Kepribadian Orang Bisa Ditebak Melalui Cara Mereka Melewati Polisi Tidur – Terminal Mojok

Kepribadian Orang Bisa Ditebak Melalui Cara Mereka Melewati Polisi Tidur

Artikel

Wikan Agung Nugroho

Sebagai seseorang yang kurang kerjaan, saya kerap kali mengamati cara seseorang melintasi polisi tidur. Banyak sekali cara yang digunakan para pengendara motor mulai dari memelankan laju kendaraan, melipir ke pinggir, mempercepat laju kendaraan, hingga melakukan jumping layaknya melawati gundukan trek motocross. Aneh-aneh memang.

Pernahkah kalian berpikir bahwa cara kalian melintasi beberapa polisi tidur sangat mungkin mencerminkan kepribadian? Para ahli pernah bilang bahwa kebiasaan dan lingkungan dapat membentuk karakter seseorang, kebiasaan melewati polisi tidur ini secara tidak langsung membentuk karakter kepribadian juga dong. Oleh karena saya kurang kerjaan, maka saya bakal menebak kepribadian orang-orang.

Normatif alias biasa aja

Orang yang memiliki kepribadian normatif adalah orang memelankan laju kendaraanya dalam melewati polisi tidur. Kepribadian normatif merupakan kepribadian ketika seseorang sangat berpedoman dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat dan menjaga tata nilai di masyarakat. Orang dengan kepribadian normatif sangat patuh dengan peraturan mengenai polisi tidur yang digunakan untuk memperlambat laju kendaraan.

Orang yang cenderung selow ini lebih santai dalam berkendara tidak kesusu. Mempraktikkan dengan baik pepatah jawa alon-alon sing penting bakal kelakon (pelan-pelan yang penting akan sampai tujuan).

Licik alias nggak punya hati

Pengendara yang ketika melewati polisi tidur memilih melipir ke pinggiran dan cari celah, bisa jadi adalah orang orang yang licik dan cenderung suka mengakali sesuatu. Orang-orang seperti ini biasanya berkendara dalam kondisi cepat, namun tidak mau menerima risiko. Alhasil mereka melewati celah yang ada di pinggir jalan.

Menurut saya orang orang yang licik ini cenderung tidak memiliki nurani dan cenderung tidak menghargai adanya polisi tidur. Sudah susah-susah dibikinkan trik agar berkendara tidak serampangan, eh malah tetap berkelit. 

Untuk meminimalisir orang-orang yang licik ini harusnya dibangun polisi tidur tanpa celah. Pokoknya gimana caranya nggak bisa diakali lagi. Niscara orang licik ini bakal pasrah.

Koleris alias bodo amat

Pengendara yang justru mempercepat kendaraanya ketika akan melewati polisi tidur dan cenderung bodo amat adalah orang yang berkepribadian koleris. Orang dengan kepribadian koleris dikenal memiliki sifat keras kepala, tak suka basa basi, hanya mau menangnya sendiri. Sudah jelas-jelas ada gundukan semen melintang, kok malah digas, ya rasakan akibatnya.

Salah satu akibatnya adalah velg motor akan peok (bengkok) karena roda dipaksa melaju dengan cepat di jalan yang tidak rata. Damage kedua yang ditimbulkan khususnya untuk pengendara motor adalah tergencetnya buah zakar oleh beban tubuh kita pada beberapa saat, ini ditimbulkan karena tubuh pada beberapa detik akan terbang sedikit ke atas dan akan mendarat dengan cepat. Damage ketiga adalah bentakan, umpatan dan sumpah serapah oleh warga yang tinggal di area dekat polisi tidur.

“Mas sehat opo ra mas?”

Konservatif alias main aman

Pengendara dengan kepribadian konservatif adalah pengendara yang saat melewati polisi tidur lebih memilih turun dari dari kendaraan dan mendorong kendaraan tersebut. Hal ini demi menjaga kondisi kendaraan tetap prima dan aman. Kepribadian konservatif menurut Cambridge Dictionary konservatif (adj) berarti “against change”, yang artinya menolak atau anti-perubahan.  Demi alasan apa pun pengendara konservatif ini layak diapresiasi, sampe turun dari motor dan mendorongnya agar fungsi fungsi sparepart motornya tetap berjalan normal seperti biasanya.

Berdasarkan pengamatan saya, si konservatif ini sangat jarang saya temui, bahkan seumur hidup saya hanya pernah melihat 2 kali. Ketika itu karena penasaran,  langsung saya tanyai saja.

“Lho, Pak, opo’o sepedah motor e kok disurung? Bocor to, Pak?” (Lho, Pak, kenapa sepedah motornya kok didorong? Bocor ya, Pak?)

“Ngak, Mas, eman motor e tas tuku e wedi lek bejat, Mas.” (Nggak mas, sayang motornya baru beli, takut kalau rusak, Mas.)

Kepribadiannya dipertanyakan

Pengendara yang melakukan jumping secara sok-sokan saat melewati polisi tidur, ini menurut pandangan saya adalah orang yang kepribadiannya paling aneh. Wong sudah jelas polisi tidur yang digunakan memperlambat laju kendaraan, ini malah digunakan layaknya arena trek motocross. Heran! Saya menduga menduga fenomena pengendara yang sok-sokan jumping ini adalah pengendara yang dulunya gagal jadi atlet motocross atau pengin nyari trek motocross, tapi nggak kesampean.

BACA JUGA Menebak Kepribadian Seseorang dari Caranya Membuka Pintu dan tulisan Wikan Agung Nugroho

Baca Juga:  Berkaca dari Kasus Sulli: Netizen Memang yang Terbaik Untuk Urusan Merusak Kesehatan Jiwa Orang Lain
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
17


Komentar

Comments are closed.