Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Keteladanan Lord Adi, Idola Penakluk Chef Arnold dan Chef Juna yang Perlu Kita Tiru!

Sylvana Teressha Simatupang oleh Sylvana Teressha Simatupang
10 Agustus 2021
A A
Keteladanan Lord Adi, Idola Penakluk Chef Arnold dan Chef Juna yang Perlu Kamu Tiru! terminal mojok.co

Keteladanan Lord Adi, Idola Penakluk Chef Arnold dan Chef Juna yang Perlu Kamu Tiru! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

MasterChef Indonesia season 8 yang sudah berlangsung dari 29 Mei 2021 ini menghadirkan satu tokoh idola baru bagi para netizen. Khususnya buat yang menjadi pengamat setia acara masak-masak satu ini. Suhaidi Jamaan, yang memiliki nama aprone Adi ini kerap dipanggil Baginda Maharaja, Adibaran, sampai akhirnya para netizen pun sepakat untuk memanggilnya dengan Lord Adi. Mengapa sosok pria yang bekerja sebagai petani cabai di Tanah Datar, Sumatera Barat ini disebut sebagai Lord Adi? Bahkan ia berhasil menaklukkan chef Arnold dan chef Juna di MasterChef Indonesia?

#1 Percaya diri

Berbeda dengan peserta lainnya ataupun dari MasterChef Indonesia season sebelumnya, Lord Adi memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi. Ketika harus berhadapan dengan juri pun, tidak seperti peserta lainnya yang cenderung merasa terintimidasi dan takut akan penghakiman dari para juri. Lord Adi senantiasa terlihat santuy dan setiap wawancara pun ia selalu menunjukkan rasa kepercayaan dirinya yang tinggi meskipun ia salah sekalipun.

Setiap nonton beliau, saya tidak pernah melihat beliau merasa terintimidasi oleh chef Juna yang seringnya, sih, terkesan galak dan tidak santuy. Bahkan ketika harus berbicara dengan chef Renatta pun, ia menyebut chef Renatta sebagai keponakannya karena sama-sama berasal dari Tanah Datar. Keteladanan ini perlu diacungi jempol bagi kita yang sepertinya akan selalu menitikkan air mata ketika harus berhadapan dengan 3 juri (chef Juna, chef Arnold, dan chef Renatta) yang memiliki kesan galak tiada ampun.

#2 Kreatif

Tidak hanya pandai memasak, rasanya memang semua peserta yang mengikuti MasterChef Indonesia juga harus pandai memasak, sih, ya. Lord Adi ini sangat jago sekali dalam memadukan masakan tradisional dengan bahan-bahan tertentu yang tidak biasa. Ia sangat kreatif untuk menciptakan fussion food.

Pada episode di mana para peserta diberikan tantangan untuk memperbaiki kuah rawon, Lord Adi yang sebelumnya belum pernah sama sekali memasak rawon ini, tidak merasa takut ataupun tertekan sama sekali. Dengan santuy-nya, ia menciptakan sebuah inovasi baru dari masakan rawon. Lord Adi memadukan rawon yang telah ia masak dengan sajian makanan yang biasa digunakan ketika kita makan hot pot seperti jamur enoki, mie, dsb. Masakannya ini diberi judul shabu-shabu rawon oleh peserta lain dan juri.

Sebelumnya, ia juga pernah menciptakan Singkong 5 dimensi ataupun rendang dari daging domba yang mengundang gelak tawa dari para peserta dan juri. Sungguh luar biasa, bukan?

#3 Cekatan

Lord Adi ini tidak hanya kreatif dalam memadupadankan makanan, tetapi juga dalam gayanya saat memasak. Chef Arnold pernah menegurnya untuk menggunakan capitan yang telah disediakan oleh MasterChef Indonesia, saat Lord Adi menggunakan pisau untuk mengambil daging yang sedang ia masak. Sangat freestyle dan bar-bar sekali memang bapak yang satu ini. Tidak hanya sampai di situ, ia pun memilih untuk memangkas waktu memasak yang biasanya 60 menit menjadi 45 menit. Ini lah mulanya kenapa ia dipanggil Lord Adi.

#4 No hard feelings

Ini adalah kekuatan paling besar yang dimiliki oleh baginda raja kesayangan kita, Lord Adi. Ketika para peserta lain agak bete saat Lord Adi memilih waktu 45 menit untuk tantangan memasak, ia sama sekali tidak bergeming merasa takut dimusuhi atau tidak disukai. Ia tetap santuy aja. Komentar para juri yang kadang cukup pedas seperti cabe lombok ini, tidak pernah membuat semangatnya runtuh sama sekali. Ia tetap santai dan menganggap komentar itu bukanlah suatu beban. Sungguh suri tauladan yang perlu kita tiru, bukan?

Baca Juga:

MasterChef Indonesia Season 12 Jadi Seru karena Ada Rudy Choirudin: Bukti Juri Nggak Cuma Bisa Nge-judge

MasterChef Indonesia Season 11 Benar-benar Sukses. Sukses Jadi Hujatan, Maksudnya

Dari Lord Adi ini, saya belajar bahwa kita sering kali tidak memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi dan cenderung takut salah ketika harus menghadapi tantangan yang tidak kita kuasai. Kita semua takut akan penghakiman yang diberikan oleh orang sekitar kita. Padahal, kita pada dasarnya memiliki kemampuan yang cukup dan tentunya kreatif untuk menghadapi permasalahan tersebut. Kritik dari lingkungan orang sekitar kita semestinya tidak kita ambil dengan hati yang berat, tetapi harus diingat sebagai bahan pembelajaran agar kita dapat mengetahui mana yang salah dan mana yang perlu untuk diperbaiki.

Tak heran Lord Adi ini dipanggil sebagai Lord atau baginda raja oleh para netizen. Pasalnya, ia sungguh memberikan suri tauladan baik bagi kita semua.

Sumber Gambar: YouTube Masterchef Indonesia

BACA JUGA Drama-drama yang Saya Nantikan di ‘Masterchef Indonesia’ Musim Delapan dan tulisan Sylvana Teressha Simatupang lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2021 oleh

Tags: chef arnoldchef JunaHiburan TerminalLord AdiMasterChef Indonesia
Sylvana Teressha Simatupang

Sylvana Teressha Simatupang

Seorang pencari makna kehidupan sebab ia gabut.

ArtikelTerkait

'Nevertheless': Cerita Fakboy Gaya Baru, Bukan Lagi Buaya, tapi Kupu-kupu terminal mojok.co

‘Nevertheless’: Cerita Fakboy Gaya Baru, Bukan Lagi Buaya, tapi Kupu-kupu

2 Juli 2021
Membayangkan Sinetron Indonesia Dibuat ala Anime terminal mojok

Membayangkan Sinetron Indonesia Dibuat ala Anime

17 Juni 2021
Rekomendasi 3 Makanan yang Bisa Dijadikan Waffle oleh William Gozali terminal mojok

Rekomendasi 3 Makanan yang Bisa Dijadikan Waffle oleh William Gozali

27 Juli 2021
Ratusan Lagu K-Pop Hilang dari Spotify, Berikut Alternatif Platform Streaming Untuk Pencinta K-Pop Terminal Mojok

Mana yang (Beneran) Lebih Unggul, Spotify atau YouTube Music?

11 Juni 2021

Tradisi Rewangan Adalah Ajang Kompetisi MasterChef Indonesia Versi Local Pride

27 Mei 2021
FIFA aturan baru sepak bola neymar mojok

Aturan Sepak Bola Baru Bikinan FIFA Blas Ra Mashok!

23 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara Mojok.co

Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara

1 Maret 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.