Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kecamatan Kertek Wonosobo Bakal Menjadi Pusat Ekonomi, sekaligus Menambah Besar Potensi Masalah yang Bikin Sengsara Warga

Yoga Aditya L oleh Yoga Aditya L
14 Mei 2024
A A
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Berbicara soal kecamatan, Kertek di Wonosobo saya prediksi bakal menjadi pusat ekonomi. Berbagai macam outlet makanan, tempat wisata, sampai perumahan mulai muncul di sini. Ini adalah bentuk kemajuan ekonomi yang patut diapresiasi, meskipun akan ada masalah besar yang pasti menghantui.

Memang, sebuah jalan akan menjadi sebuah ikon kabupaten apabila ada aktivitas ekonomi serta mampu mengenalkan budaya setempat kepada orang luar daerah. Namun, Kertek Wonosobo akan menghadapi masalah di masa depan. Izinkan saya menjelaskan.

Harga tanah semakin mahal

Sebagai warga asli Wonosobo, saya memiliki keresahan. Salah satu hal yang cukup mengganggu saya adalah harga tanah dan properti di daerah saya semakin tinggi. Kelak, saya khawatir anak-anak muda tidak akan bisa membeli tanah dan rumah di daerah asalnya sendiri.

Selain itu, perizinan membuka lahan pertanian menjadi lahan bangunan kayaknya semakin mudah. Bukan tidak mungkin masyarakat asli Wonosobo akan tersingkir dari tempat asal mereka. Peralihan lahan pertanian menjadi perumahan dan tempat bisnis akan membuat wilayah ini mengalami kenaikan harga signifikan. Di sisi lain, seolah pembangunan itu diamini oleh pemerintah dan masyarakat sekitar.

Ketimpangan sosial sudah pasti tidak akan terhindarkan. Ketika harga tanah semakin mahal, masyarakat akan memilih pindah ke pinggiran. Sementara mereka yang menetap akan menghadapi perubahan ekonomi. Mereka yang tidak mampu beradaptasi akan mengalami kekalahan ekonomi. Semua ini terlihat dari perubahan di Kertek Wonosobo.

Bibit kemacetan di Kertek, Wonosobo

Untuk Kertek Wonosobo sendiri, kita semua tidak bisa menghindar dari yang namanya kemacetan. Jalanan di kecamatan ini terbilang sempit dan agak tidak mungkin diperlebar. Semua lahan dan tanah milik warga mengapit jalan ini.

Sementara itu, transportasi umum ternyata gagal menjadi pilihan utama masyarakat lokal. Oleh sebab itu, banyaknya kendaraan pribadi membuat penumpukan terjadi di beberapa titik. Bagi orang luar kota, mungkin kemacetan adalah hal yang biasa. Sementara warga lokal, kemacetan di Kertek Wonosobo akan sangat mengganggu.

Perbaikan terhadap transportasi umum nyaris tidak terlalu signifikan. Sejak dulu, Kertek Wonosobo semakin padat di jam-jam yang itu-itu saja, yaitu pagi dan sore ketika bubaran pasar. Meskipun tidak separah kota lain, namun bibit kemacetan akan semakin berkembang.

Baca Juga:

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

Menjadi pusat bisnis

Bagi saya, salah satu ciri khas dari bisnis adalah persaingan. Bisnis, sejatinya adalah mencari cara untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi, yang akan terjadi di Kertek Wonosobo adalah penguasaan bisnis oleh orang-orang yang memiliki modal besar. Sementara itu, usaha kecil dan menengah milik masyarakat lokal terkadang tidak secara konsisten berkembang.

Pusat dan persaingan bisnis harus menjadi perhatian di Kertek Wonosobo. Ini supaya masyarakat lokal tidak menjadi turis di negeri sendiri. Masyarakat seharusnya harus dapat bekerja sama secara ekonomi namun harus dengan tujuan bersama. Pola bisnis yang bersifat gotong royong seharusnya dilakukan, bukan dengan mekanisme pasar di mana modal besar akhirnya akan menguasai modal kecil.

Penulis: Yoga Aditya L

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Banyak Kota di Indonesia Harus Belajar dari Keberhasilan Wonosobo Menata Alun-Alun sebagai Ruang Terbuka Hijau Sekaligus Memanusiakan PKL

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: Jalan KertekJalan Kertek Wonosobojawa tengahwonosobo
Yoga Aditya L

Yoga Aditya L

ArtikelTerkait

7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

9 September 2024
Tegal di Mata Pendatang: Berkendara di Tegal Ngeri-ngeri Sedap, Warga Lokal Banyak yang Ugal-ugalan di Jalan

Tegal di Mata Pendatang: Berkendara di Tegal Ngeri-ngeri Sedap, Warga Lokal Banyak yang Ugal-ugalan di Jalan

3 Maret 2024
Blora Nggak Melulu Soal Cepu, Ada Kecamatan Jepon yang Tak Kalah Lengkap dan Modern

Blora Nggak Melulu Soal Cepu, Ada Kecamatan Jepon yang Tak Kalah Lengkap dan Modern

30 Desember 2023
5 Tips KKN di Demak dari Pemuda Setempat (Unsplash)

5 Tips KKN di Demak dari Pemuda Setempat yang Prihatin Melihat Ada Mahasiswa Diusir Warga

1 Agustus 2023
Jalan Demak-Welahan Lebih Menyiksa Pengendara daripada Jalan Pantura Demak

Jalan Demak-Welahan Lebih Menyiksa Pengendara daripada Jalan Pantura Demak

5 Juli 2023
Wonosobo Bukan Destinasi Wisata Ramah buat Kaum Mendang-Mending, Turunkan Ekspektasi dan Perbanyak Isi Dompet sebelum ke Sini

Wonosobo Bukan Destinasi Wisata Ramah buat Kaum Mendang-Mending, Turunkan Ekspektasi dan Perbanyak Isi Dompet sebelum ke Sini

4 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.