Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ketika Chihiro ‘Spirited Away’ Bikin Thread Horor tentang Pengalamannya

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
13 Mei 2020
A A
Ketika Chihiro ‘Spirited Away’ Bikin Thread Horor tentang Pengalamannya
Share on FacebookShare on Twitter

Nonton Ghibli adalah kewajiban selama masa liburan, tentunya selain series Home Alone yang merupakan tayangan wajib lainnya. Apalagi Ghibli selalu menyajikan tayangan yang memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya. Pemandangan desa, lautan, sebuah bangunan hingga tokoh-tokohnya yang menggemaskan macam Mei “Tonari no Totoro” dan No-Face atau Kaonashi. Ketika menggambarkan sosok klenik di dalam animasnya pun sang maestro, Hayao Miyazaki, alih-alih penuh darah dan taring runcing, ia lebih memilih sosok gembul berbulu macam Totoro.

Jika ditanya yang terbaik dari Ghibli secara hierarki, secara objektif saya menempatkan Spirited Away atau Sen to Chihiro no Kamikakushi di posisi teratas. Ketika SD, saya sukses dibuat bingung karena film horor ini adalah film horor yang paling menyenangkan dan penuh warna, tanpa menghilangkan esensi horornya. Demit-demit yang hadir pun sangat lucu (walau nggak segemes Totoro, sih) seperti keberadaan No-Face atau Kaonashi yang selalu membuntuti sang tokoh utama, Chihiro ketika mau naik kereta.

Nah, bagaimana jadinya jika Chihiro ini anak Twitter yang kebetulan tinggal di Indonesia? Ya pastinya, pengalaman supranatural ini akan ia ceritakan kembali dan membuat sebuah utas horor yang berharap menjadi viral. Chihiro akan bikin akun alter bernama @chihirobukannamasebenarnya, kemudian jb jb dulu sana-sini, masuk circle retweet dan baru memulai utasnya. Karena percuma jika nggak masuk circle retweet, utasnya nggak akan laku sama sekali. Dan tanpa menunggu lama, beginilah simulasinya.

Pengalaman Masuk Gerbang Antar Dimensi Saat Perjalanan Pindah Rumah -A Thread Based on True Story #bacahorror #ceritahorror #threadhorror #truestory

Bantu RT sebanyak-banyaknya, Guys.

Sebelumnya, maaf kalo ngga rapi. Gue baru pertama bikin thread.

Waktu dan tempatnya nggak bisa gue ceritain. Sorry banget. Ini personal banget, gue harus izin RT, eh, maksud gue orang pinter dulu buat bikin thread ini. Semoga lu semua ngertiin perasaan gue.

Gue tekenin di sini, gue bukan anak indomie ya guys. Eh, maksud gue indigo. Maaf, gue soalnya orangnya kocak. Gue mulai….

Baca Juga:

Selain KKN di Desa Penari, 3 Thread Horor Berikut Layak Dibuat Film

Karakter Manga Haikyuu! yang Nggak Sekadar Hitam-Putih ala Studio Ghibli

Gue boring banget di mobil, gue terus pentelengin bunga pemberian temen gue di kota. Iya, Guys, gue baru aja pindah dari kota ke antah berantah. Sepanjang perjalanan, cuma rerumputan dan pohon-pohon yang gue liat.

Habis itu bokap gue ambil jalan pintas, masuk ke hutan yang… banyak banget patung-patung persembahan. Maklumlah, di daerah sini kebanyakan penganut Shinto. Walau beda kepercayaan, gue tetep menghargai. Tapi, patung-patung itu kok kayak ngetawain gue gitu.

CCCCCIIITTTTTT!!!!! Tiba-tiba bokap gue ngerem mendadak. Mak tratap tenan rasane guys. Jantung gue mau copot. Ternyata di depan ada kayak terowongan dan ada patung lagi yang halangin mobil bokap gue.

Singkat cerita, berbekal rasa penasaran bokap nyokap gue, mereka masuk donggg… bayangin aja, hari udah sore, kami harus nyusun perabotan di rumah baru, mereka udah tahu nyasar malah masuk ke terowongan itu. “Kadung penasaran,” kata nyokap.

Guysss, percaya nggak percaya, ternyata di ujung terowongan itu ada kayak kota zaman dulu. Ala-ala era 80-an. Sepi, nggak ada siapa-siapa. Tiba-tiba ada angin berhembus yang seakan nyuruh gue sekeluarga untuk masuk… Bulu kudu gue langsung berdiri, seakan ada yang bisikin gue.

Satu juta like gue lanjutin ceritanya….

Oke gue lanjutin. Bokap nyokap gue pun jalan-jalan di kota yang sepi. Kata bokap, “Ini salah satu wahana permainan yang kukut gara-gara krisis ekonomi.” Wahana ndasmu! Dilihat dari segi apa pun, tempat ini serem banget. Bokap nyokap pun menemukan tempat makan gitu guys, ada makanan nggak ada yang jual… mereka lahap banget, kayak sedang kesurupan.

Tiba-tiba hari jadi malem. Kota yang sepi, jadi rame banget. Banyak suara-suara seliweran seperti sedang ngobrol, lampu nyala, warung-warung buka, tapi nggak ada orang sama sekali. Gue pun takut setengah mati. Manggil bokap nyokap, minta pergi secepatnya dari kota ini. Dan, bokap nyokap gue berubah jadi babi yang makanin semua makanan di toko.

Gue nggak paham apa yang sedang terjadi. Pusing banget. Tiba-tiba ada cowok berpakaian zaman dulu manggil gue, “Chihiro, lari!” gue pun ditarik sama dia. Tangannya dingin….

“Kenapa lo bisa tau nama gue?” tanya gue kan. Doi cuma bilang, “Gue kenal lu sejak lu kecil, Chihiro,” anjir! Tiba-tiba, di sebuah pojokan jalan, keluar makluk-makluk aneh. Bayangan-bayangan aneh yang berubah jadi makluk tak kasat mata yang serem banget.

“Gue di mana sih anjir?” gerutu gue. Tiba-tiba aja badan gue jadi menghilang perlahan dongggg… Singkat cerita gue diselamatkan sama si cowok yang bernama Haku ini. Gue disuruh makan semacam obat. “Jamu,” katanya. Badan gue balik lagi.

Gue direkomendasiin untuk masuk ke sebuah pemandian air panas yang isinya demit semua. Haku bilang, gue diguna-guna karena bokap nyokap makan makanan persembahan. Mereka dikutuk jadi babi dan gue terombang-ambing di dunia antar dimensi.

Pemandian ini punya penyihir bernama Yubaba. Dia satu-satunya orang yang bisa lepas mantra ke bokap nyokap gue agar jadi manusia lagi. Kata Haku, gue harus jadi pekerjanya. Astaga, kerja sama para demit. Mimpi apa gue semalem.

Sumpah, serem banget bentuknya Yubaba. Sebelas dua belas lah sama Big Mom di One Piece. Gue pun dijadiin pekerjanya. Satu-satunya manusia yang kerja di sini. Semua demit liat gue jijik banget, katanya bau manusia itu menjijikan. Hellow, nggak kebalik?

Ternyata, Haku adalah tukang pukul andalan Yubaba. Dia pura-pura nggak kenal sama gue setelah gue masuk ke pemandian air panas Yubaba. Nama gue diganti jadi Sen.

Rame banget, nggak ada yang mau mutualan apa???

Tugas pertama gue layanin mitra yang badanya bauuu banget. Berlumpur gitu. Ternyata, nih, itu adalah Dewa Sungai berbentuk naga yang menyampaikan pesan, “Kalian ini ada masalah apa, sih? Apa susahnya jaga kebersihan sungai?”

Dewa Sungai ini membawa berbagai bongkahan emas. Yubaba pun perlahan jadi percaya sama gue.

Ternyata, eh, ternyata, Haku itu adalah Dewa Air berbentuk naga. Ia sengaja nolong gue biar gue bisa ambil kepercayaan Yubaba. Dari kejadian itu, terbesit sedikit memori masa kecil gue tentang Haku. Kok gue ngerasa kenal sama Haku, ya… tapi kapan, coba?

Tiba-tiba, pemandian itu banyak kejadian horor. Lu bayangin aja, kejadian horror di tempat horor. Tersiksa banget kan gue. Salah satu kejadian itu adalah kedatangan penyihir kembaran Yubaba bernama Zeniba. Katanya, sih, dirinya yang nyantet Haku jadi tukang pukul.

Lah, gimana bisa? Orang Haku kerja sama Yubaba, masa yang nyantet kembarannya?

Dari sanalah gue beranikan diri buat nyelametin Haku. Gue ditemenin sama Kaonashi. Itu lho, yang bentuknya item macem genderuwo tapi nggak berbulu? Sempet viral kok di Twitter gara-gara ada anak kecil yang kosplay jadi dia.

Kaonashi terus-terusan ikutin gue. Padahal gue lagi di halte nunggu kereta mistis. “Lu mau apa?” tanya gue, dia jawab, “ksksksksks,” gitu. “Lu mau ikut gue ke Zeniba?” dia jawab lagi, “ksksksks.” Bodo amat.

Bentar, guys. Gue mau sahur dulu. Bebas dah mau reply apaan, ntar gue bales kalo thread ini udah selesai.

Oke, gue balik lagi. Lanjut nggak, nih???

2 juta like gue lanjut!

Gue pun ketemu sama Zeniba. Dia ternyata baik banget, Guys. Demi dah. Dia ceritain kalo Haku itu disantet sama Yubaba biar ngabdi terus sama dia. Haku jadi macam pangabdi setan bagi Yubaba. Zeniba cerita, Haku bakal lepas kutukan jika dia tau namanya siapa…

Haku tiba-tiba dateng, Guys, ke rumah Zeniba dalam mode naga. Dia cerita kalo Yubaba bakal nyembelih bokap nyokap gue. Gue pun pancal naik ke badan Haku yang bersisik. Cepat-cepat ke pemandian Yubaba dan Kaonashi pun punya tempat tinggal di rumah Zeniba.

Selama perjalanan sama Haku, tiba-tiba gue nangis. Terus Haku bilang, “Ada yang melukaimu? Besoknya orang itu akan hilang.” Bisa ae macem Dilan aja Bang Haku.

Gue jadi keinget masa kecil waktu gue tenggelam di sungai… HAH??? Sungai???

Iya, sungai. Gue waktu kecil pernah nyemplung di sungai. Nama sungainya… Astaga… “Bang,” kata gue ke Haku. “Emang dikira gue abang ojek,” kata Haku nyablak.

“Gue waktu kecil pernah tenggelam di sungai. Dan ada sosok aneh yang menyelamatkan gue. Nama sungai itu adalah…Kohaku,” tiba-tiba aja wujud naga Haku ini berubah jadi manusia pada umumnya. “Santet gue lepas,” kata Kohaku. Padahal wujudnya sama bae kayak pertama gue ketemu dia.

Akhirnya Yubaba pun kalah. Kohaku bilang gue harus lari ke terowongan pertama gue masuk. “Kita bakal ketemu lagi nggak, Bang?” Kohaku cuma mesem-mesem. Terus dia bilang, “Pokoknya lu harus lari terus ke terowongan itu nggak boleh lihat ke belakang.”

Sumpah guys, gue merinding waktu lari. Di sana, di gerbang terowongan itu, bokap nyokap gue udah nunggu. Mereka bilang, “Ke mana aja sih lu? Dicariin dari tadi juga,” yeuuu.

Gue pun meluk bokap nyokap gue. Nggak ngira bocah cengeng macem gue bisa bantu bebasin orang dari santet.

Gue bukan anak indihome guys, tapi gue baru sadar kalok ternyata ada genderuwo imut macem Kaonashi. Kayaknya Om Hao sama Mr. Tukul jalan-jalan harus menelusuri tempat ini.

BACA JUGA KKN Desa Penari: Cerita Menakutkan Bikin Kecanduan atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2020 oleh

Tags: Chihirothread hororTotoro
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Karakter Manga Haikyuu! yang Nggak Sekadar Hitam-Putih ala Studio Ghibli

Karakter Manga Haikyuu! yang Nggak Sekadar Hitam-Putih ala Studio Ghibli

9 Juni 2020
Selain KKN di Desa Penari, 3 Thread Horor Berikut Layak Dibuat Film Terminal Mojok

Selain KKN di Desa Penari, 3 Thread Horor Berikut Layak Dibuat Film

1 Mei 2022

Ketika Tonari no Totoro Ambil Setting di Indonesia

27 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.