluh tahun yang lalu ketika halte buah dan sayur ini pertama dibangun. Pembangunan halte ini adalah salah satu program rebranding Kota Batu dari sekadar kota agropolitan menjadi kota agrowisata dengan slogan “Shining Batu”. Pemerintah Kota Batu saat itu ingin hasil pertanian dan perkebunan tidak sekadar menjadi barang komoditi saja, tetapi jadi salah satu daya tarik wisata. Itu mengapa halte buah dan sayur dibangun sebagai identitas visual sebagai Kota Agrowisata.

Anggaran pembangunan halte-halte tidak sedikit. Untuk membangun sekitar 10 halte dengan bentuk buah dan sayur yang berbeda—mulai dari apel, stroberi, wortel, melon, hingga semangka—pemerintah menyediakan setidaknya Rp950 juta. Itu berarti setiap halte, anggaran pembangunannya adalah Rp95 juta. Jelas bukan angka yang sedikit untuk halte yang paling hanya muat berisi 10-13 orang saja. 

Halte buah dan sayur mempercantik Kota Batu dan terlihat menjanjikan, tapi hanya di awal saja

Ketika pertama kali halte buah dan sayur ini jadi, harus diakui jalanan di Kota Batu jadi terkesan lebih cantik. Bayangkan saja, ketika kita menyusuri jalanan Kota Batu, kita akan melihat bangunan halte unik dan warna-warni ini. Mata rasanya tidak bosan untuk melihat sekeliling jalanan Kota Batu dengan adanya halte ini. Sebagai sebuah identitas visual, halte buah dan sayur ini rasanya sudah berhasil.

Tidak hanya itu. keberadaan halte buah dan sayur ini mendapat banyak pujian dari berbagai pihak. Adanya halte buah dan sayur ini seakan jadi daya tarik tersendiri yang dimiliki oleh Kota Batu. Tidak heran jika di tahun-tahun awal adanya halte ini, banyak yang menjadikan halte ini sebagai spot foto, baik warga lokal maupun para wisatawan. Di tahun-tahun awal—sekitar 2014—rasanya halte buah dan sayur ini adalah sebuah program yang jenius. Tak heran jika pemerintah saat itu cukup menggembar-gemborkan halte ini.

Perlahan terbengkalai dan jadi sarang sampah yang kumuh

Sayangnya, kejayaan halte buah dan sayur ini tidak bertahan lama. Tidak sampai 3 tahun sejak pertama kali dibangun, halte buah dan sayur di Kota Batu ini sudah mulai terbengkalai. Situasi ini diperparah dengan turunnya animo masyarakat akan angkutan umum. Masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi atau ojek online daripada angkutan umum.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, halte buah dan sayur ini semakin sepi. Halte buah dan sayur perlahan berganti fungsi. Tempat yang tadinya berfungsi tempat menunggu angkutan umum dan sebagai identitas visual Kota Batu, kini beralih fungsi menjadi sasaran vandalisme, tempat buang sampah, dan tempat tidur tunawisma. Halte buah dan sayur Kota Batu jadi makin kumuh.

Baca Juga:

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Semua halte buah dan sayur di Kota Batu benar-benar suram. Ironisnya lagi, pemerintah Kota Batu seperti tidak punya kemauan untuk memperbaiki situasi ini—bahkan sekadar melakukan peremajaan, pengecatan ulang, mereka seakan enggan. Lha wong dibersihkan saja jarang, kok.

Nasib halte buah dan sayur saat ini

Nasib halte buah dan sayur Kota Batu kini nggak jelas, sangat jarang penumpang naik atau turun transportasi umum.  Halte-halte itu juga tidak jadi simbol identitas visual sebagai kota agrowisata, terlalu jelek bentuknya. Jadi hiasan jalan yang bisa dipakai foto-foto juga nggak pantas. 

Saat ini halte buah dan sayur ini cuma jadi sampah visual saja di jalanan Kota Batu. Warnanya pudar, kondisinya kotor, banyak coretan nggak jelas, baunya kadang pesing, banyak sampah pula. Udah gitu beberapa di antaranya terletak di tengah-tengah trotoar jalan pula. Ganggu orang jalan kaki.

Bangunan halte buah dan sayur di Kota Batu ini udah jelas mangkrak dan sudah hilang fungsi. Saran saya, buat pemkot setempat, kalau tidak punya keinginan atau kemauan untuk memperbaiki kondisi ini, mending dihancurkan saja. Ganti dengan yang lain, atau biarkan tidak ada saja. Toh yang ada sekarang juga nggak guna, kan?

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 6 Jalan Bedebah di Malang yang Sebaiknya Dihindari Pengendara Pemula

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2024 oleh

Tags: Batuhalte buahhalte sayurKota Batu
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

11 April 2023
Andai Dulu Kota Batu Nggak Memisahkan Diri dari Malang, Ini yang Akan Terjadi

Andai Dulu Kota Batu Nggak Memisahkan Diri dari Malang, Ini yang Akan Terjadi

12 Maret 2025
Bukit Jengkoang di Kota Batu Memang Indah, tapi Nggak Spesial-spesial Amat

Bukit Jengkoang di Kota Batu Memang Indah, tapi Nggak Spesial-spesial Amat

22 Juli 2023
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co

Rindu Kota Batu Versi Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang

27 Juni 2025
Pare Nggak Akan (Bisa) Pisah dari Kediri kayak Batu yang Pisah dari Malang, Levelnya Beda, Bolo!

Pare Nggak Akan (Bisa) Pisah dari Kediri kayak Batu yang Pisah dari Malang, Levelnya Beda, Bolo!

19 Desember 2023
4 Tempat Wisata di Malang Raya yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi di Akhir Tahun karena Sudah Pasti Ramenya Nggak Masuk Akal

4 Tempat Wisata di Malang Raya yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi di Akhir Tahun karena Sudah Pasti Ramenya Nggak Masuk Akal

13 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.