Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kok Bisa Ada Pejabat Kepikiran Bikin Guyonan OTT Telepon Dulu, di Acara Penting Lagi

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
26 November 2024
A A
Kok Bisa Ada Pejabat Kepikiran Bikin Guyonan OTT Telepon Dulu, di Acara Penting Lagi

Kok Bisa Ada Pejabat Kepikiran Bikin Guyonan OTT Telepon Dulu, di Acara Penting Lagi

Share on FacebookShare on Twitter

Saya nggak pernah paham, kenapa selalu ada celetukan tidak masuk akal keluar dari pejabat negara kita. Yang terbaru adalah “OTT telepon dulu” yang sampai sekarang masih bikin saya nggak paham kenapa celetukan itu bisa keluar. Terpikir pun harusnya tidak.

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, mengeluarkan statement itu dalam fit and proper test calon pimpinan KPK. Dalam fit and proper test tersebut, Hasbi mengeluarkan statement bahwa jika ada pejabat yang korupsi, bisa ditelepon dulu sebagai pencegahan. Menurutnya, OTT KPK ini merupakan pemborosan karena prosesnya kelewat lama dan merugikan uang negara.

“Kita telepon, ‘hai bapak jangan melakukan korupsi, melakukan korupsi anda saya tangkap’. Kan selesai, tidak ada uang negara yang dirugikan,” tutur Hasbi, dikutip dari Tirto.

Ungkapan OTT telepon dulu itu, diklarifikasi Hasbi, adalah guyonan. Beliau sendiri setuju dengan OTT KPK, tapi pencegahan juga harus dilakukan. Sejauh ini, keliatan masuk akal.

Keliatan lho ya.

Saya sendiri tidak bisa menerima itu. Bahwa itu guyonan, oke, tapi syarat sebuah humor itu jadi humor ya reseptornya harus bisa menganggap itu humor. Singkatnya, selera humornya harus sama dulu. Lalu, apakah OTT telepon dulu ini bisa dianggap humor?

Sense of humor

Begini. Sense of humor itu adalah kemampuan seseorang menggunakan humor untuk menyelesaikan masalah, menciptakan humor, kemampuan untuk menerima, serta bereaksi terhadap humor tersebut (Hartanti, 2002: 110). Nah, sense of humor itu harus dimiliki orang-orang agar bisa menerima itu guyonan apa bukan.

Masalahnya, sense of humor itu dibentuk dari banyak hal. Background, pengetahuan yang dimiliki, lingkungan sosial, dan sebagainya, itu membentuk selera humor seseorang. Makanya perdebatan dark jokes itu bisa panjang karena ya manusia itu mengalami perjalanannya sendiri-sendiri. Singkatnya, beda orang, beda pengalaman, beda pula jenis humornya. Itu kenapa orang-orang bisa sama sekali membenci dad jokes, tapi ketawa hampir mati mendengar guyonan Tretan Muslim.

Baca Juga:

Gaji Guru 25 Juta per Bulan Itu (Baru) Masuk Akal, Kualitas Baru Bisa Ditingkatkan kalau Sudah Sejahtera!

RUU TNI Disahkan, dan Kita Harus Lebih Kuat, Makin Kuat, karena Kita Tak Punya Siapa-siapa untuk Dipercaya

Ini yang bikin saya nggak bisa menerima OTT telepon dulu itu adalah guyonan. Pertama, rakyat Indonesia pada umumnya tidak bisa menerima korupsi sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk dibahas. Concern rakyat pada pejabat bersih begitu tinggi, makanya ketika ada pejabat ketahuan korupsi, sumpah serapah mereka bisa mengerikan.

Kedua, momennya nggak pas. Acara fit and proper test itu bukan acara sembarangan. Bahwa guyonan bisa mencairkan suasana, itu betul, tapi tidak semua acara butuh dicairkan suasananya. Pemahaman seperti ini, harusnya dimiliki oleh semua pejabat karena ya mereka perwakilan rakyat. Otomatis, rakyat menuntut standar yang lebih tinggi.

OTT KPK, dari dulu adalah program yang diapresiasi oleh rakyat. Maka, rasanya kok agak tidak bijak tiba-tiba melempar guyonan sebelum OTT, telepon dulu. Secara pribadi, saya nggak ngerti lucunya di mana. Malah saya penasaran bagaimana bisa kepikiran jokes seperti itu.

Kok ya kepikiran bikin guyonan OTT KPK

Misalkan jika itu dianggap lucu oleh beberapa orang, okelah. Tidak semua orang punya sense of humor yang bagus, kita harus hormati itu. Beberapa orang memang terlahir noob di beberapa aspek. Tapi menurut saya, ya, manusia harusnya punya restraint lah. OTT KPK adalah metode yang selama ini menunjukkan hasil.

Sekalipun ada orang yang menganggap OTT KPK itu kampungan, well, ya biarin aja. If it’s stupid, but it works, it ain’t stupid.

Saya berharap betul para pejabat mulai lebih hati-hati dalam mengeluarkan statement. Orang bisa salah, betul, tapi tak ada salahnya untuk benar-benar hati-hati dalam berucap. Belajarlah dari orang-orang di Twitter yang remuk kariernya gara-gara blunder. Sewa tim PR kek, apa gimana. Tapi kalau nggak mau ya nggak apa-apa, saya malah ada bahan buat nulis lagi.

Tapi, kok ya kepikiran ngono lho gawe guyon tentang OTT KPK, tulung tenan.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Hal yang Saya Baru Ketahui Setelah Mengunjungi Malang Secara Langsung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2024 oleh

Tags: dprketua KPKott kpkpemberantasan korupsi
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Prestasi DPR Selain Mempersatukan Avatar Korea dan Avatar Anime terminal mojok.co

UU Minerba Disahkan Bikin Curiga Elit Global yang Bikin Virus Corona itu DPR

19 Mei 2020
IDI Bisa Saja Bubar kalau DPR Minta Bubar. Ingat Omnibus Law?a(Creativa Images via Shutterstock.com)

IDI Bisa Saja Bubar kalau DPR Minta Bubar. Ingat Omnibus Law?

8 April 2022
Wahai DPR, Ingat, Vox Populi, Vox Dei, Bukan Vox Rex/Regina, Vox Dei

Wahai DPR, Ingat, Vox Populi, Vox Dei, Bukan Vox Rex/Regina, Vox Dei

3 April 2023
DPR 'Pemburu Sunrise': Wakil Rakyat yang Nir-Empati dan Kita yang Pelupa terminal mojok.co

DPR ‘Pemburu Sunrise’: Wakil Rakyat yang Nir-Empati dan Kita yang Pelupa

29 Juni 2021
mixtape untuk anggota dpr agar sahkan ruu pks Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung RUU Omnibus Law

Mixtape untuk Anggota DPR Berencana Menarik RUU PKS dari Prolegnas

1 Juli 2020
rakyat marah

Pak Jokowi, Jangan Buat Rakyat Marah Lagi

24 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.