Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Menang Cepat dari Shinkansen Jepang, tapi Kalah Telak Soal Menjawab Kebutuhan Warga

Tiara Uci oleh Tiara Uci
17 Maret 2024
A A
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Menang Cepat daripada Shinkansen Jepang, tapi Kalah Telak dalam Menjawab Kebutuhan Warga

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Menang Cepat daripada Shinkansen Jepang, tapi Kalah Telak dalam Menjawab Kebutuhan Warga (Unsplash.com0

Share on FacebookShare on Twitter

Konektivitas, rute, dan biaya

Whoosh memiliki satu rute saja, yaitu Jakarta-Bandung, atau lebih tepatnya ke Padalarang dan Tegalluar. Kalau mau ke Kota Bandung, kita bisa turun di Padalarang lalu oper menggunakan kereta feeder.

Untuk konektivitas dengan mode transportasi lain, Whoosh juga terbilang cukup mumpuni karena sudah terkoneksi dengan bus DAMRI, TransJakarta, LRT, bahkan ojek online. Meskipun masih kurang di sana sini, tapi secara konsep konektivitasnya sudah bagus, sih.

Harga tiket Whoosh dari Jakarta (Stasiun Halim) menuju Padalarang dengan jarak 125 km adalah Rp200 ribu (kelas ekonomi). Tapi jika membeli tiket di weekend harganya naik menjadi Rp250 ribu. Jika dirata-rata, Whoosh memberikan tarif Rp1600/km.

Berbeda dengan Whoosh, Shinkansen memiliki rute yang panjang dan menjangkau seluruh Jepang. Konektivitas dengan mode transportasi lainnya tak perlu dipertanyakaan lagi karena sudah terkoneksi dengan beragam pilihan. Harga tiket Shinkansen ekonomi reserve dari Tokyo ke Osaka yang berjarak 492 km adalah Rp1,6 juta, atau rata-rata Rp3252/km.

Jika dilihat dari nominal harganya, tiket Shinkansen memang lebih mahal. Akan tetapi jika dibandingkan dengan pendapatan rata-rata warga di setiap negara, yaitu UMR Tokyo (Rp49,2 juta/bulan) dan UMR Jakarta (Rp5 juta/bulan) jelas sekali tiket Whoosh jauh lebih mahal bagi warga Jakarta atau Indonesia pada umumnya ketimbang tiket Shinkansen bagi warga Tokyo dan Jepang secara keseluruhan.

Kesimpulan dari Whoosh vs Shinkansen

Jika membicarakan teknologi dan kecepatan, Whoosh memang lebih unggul dari Shinkansen. Hal tersebut sebenarnya wajar mengingat Whoosh mulai dibuat pada tahun 2016. Sementara itu, Shinkansen pertama kali dibuat pada tahun 1964.

Akan tetapi jika dilihat dari tujuan pembangunan kereta cepat itu sendiri, saya rasa Whoosh belum bisa disandingkan dengan Shinkansen di Jepang.

Begini, Shinkansen mampu menjawab kebutuhan transportasi umum cepat bagi warga Jepang secara keseluruhan. Di Jepang, proyek Shinkansen mulanya dibuat oleh pemerintah Jepang untuk menghubungkan wilayah Jepang yang jauh dari ibu kota (Tokyo) untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di daerah yang tertinggal.

Baca Juga:

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

Rute pertama Shinkansen adalah Stasiun Tokyo ke Shin-Osaka. Di sepanjang jalur Shinkansen atau di wilayah sekitarnya, dibuat jalur komuter line untuk meningkatkan mobilitas warga di sekitar daerah metropolitan sehingga geliat perekonomian di daerah tersebut bisa cepat berkembang.

Mari kita bandingkan dengan logika pemerintah Indonesia saat membangun Whoosh. Kereta cepat Whoosh masuk dalam proyek stategis nasional. Jika merujuk pada statement Presiden Jokowi, kereta Whoosh dibangun untuk mobilitas dan peningkatan perekonomian warga.

Pertanyaannya, apakah semendesak itu membangun Whoosh? Apakah dampak ekonominya akan signifikan dan sebanding dengan biaya bombastis yang dikeluarkan negara dengan uang hasil utang?

Proyek Whoosh terkesan dipaksakan

Saya bukannya nggak sepakat dengan modernitas, tapi ini soal urgent atau tidaknya. Apakah Whoosh dibangun atas dasar kebutuhan atau keinginan?

Mengingat pilihan transportasi dari Jakarta ke Bandung dan sebaliknya sudah beragam—ada kereta api, pesawat, dan bus—saya kira proyek Whoosh terkesan dipaksakan. Ibaratnya, negara ini adalah pekerja Jogja dengan gaji bulanan hanya Rp2 juta dan sudah memiliki Honda Beat untuk sarana transportasi, tapi malah ambil pinjol untuk membeli Rubicon dengan alasan agar mobilitas lebih cepat sehingga pendapatan bulanan naik. Logika yang nggak masuk akal dan aneh, kan?

Selain itu, dalam konteks Shinkansen, wilayah Jepang yang luas daratannya lebih lebar ketimbang lautan, membangun kereta cepat tentu masuk akal. Namun, bagi negara kepulauan seperti Indonesia, jika ingin membuat perekonomian merata dan nggak ada kesenjangan yang lebar antara daerah, harusnya pemerintah memberikan subsidi pada tiket pesawat murah untuk daerah-daerah tertinggal. Harapannya agar warga di wilayah yang jauh dari pulau Jawa bisa menikmati fasilitas transportasi yang sama dengan Jawa. Bukannya malah membangun kereta cepat yang rutenya pendek sekali dan hanya bisa diakses segelintir orang.

Kalau sekadar buat gaya-gayaan agar terlihat seperti negara modern, Whoosh memang berhasil dan cukup membanggakan. Akan tetapi, jika disamakan dengan Shinkansen yang menjawab kebutuhan warga Jepang, Whoosh jelas kalah. Sebab, hal yang paling penting dalam pembangunan transportasi umum adalah menjawab kebutuhan mobilitas seluruh warga, bukan sekadar untuk bergaya.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pengalaman Naik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh untuk Pertama Kali.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2024 oleh

Tags: jepangkereta cepatkereta cepat jakarta bandungpilihan redaksishinkansentransportasi massaltransportasi publiktransportasi umumwhoosh
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Pos Ketan Legenda, Kuliner Legendaris yang Biasa Saja dari Kota Batu terminal mojok.co

Pos Ketan Legenda, Kuliner Legendaris yang Biasa Saja dari Kota Batu

13 Januari 2022
3 Hal Nggak Enaknya Tinggal di Negara 4 Musim Terminal Mojok

3 Hal Nggak Enaknya Tinggal di Negara 4 Musim seperti Jepang

9 Februari 2022
Jarang Ganti hingga Salah Ukuran, Inilah 10 Kesalahan Pakai Bra yang Biasa Dilakukan Perempuan

Jarang Ganti hingga Salah Ukuran, Inilah 10 Dosa Saat Pakai Bra yang Biasa Dilakukan Perempuan

9 Oktober 2022
Pelayanan Adminduk Surabaya Pantas Diacungi Jempol, dan Bikin Daerah Lain Makin Iri dengan Surabaya jogja kuliah di Jogja

Jujur Saja, Surabaya Jauh Lebih Pantas Menyandang Gelar Kota Pelajar, Bukan Jogja, yang Jelas-jelas Tak Ramah untuk Pelajar

26 Februari 2024
Pengalamanku sebagai Warga Lokal Jepang Merasakan Langsung Sistem Siaga Bencana di Jepang: Jauh Lebih Siaga Menghadapi Bencana, Jauh ketimbang Indonesia

Pengalamanku sebagai Warga Lokal Jepang Merasakan Langsung Sistem Siaga Bencana di Jepang: Jauh Lebih Siaga Menghadapi Bencana, Jauh ketimbang Indonesia

1 Agustus 2025
4 Mobil Toyota yang Remuk Redam di Pasaran Terminal Mojok

4 Mobil Toyota yang Remuk Redam di Pasaran

24 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada (Unsplash)

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada

10 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
6 Alasan Perantauan seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo Mojok.co

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

12 Januari 2026
4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.