Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kita Terlalu Sibuk Ngomongin Anies, Sampai Lupa Pemberitaan Banjir Jakartasentris Banget

Erwin Setia oleh Erwin Setia
29 Februari 2020
A A
Saatnya Blak-blakan soal Penyebab Banjir Kalimantan Selatan. Sama-sama Tahu lah!
Share on FacebookShare on Twitter

Banjir datang lagi dan itu membuat saya gundah gulana. Akses jalan di sekitar rumah banyak yang terendam banjir. Saya jadi malas keluar rumah. Pernah sekali saya nekat menerobos banjir, yang saya dapat cuma pakaian yang jadi kotor karena kecipratan air akibat mobil yang ngebut di daerah genangan. Alhasil, opsi terbaik memang berdiam di rumah sambil rebahan membayangkan di masa depan manusia tinggal di Mars dan bebas banjir.

Di sela-sela aktivitas rebahan itu, saya iseng Googling dengan kata kunci “banjir di” melalui peramban hape. Dengan semangat meneliti yang ala kadarnya, saya menelusuri sekitar dua puluh link berita teratas yang muncul. Saya mendapati fakta yang aneh—walaupun nggak mengejutkan, sih: 15 dari dua puluh link itu memberitakan soal banjir di Jakarta!

Adapun banjir-banjir di daerah lain semisal Cikarang, Karawang, Subang, Pekalongan, Kutai Kartanegara, Barru, dan sejumlah daerah lain yang gubernurnya bukan Anies Baswedan nggak banyak mendapat porsi pemberitaan. Ini membuat saya heran: Kok Jakarta mulu sih yang diberitakan? Padahal kan banjir di Jakarta maupun bukan Jakarta sama aja. Sama-sama banjir air yang nggak bisa ngantre.

Memang sih berita banjir di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih banyak bisa kita temui. Tapi, pemberitaan banjir di daerah-daerah tersebut pun tak lepas dari kepentingan Ibukota. Bodetabek itu kan berbatasan langsung dengan Jakarta. Coba kalau nggak ada hubungannya sama sekali dengan Jakarta, pasti nggak terlalu diperhatiin, deh.

Ini membuat saya bertanya-tanya: Kenapa pemberitaan banjir Jakartasentris banget, sih?

Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), luas wilayah DKI Jakarta 662,3 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 10,37 juta jiwa. Berarti kepadatan penduduk di DKI Jakarta sekitar 15.663 jiwa per km2. Itu adalah data 2017. Penduduk Jakarta memang semakin bertambah, tapi ya luas wilayahnya tetap segitu-segitu aja.

Bandingkan dengan luas wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi. Kabupaten Karawang memiliki luas wilayah 1.753,27 km2. Sedangkan Kabupaten Bekasi (Kabupaten Bekasi beda lho ya dengan Kota Bekasi, kalau Kota Bekasi berbatasan langsung dengan Jakarta, jadi ya masih berbau Jakarta)—termasuk kawasan industri yang panasnya minta ampun itu dan kompleks Meikarta yang kontroversial—memiliki luas wilayah 1.484,37 km2.

Coba perhatikan, apa rasio pemberitaan soal banjir di dua daerah yang pernah jadi judul puisi Chairil Anwar itu sebanyak pemberitaan banjir di Jakarta? Nggak. Padahal luas Jakarta cuma sepertiga Karawang. Kita kelewat sibuk memberitakan banjir di Kelapa Gading, Manggarai, Kampung Melayu, dan berbagai daerah lain se-Jakarta. Kita juga kelewat sibuk ngomongin Anies Baswedan terus, sampai lupa bahwa banjir bukan hanya terjadi di Jakarta.

Baca Juga:

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Saya tersenyum simpul ketika melihat seliweran foto seorang ibu-ibu kebanjiran mengenakan kaos hitam bertuliskan “my governor is an idiot”. Saya tersenyum karena teringat bahwa “governor” di situ bisa kita artikan bukan hanya Anies Baswedan, tapi juga gubernur-gubernur lain yang tidak cepat-tanggap dalam mengatasi banjir di daerahnya.

Tanpa mengurangi kepedulian terhadap korban banjir di Jakarta (kita doakan semoga banjir cepat surut), sekali-kali kita harus memperhatikan banjir di daerah lain. Sebab banjir di manapun sama-sama nggak enak dan sama-sama berhak untuk kita pedulikan.

Saya ambil sampel banjir Bekasi dan Karawang. Lantaran dua daerah itulah yang dekat dengan lokasi rumah saya (di Tambun, Bekasi). Nggak usah jauh-jauh, saya coba jelenterehkan fakta di wilayah dekat saya tinggal, deh. Di beberapa daerah di Tambun Selatan dan Cibitung, banjir merendam sejumlah rumah. Bahkan, daerah yang biasanya tidak terkena banjir pun sekarang ikut kena.

Sementara di Karawang lebih memilukan. Tvberita.co.id melaporkan sembilan kecamatan di Karawang terdampak banjir. Oleh karena itu ribuan orang pun terpaksa harus dievakuasi ke tempat pengungsian.

Itu baru dua wilayah saja. Dan dua wilayah yang saya bahas pun Jawa-Barat-sentris banget. Masih banyak lagi daerah terdampak banjir yang tak sempat terliput dan kita pedulikan. Apa perhatian media mainstream kepada wilayah-wilayah itu seintens perhatian mereka kepada Jakarta? Apa gubernurnya mesti Anies Baswedan dulu nih biar dapat perhatian khalayak?

Selain menunjukkan bahwa pemberitaan media masih kelewat Jakartasentris, gejala ini juga memberitahukan kepada kita bahwa yang mesti kita omelin dan kritisi itu bukan hanya Anies Baswedan, tapi juga kepala-kepala daerah lain yang nggak becus mengurus daerahnya.

Memang sih banjir bukan murni hasil keteledoran seorang pemimpin, perilaku buruk anggota masyarakat (yaitu, kita, iya kita)—semisal buang sampah sembarangan atau pembangunan di daerah resapan air—juga berkontribusi terhadap terjadinya banjir. Namun tetap tanggung jawab utama terletak di pundak pemimpin. Sebelum menjabat janji sampai mulut berbusa-busa dan gajinya selangit, masak nggak mau dimintai pertanggungjawaban, sih?

Jadi, duhai netizen, cobalah arahkan cocotmu tidak melulu ke Anies Baswedan. Biar Anies jadi urusan warga Jakarta aja. Coba dong komentari Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Parawansa, dan pemimpin-pemimpin lainnya.

Begitu juga dengan media massa. Sebagai media publik, semestinya fokus pemberitaan tak cuma soal Ibukota, tapi beritakan juga daerah-daerah lain secara proporsional. Saya tahu ibu kota pusat kekuasaan dan segala macam, tapi daerah-daerah lain kan juga bagian dari NKRI price die, tho?

Katanya “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, tapi pemberitaan kok Jakartasentris melulu. Hadeuh, pada nggak cinta sama Pancasila, nih?

BACA JUGA Satu Cerita dari Evakuasi Banjir Tangerang atau tulisan Erwin Setia lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2020 oleh

Tags: anies baswedanbanjirJakarta
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026
4 Hal yang Patut Disyukuri Ketika Tinggal di Jakarta terminal mojok.co

4 Hal yang Patut Disyukuri Ketika Tinggal di Jakarta

14 Januari 2022
Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

18 Januari 2026
Buaran Plaza, Mal Mungil di Jakarta Timur yang Jadi Andalan Warga Mojok.co

Buaran Plaza, Mal Mungil di Jakarta Timur yang Jadi Andalan Warga

10 November 2025
Culture Shock Saya Sebagai Orang Kota Jakarta yang Pindah ke Kampung: Apa-apa Murah, tapi Jadi Orang Nggak Enakan

Culture Shock Saya Sebagai Orang Kota Jakarta yang Pindah ke Kampung: Apa-apa Murah, tapi Jadi Orang Nggak Enakan

11 Juli 2024
Biaya Hidup di Jakarta Itu Nggak Mahal, yang Bikin Mahal Itu Mindset-mu!

Biaya Hidup di Jakarta Itu Nggak Mahal, yang Bikin Mahal Itu Mindset-mu!

9 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Vario 125, Motor Honda yang Bikin Sesal, tapi Nggak Tergantikan (Wikimedia Commons)

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

1 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.