Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ketika Pidi Baiq Menulis Kisah Cinta Karl Marx

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
6 Mei 2020
A A
helen dan sukanta pidi baiq bandung novel cinta bagus recommended karl marx mojok.co

helen dan sukanta pidi baiq bandung novel cinta bagus recommended karl marx mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kita sepakati bahwa Karl Marx adalah dua sisi uang koin. Pemikirannya banyak dipuja, pun banyak pula yang menganjing-anjingkan. Tokoh teoritikus sosialis ini adalah pusat alam raya bagi yang mencintainya. Pemikirannya bak sebuah ilham dan tak jarang pula banyak yang menganggap “sesat”. Tapi, setidaknya, ada satu sisi yang sebenarnya Karl Marx ini nggak Marxist-Marxist amat. Ya apa lagi jika bukan urusan cinta.

Mau bagaimana lagi, Karl Marx tetaplah Karl Marx, ia adalah manusia biasa yang jika keslomot api akan tetap mengaduh walau jiwanya selalu berkobar-kobar tentang asas bara perlawanan. Puisi-puisi yang ia buat, setidaknya begitu lepas dan tidak terpatri dengan apa yang ada di “menu utama” kepalanya. Setidaknya Marx adalah kita, ketika mencintai seseorang, maka kata cinta bagai sebuah jamur di musim penghujan. Siapa yang nggak bakal geli ketika membayangan sosok Marx bilang seperti ini, “Dalam helaian Jiwa cemerlang/ Akan mendekap duniamu/ Akan meruntuhkanmu, akan merendahkanmu/ Akan menabuhkan tarian purba.” Setidaknya terdapat satu nama yang menjadi pusat dari roman picisan seorang Marx. Yakni Jenny, istrinya.

Bukan berarti saya mengatakan Marx dan Jenny nggak bahagia-bahagia amat dalam menjalani bahtera rumah tangga mereka hanya karena puisi Marx. Biarkan Insert atau Silet saja yang mengurus perkara dapur rumah tangga orang, kita jangan. Yang jelas, yang menjadi titik pokok dalam tulisan kali ini ialah betapa wagunya Marx dalam mengolah urusan percintaannya. Bagaimana nggak layak dipisuhi, lha wong pas bulan madu yang seharusnya khuyuk dan melupakan urusan pekerjaan, Marx justru membawa beberapa buku dalam perhelatan yang dianggap paling suci pascapernikahan itu.

Puisi dan tindakannya tidak sinkron, namun penafsiran ini hanya didapat dalam literatur-literatur saja. Dalam puisinya yang penuh ungkapan romantik abad pertengahan, nyatanya tidak sebanding dengan apa yang ia perbuat. Dilansir dari Tirto, bahkan Jenny pernah menerima dampak ngambeknya seorng Marx yang entah apa penyebabnya, namun Marx mengasingkan Jenny selama berbulan-bulan.

Seandainya saja Marx hidup tidak terlalu awal, dan ia besar dan dilahirkan di daerah Dago, saya tentu akan menawarkan Ayah Pidi Baiq sebagai penasehat utama Marx. Setelah saya terkesima dengan buku barunya, Helen dan Sukanta, sepertinya Ayah akan sanggup meromantisasi kisah cinta Marx dan Jenny dalam sebuah kacamata yang berbeda. Mungkin saja, jadinya akan seperti ini.

Karl dan Jenny

(pura-puranya) oleh Pidi Baiq 

Namaku Jenny. Jenny von Westphalen. Jenis kelamin perembuan tadi baru saja membantu Bapak mengurus jurnal terbarunya. Bapakku, Ludwig von Westphalen, adalah orang termasyhur di daratan Bornum am Elm, Prusia. Tetapi, ini bukan kisah mengenai diriku, bukan juga keluargaku, melainkan tentang dia. Dia yang memberikan aku pemahaman bahwa Kerajaan Prusia adalah kerajaan paling romantis walau penuh siksa. Ya, dia adalah Marx, dia adalah Marx-ku 1836.

Kota Trier pagi itu adalah sebuah lanskap romantis dengan penuh gairah yang tak tertandingi. Asap-asap pabrik mengepul dengan indahnya, ribuan buruh menatapku nanar karena jam kerjanya. Aku berjalan dengan anggunnya, menangkap semua mata yang aku lewati dan ternyata, ada seorang pria muda yang menghampiriku dengan wagu-nya. Lantas, ia njejeri aku.

Baca Juga:

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Tak Perlu Merasa Bersalah, Ambruknya Reputasi Sosiologi Itu Salah Pemerintah!

“Pagi-pagi di Trier yang penuh kelas pekerja, eh ada wanita manja dan menggoda,” katanya dengan kaku.

“Cakeuuup!” jawabku mengikuti Denny Cagur tiap nimpali Bang Sapri.

“Bukan sedang pantun, itu puisiku,” katanya dengan jutek.

“Oh,” aku menahan tawa.

“Selamat pagi,” sapanya lagi, memulai perbincangan kami yang tadinya mati.

“Eh, iya, pagi,” aku menoleh perlahan kepadanya. Janggutnya, unch banget. Tapi sengaja aku jual mahal dan tidak memperhatikan dirinya yang masuk kategori lumayan.

“Kamu Jenny, ya?”

Aku diam tak menjawab, aku hanya menoleh lagi dengan perlahan. Barangkali aku mengenalnya.

“Boleh nggak aku ramal?”

“Ramal?” Jenny pun kebingungan. Kok ramal? Kok bukan kenalan?

“Aku ramal kapitalisme bakal tumbang!” katanya sambil mengepalkan tangannya.

“Ayo, ke bapakku sekarang juga!” Dan kami pun akhirnya berkenalan dan aku perkenalkan dia dengan bapakku yang sepertinya memiliki pola pikir yang sama dengannya. Uwu kan kisah cinta kita?

***

Bukan hanya di bagian ikonik dalam kisah cinta Dilan dan Milea itu saja, kisah cinta Marx dan Jenny bisa dihaturkan dengan manis oleh Pidi Baiq dalam bagian yang lainnya. Salah satunya adalah ketika Milea ulang tahun dan diberikan TTS yang sudah diisi oleh Dilan. Agaknya kisah tersebut bisa dicontek oleh Marx dengan sedikit perubahan. Begini jadinya.

***

Karl menghadiahiku sepucuk surat dan sebuah kotak hadiah. Dengan penuh senyum medeni, aku berlari ke kamar. Aku bumbungkan hadiahnya ke udara, aku lihat lagi perlahan. Aku buka dengan cepat-cepat dan menendang kado boneka dari Nandan van Houten. Setelah aku buka, kosong. Babar blas nggak ada isinya. Wah, apakah Karl memainkanku?

Lantas aku buka dengan cepat sepucuk surat darinya. Ia gambari samping-sampingnya. Ada gambar doodle mulai dari Mickey Mouse sampai Haji Sodiq yang ia beri panel komik “iya iya iya”. Di tengahnya, ada kata-kata yang disusun secara manis olehnya. Kata-kata tersebut berbunyi:

SELAMAT ULANG TAHUN, JENNY.

INI HADIAH UNTUKMU, HANYA KOTAK YANG  TADI ADA ISINYA.

TAPI SUDAH AKU HILANGKAN SEBAGAIMANA PENERAPAN SEWA TANAH YANG HARUS KITA HILANGKAN

AKU SAYANG KAMU

AKU TIDAK MAU KAMU CAPEK-CAPEK MENGONSEPKANNYA.

KARL

Sumber gambar: Instagram Pidi Baiq

BACA JUGA Begini Jadinya Cerita Dilan dan Milea Jika Pidi Baiq Orang Bantul dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2020 oleh

Tags: helen dan sukantakarl marxpidi baiq
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Karl Marx, Sesepuh yang Paling Digandrungi Mahasiswa Sosiologi meski Kontroversi Selalu Mengiringi

Karl Marx, Sesepuh yang Paling Digandrungi Mahasiswa Sosiologi meski Kontroversi Selalu Mengiringi

23 Desember 2023
ancika mehrunisa rabu novel pidi baiq terbaru serial dilan mojok.co

Menyambut Novel Terbaru Pidi Baiq: Ancika Mehrunisa Rabu, Pacar Dilan yang Baru

20 Juli 2020
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026
helen dan sukanta pidi baiq bandung novel cinta bagus recommended karl marx mojok.co

Pidi Baiq Akan Menuliskan Kisah Helen dan Sukanta Seperti Ini Andai Beliau Lahir di Imogiri

2 Juli 2020
dilan dan milea, Lanjutan Dilan Versi Bantul: Ketika Duloh Nggak Lolos SNMPTN dan Mirjah Masuk UGM

Lanjutan Dilan Versi Bantul: Ketika Duloh Nggak Lolos SNMPTN dan Mirjah Masuk UGM

10 April 2020
Ketika Pidi Baiq Beralih Profesi Jadi Mangaka

Ketika Pidi Baiq Beralih Profesi Jadi Mangaka

21 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Dosa Jogja kepada Tukang Becak Tradisional: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak Mojok.co

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak

23 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.