Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Chungmuro, Hollywood-nya Korea yang Jadi Kiblat Dunia Perfilman

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
25 Februari 2022
A A
Chungmuro, Hollywood-nya Korea yang Jadi Kiblat Dunia Perfilman Terminal Mojok

Chungmuro, Hollywood-nya Korea yang Jadi Kiblat Dunia Perfilman (Chiara Sakuwa/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau di Amerika Serikat ada Hollywood dan India punya Bollywood, lantas gimana dengan Korea Selatan?

Chungmuro adalah nama jalan sepanjang 1,75 kilometer dan lebar 10-20 meter di Jung-gu, Seoul, Korea Selatan. Nama Chungmuro akhir-akhir ini terdengar sangat prestisius setelah banyak penggemar drama Korea di Twitter yang menyanjung aktor dan aktris favoritnya yang telah mendapatkan gelar Chungmuro. Berawal dari nama jalan, kok bisa membuat orang lain bangga? Di mana korelasinya?

ADVERTISEMENT

Melalui penjelajahan lapangan yang diliput oleh The Korea Herald, terkuak bahwa Chungmuro adalah kiblat perfilman di Korea Selatan. Berawal dari banyaknya para insan perfilman yang membuka rumah produksi di Chungmuro mengakibatkan daerah itu jadi terkenal dan menjadi sentral sinema Korea Selatan. Alasan sebenarnya para sineas mendirikan studi di Chungmuro adalah karena daerah tersebut memiliki biaya hidup dan sewa yang lebih murah dibandingkan daerah-daerah di sekitarnya. Tapi saat ini sudah banyak studio yang pindah ke Gangnam karena lokasinya yang lebih strategis. Kini Chungmuro menjadi metonimia bagi sinema Korea Selatan meski basis tempatnya sudah pindah.

Syuting film (Shutterstock.com)

Di Chungmuro terdapat dua bioskop legendaris yang dulu menjadi tempat para warga Korea Selatan untuk menikmati film, yaitu Daehan Cinema yang berdiri sejak 1958 dan Seoul Cinema yang dibuka pada 1979. Tapi saat ini sudah banyak teater yang buka di seantero negeri sehingga hanya penduduk sekitar atau wisatawan yang pengin merasakan nuansa Chungmuro yang masih nonton film di sini. Ditambah lagi sekarang ada fasilitas OTT yang membuat orang-orang bisa nonton film tanpa perlu keluar rumah.

Buat kalian yang belum tahu, OTT itu bukan Operasi Tangkap Tangan yang biasa dilakukan KPK, ya, melainkan singkatan dari Over the Top. Dilansir dari Kompas.com, OTT adalah layanan tambahan—disediakan oleh pihak lain—yang bisa dinikmati pengguna internet dengan menggunakan jaringan data yang disediakan oleh operator telekomunikasi. Contoh OTT yang biasa digunakan saat ini misalnya Netflix, WhatsApp, Line, Facebook Messenger, GoJek, dsb.

Sinema Korea Selatan mengawali langkahnya di tahun 1919 melalui film pertamanya yang berjudul The Righteous Revenge. Sekitar empat dasawarsa kemudian, dunia perfilman Korea mencapai masa keemasannya. Sinema-sinema Korea Selatan pun mulai banyak dilombakan di festival film global di 1980-an. Masa itu memulai era baru karena industri perfilman internasional mulai mengenal karya-karya dari Korea Selatan. Dan tahun 2017 disebut-sebut menandai kebangkitan Chungmuro.

Bong Joon Ho, sutradara film Parasite (Taniavolobueva/Shutterstock.com)

Chungmuro semakin mentereng namanya setelah kemenangan film Parasite di Oscar. Tapi bukan berarti penghargaan yang Parasite peroleh di Oscar ini adalah piala pertama yang mengapresiasi karya-karya sineas Korea Selatan. Sebab, sebelumnya film The Surrogate Woman yang menjadi kebanggaan maestro Im Gwon Taek berhasil merebut Best Female Actress Award di “44th Venice Film Festival” dan Oldboy karya Park Chan Wook pernah menang Grand Prix Award di “57th Cannes Film Festival”.

Para sineas Korea Selatan nggak jarang diasosiasikan dengan Chungmuro. Entah mereka berperan sebagai aktor, aktris, maupun sutradara, siapa pun dapat berpeluang mendapatkan julukan Chungmuro.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Ada beberapa penyebab bagi seorang sineas untuk bisa mendapatkan titel sebagai sineas Chungmuro. Pertama, karena sineas tersebut membintangi atau terlibat dalam film yang rumah produksinya berada di Chungmuro. Kedua, sebab film yang diproduksi mencapai box office. Box office ini adalah istilah umum di bidang perfilman yang bermakna sinema yang mendapatkan penghasilan melampaui biaya produksi. Angka pendapatan itu dihitung dalam jangka waktu beberapa hari setelah filmnya tayang pertama kali. Aktor Song Kang Ho sudah dimahkotai sebagai aktor Chungmuro karena banyak film yang dibintanginya telah mencapai box office. Selain itu, film tersebut memang merupakan produksi dari studio yang berbasis di Chungmuro.

Bisa juga seorang insan perfilman dihubungkan dengan Chungmuro karena memang mereka memulai karier dari Chungmuro. Misalnya saja Sutradara Bong Joon Ho yang dulu juga mengawali kariernya di Chungmuro.

Kim Da Mi dan Choi Woo Shik dalam Our Beloved Summer (Instagram Netflix Indonesia)

Di kalangan penggemar sinema Korea Selatan pun terdapat istilah Chungmuro’s Blue Chip. Dalam daftar ini terdapat banyak banget aktor dan aktris favorit sejuta umat, seperti Lee Je Hoon, Choi Woo Shik, Park So Dam, Kim Da Mi, Kim Tae Ri, dan masih banyak lagi. Mereka mendapatkan panggilan ini karena dipercaya dapat menjadi masa depan bagi industri perfilman Korea Selatan.

Salah satu tribute untuk pihak-pihak yang berkontribusi pada perkembangan industri perfilman di Korea Selatan adalah dengan dibangunnya movie walkway di stasiun bawah tanah Chungmuro. Di sini ada banyak sekali karikatur, foto, maupun poster-poster film yang tentunya sudah nggak asing lagi bagi penonton lokal dan global. Sejarah perfilman negara tersebut dirangkum sekaligus dipajang di sini. Selain itu, Dewan Metropolitan Seoul juga mengumumkan bahwa sedang ada proyek konstruksi teater, museum, dan komplek arsip di Chungmuro sebagai salah satu bentuk konservasi warisan sejarah.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2022 oleh

Tags: chungmuroKorea Selatanpilihan redaksi
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Dexlite, Bahan Bakar yang Nikmatnya Nggak Kaleng-kaleng: Tarikan Enteng, Irit, Perawatan Nggak Bikin Menjerit, Kurang Apa Coba? yamaha freego

Freego dan Filano, Sepeda Motor Pabrikan Yamaha yang Bikin Operator SPBU Melongo

4 Agustus 2023
Aturan Tidak Tertulis Candi Borobudur Magelang yang Perlu Dipahami Pengunjung

Aturan Tidak Tertulis Candi Borobudur Magelang yang Perlu Dipahami Pengunjung

4 Maret 2025
Top 5 Indomie Goreng Terenak yang Pernah Ada Terminal Mojok

Top 5 Indomie Goreng Terenak yang Pernah Ada

27 Maret 2022
7 Kesalahan Kecil dalam Pengerjaan Skripsi yang Sering Bikin Mahasiswa Dapat Banyak Revisi, Baca Baik-baik biar Nggak Makin Stres

7 Kesalahan Kecil dalam Pengerjaan Skripsi yang Sering Bikin Mahasiswa Dapat Banyak Revisi, Baca Baik-baik biar Nggak Makin Stres

7 September 2024
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

12 Januari 2024
Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara oleh Baim Wong

Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara oleh Baim Wong

13 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo? (Wikimedia Commons)

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo?

21 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia Mojok.co

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia 

16 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.