Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kiat Sukses untuk Bikin Hidup Susah Ketika Menjadi Mahasiswa Akhir

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
29 Januari 2021
A A
mahasiswa tingkat akhir Kiat Sukses untuk Bikin Hidup Susah Ketika Menjadi Mahasiswa Akhir terminal mojok.co

Kiat Sukses untuk Bikin Hidup Susah Ketika Menjadi Mahasiswa Akhir terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi mahasiswa akhir ibarat sebuah penentuan amal ibadah sepanjang kuliah di forum Padang Mahsyar. Kalau nasibnya baik, bakal masuk surga kelulusan, sedangkan kalau nasibnya amburadul nggak karuan maka bakal menderita di neraka jahanam. Tinggal pilih, mau hidup susah atau hidup mudah ketika menghadapi semester akhir perkuliahan.

Sebenarnya saya disini ingin memberikan sebuah kiat-kiat sukses untuk mempersulit hidup ketika menyandang jabatan sebagai mahasiswa akhir. Percayalah, dalam hidup ini nggak ada yang semudah omongan Pak Tarno ketika bermain sulap, “Dibantu ya, bim salabim jadi apa, prok prok prok, jadi apa hayooo.”

Hidup ini susah, kalau nggak susah namanya nggak hidup. Oleh karena itu, ada sebuah semboyan legendaris yang tampaknya dapat menjadi pedoman hidup bagi mahasiswa akhir, yakni “Kalau bisa dibikin sulit, kenapa cari yang mudah?”

Nah, disini saya ada beberapa beberapa langkah sukses dan dijamin manjur top markotop seratus persen, untuk mempersulit hidup ketika menjadi mahasiswa akhir.

#1 Jika ada hari esok, kenapa harus mengerjakan skripsi sekarang?

Ada sebuah petuah dari Squidward yang cukup memotivasi agar benar-benar dapat mempersulit hidup, “Aku hanya memikirkan satu peraturan penting, kenapa kau lakukan hari ini kalau kau bisa melakukannya besok, hahaha.”

Begitupun dengan skripsi, kenapa harus mengerjakan skripsi sekarang juga jika memang hari esok masih ada waktu untuk mengerjakannya. Bukannya malas, tapi sayang dong jika esok nggak ada kerjaan. Mending esok dipakai untuk mengerjakan skripsi, sedangkan sekarang untuk aktivitas lain yang lebih penting, seperti makan, minum dan tidur nyenyak. Hidup susah memang semenyenangkan ini.

Asal kalian tahu, ada kakak tingkat saya yang hanya dalam waktu sehari semalam saja dapat menyelesaikan skripsi. Bahkan ia dinyatakan lulus atas skripsi yang dikerjakannya. Lah, kalau kakak tingkat saya bisa melakukannya, kenapa kita nggak bisa?

#2 Nggak usah buru-buru lulus

Sebenarnya buru-buru lulus itu mau ngejar apa sih? Apalagi mereka yang berambisi banget lulus tiga setengah tahun. Seolah-olah setelah lulus akan mendapat tempat yang lebih membahagiakan daripada di bangku kuliah, iya kalau dapat, lah kalau nggak?

Baca Juga:

Mahasiswa Tingkat Akhir yang Masih Bikin PPT Full Teks Mending ke Laut Aja, Ngambang Bareng Sampah!

Mahasiswa Akhir kok Alergi Ditanya tentang Skripsi, Pola Pikirnya Itu Lho, Remuk!

Ketahuilah, bahwa banyak banget lulusan sarjana yang ketika lulus malah menjadi pengangguran. Hidup susah lagi, hidup susah lagi. Pasalnya perbandingan antara lulusan sarjana dan lowongan pekerjaan itu nggak imbang, malah jomplang sebelah, lebih banyak lulusan sarjananya.

Terlebih jika sarjananya dari jurusan yang nggak begitu jelas. Malah semakin menjamin untuk menggelar status pengangguran langsung pascalulus dari bangku kuliah

Apalagi ketika ada cangkem tetangga yang cukup pedas kalau tahu ada orang yang lulus kuliah dan telah menggelar sarjana tapi masih nggak dapat kerjaan, alias pengangguran. Saya yakin, gosipnya bakal digodok sampai panas dan tumpah-tumpah, bahkan menyebar ke seluruh antero negeri ibu-ibu arisan.

Oleh karena itu, mending nggak usah buru-buru lulus dan masih menggelar status sebagai mahasiswa. Pasalnya ketika masih menyandang status mahasiswa, kalian terbebas dari status pengangguran dan ditambah juga terbebas dari pemberitaan panas oleh ibu-ibu arisan.

Seenggaknya maksimalkan masa kuliah ketika menjadi mahasiswa, atau setidaknya satu semester sebelum masa drop out. Hitung-hitung menjadi donatur tetap kepada pihak kampus melalui pembayaran UKT/SPP secara terus menerus. Lumayan, dapat amal jariyah karena telah menjadi donatur tetap kampus.

#3 Nggak usah menghubungi dosen pembimbing skripsi

Asal kalian tahu, pekerjaan menjadi dosen itu berat. Banyak hal yang harus diurus, mulai merancang RPS (Rencana Pembelajaran Semester), menyiapkan bahan materi, rapat setiap hari, mengurus nilai, ngajar sana sini dan lain sebagainya. Bayangin saja, bagaimana cenut-cenutnya kepala dosen untuk menuntaskan semua aktivitas tersebut.

Nah, ngurusin pekerjaan yang begitu banyak saja sudah sukup menyusahkan, apalagi harus membimbing mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi. Sungguh amat kasihan nasib dosen yang terbebani oleh mahasiswa akhir.

Oleh karena itu, alangkah baiknya nggak usah menghubungi dosen untuk meminta bimbingan skripsi, meskipun sudah waktunya mengerjakan skripsi atau mungkin sudah jatuh tempo. Pasalnya kalian akan hanya menjadi beban dari dosen itu sendiri. 

Namun, beda cerita lagi kalau dosen yang meminta atau mempersilahkan mahasiswanya untuk bimbingan, maka bisa jadi ia sedang longgar atau mungkin gabut nggak punya kerjaan. Nah, pada saat itulah bimbingan skripsi nggak mengganggu pekerjaan dosen yang menumpuk segunung itu.

Berdasarkan pedoman menjadi mahasiswa akhir di atas, perlu dicamkan bahwa pedoman tersebut untuk bikin hidup susah dan semakin keras. Sangat jauh dari tata cara untuk mempermudah hidup, pasalnya hidup mudah itu hanya mimpi belaka. Oleh karena itu, tetap pada semboyan utama, kalau memang bisa dibikin sulit, kenapa harus cari yang mudah? Selamat hidup susah!

BACA JUGA Pengalaman Menjalani Sistem Kasta di Keluarga Jawa yang Terlihat Absurd dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2021 oleh

Tags: Mahasiswa Tingkat Akhirtips mengerjakan skripsi
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Konten TikTok Buiramira: Jalan Ninja Mahasiswa yang Bingung Skripsi dan Malas Bimbingan mahasiswa akhir

Mahasiswa Akhir kok Alergi Ditanya tentang Skripsi, Pola Pikirnya Itu Lho, Remuk!

20 Oktober 2023
dosen pembimbing

Balada Grup Chat Kelompok Skripsi dengan Dosen Pembimbing Sebagai Salah Satu Anggotanya

31 Juli 2019
mahasiswa nyengir

Nyengirin Saja, Jangan Dibuat Baper

29 Mei 2019
Mahasiswa UTM, sawang sinawang

Membedah Konsep Sawang Sinawang dalam Kehidupan Seorang Mahasiswa Tingkat Akhir

6 Mei 2020
30 Istilah dalam Dunia Riset yang Wajib Diketahui oleh Mahasiswa Tingkat Akhir

30 Istilah dalam Dunia Riset yang Wajib Diketahui oleh Mahasiswa Tingkat Akhir

19 September 2023
buku panduan skripsi

Apa Tidak Bisa Baca Buku Panduan Skripsi Dulu Sebelum Tanya-Tanya, Hah???

7 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.