Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kita Nggak Butuh Pemimpin Melek Korea, Kita Butuh Pemimpin yang Beneran Peduli dengan Rakyat

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
23 November 2022
A A
Kita Nggak Butuh Pemimpin Melek Korea, Kita Butuh Pemimpin yang Beneran Peduli dengan Rakyat

Kita Nggak Butuh Pemimpin Melek Korea, Kita Butuh Pemimpin yang Beneran Peduli dengan Rakyat (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dua dekade belakangan, kita melihat betapa superiornya Korea Selatan, terutama perkara industri hiburan. Dunia Barat menggilai Blackpink dan BTS, belahan dunia lain menatapnya dalam-dalam, dan Indonesia merangkulnya dengan sepenuh hati.

Dan untuk Indonesia ini, ada perkara unik. Apa yang digilai rakyat, akan diikuti oleh pejabat dan politisi. Bukan untuk dipahami, tapi (seperti yang sudah-sudah) untuk menggaet perhatian mereka. Dan mereka menunjukkannya dengan tidak sungkan sama sekali.

Setidaknya ada Pak Ganjar dan Pak Erick Thohir yang menunjukkan mereka “peduli” dengan Korea-korea ini. Pak Erick pernah ikutan tren BTS Meal yang dirilis McD. Beberapa kali beliau juga menunjukkan minatnya pada BTS. Jelas saja aksi tak biasa dari pejabat negara ini menarik atensi fandom Korea.

Pak Ganjar juga tak mau kalah untuk mengikuti tren K-Pop yang disukai anak muda. Politisi yang satu ini memang yang paling rajin mengikuti perkembangan zaman. Bisa dibilang strategi politiknya yang paling gaul. Beberapa kali beliau kedapatan menyinggung soal dunia K-Pop di akun sosial pribadinya. Unggahannya tentu saja ramai dikomentari anak muda dan para fans K-Pop.

Ketertarikan politisi terhadap budaya populer terbaru yang berkembang di masyarakat termasuk K-Pop sangat berpeluang untuk menaikkan elektabilitas mereka. Pemilih muda akan merasa calon pemimpinnya asik, gaul, nggak konservatif. Pokoknya bisa relate gitu sama pemikiran dan selera anak muda.

Buktinya Pak Ganjar yang aktif bersosial media dan rajin mengikuti tren kekinian bisa menduduki posisi 3 besar survei elektabilitas capres 2024 yang dirilis oleh berbegai lembaga survei. Begitupun dengan Pak Ridwan Kamil dan Pak Erick Thohir yang menduduki posisi 10 besar survei elektabilitas capres. Keduanya juga sama-sama aktif bersosial media dan terlihat kekinian.

Yang terbaru, ada Bu Puan dan Bu Mega yang berkunjung ke Itaewon. Saya ragu, kunjungan ke Korea ini perkara meningkatkan elektabilitas, karena bisa jadi niatnya memang pure untuk berbela sungkawa. Tapi, melihat mereka diem-diem bae perkara Kanjuruhan, kalau kalian curiga, saya kira tak begitu mengejutkan.

Sebenarnya sah-sah saja jika para politisi menyukai budaya terkini termasuk K-Pop seperti penggemar pada umumnya. Nggak ada yang salah dengan itu. Yang basi adalah jika mereka menggunakan K-Pop sebagai gimik politik belaka. Memanfaatkan simpati dan fanatisme fandom hanya demi mendulang suara sebanyak-banyaknya. Tau sendiri kan para fandom biasanya gampang kagum kalau ada tokoh besar yang suka atau bahkan sekedar mention idolanya. Seketika mereka akan merasa sejalan dan satu selera dengan si tokoh tadi.

Baca Juga:

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

3 Drama Korea Terbaru yang Sebaiknya Jangan Ditonton demi Kesehatan Mental  

Apa pun yang berbau tentang Korea Selatan memang seksi. Kontroversinya, budayanya, kulinernya, tak dimungkiri begitu digemari. Tapi jika politisi dan pejabat mengadopsinya hanya untuk elektabilitas, malah jadinya cringe. Gap umur yang jauh, serta keterpaksaan hanya untuk terlihat relevan justru memberi jarak antara politisi dan pejabat dengan rakyat. Padahal gap inilah yang kerap menjadi masalah.

Menjadi pemimpin tidak melulu membutuhkan trendy dan relate dengan selera anak muda. Kecakapan dalam memerintah dan keberpihakannya terhadap rakyat tetap saja lebih utama. Saya rasa pemilih muda juga banyak yang tau akan hal itu dan bisa menilai sendiri dengan cerdas. Jadi, daripada sibuk gimik peduli pop culture Korea Selatan, mending fokus saja menjadi politisi yang berintegritas dan bisa dipercaya. Kau boleh membosankan, asalkan negara dikelola dengan baik. Sudah, itu saja. Kalian tak perlu memaksa diri bilang annyeong.

Saya nggak peduli apakah pemimpin saya nantinya gaul atau tidak, yang penting mereka amanah dan punya nurani untuk selalu berpihak kepada rakyat. Jangan sampai kepopuleran seorang politisi membuat kita silau dan terhanyut dalam fanatisme yang tak masuk akal, hingga kita mengabaikan cela dalam rekam jejaknya sebagai pelayan masyarakat. Pada akhirnya memilih politisi yang bisa relevan dengan penderitaan rakyat adalah pilihan yang lebih bijak. Tapi masalahnya, ada nggak ya politisi yang seperti itu?

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lookism: Webtun yang Menyajikan Sisi Gelap Korea Selatan dengan Gamblang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2022 oleh

Tags: Korea SelatanPejabatpemimpinpolitisi
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Ironi Dusun Bunten, Daerah Terpencil di Bojonegoro yang Jarang Diketahui Orang dan Nyaris Tidak Pernah Dikunjungi Pejabat Daerahnya

Dusun Bunten Bojonegoro, Dusun Ironis yang Nyaris Tidak Pernah Dikunjungi Pejabat Daerahnya

4 Februari 2024
Calon Mahasiswa Baru Indonesia Juga Butuh Jeongwaja (Changing Majors) kayak di Korea biar Nggak Dibohongi Kampus dan Prodi

Calon Mahasiswa Baru Indonesia Juga Butuh Jeongwaja (Changing Majors) kayak di Korea biar Nggak Dibohongi Kampus dan Prodi

27 April 2024
Membayangkan Dunia Tanpa Drama Korea, Mungkin Ini yang Akan Terjadi Mojok.co

Membayangkan Dunia Tanpa Drama Korea, Mungkin Ini yang Akan Terjadi

5 Maret 2025
Arteria Dahlan Tak Layak Dapat Gelar Terhormat Bukan Karena Cucu PKI terminal mojok.co

Memang Cuma Yang Terhormat Arteria Dahlan CS yang Tahu, Lainnya Tempe

10 Oktober 2019

3 Fakta Soal Jirisan di Kehidupan Nyata

18 November 2021
Susi dan Jeongsi, Dua Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Korea Selatan Terminal Mojok

Susi dan Jeongsi, Dua Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Korea Selatan

10 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.