Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Kenapa Skill Requirement di Lowongan Kerja Perusahaan Kadang Nggak Ngotak?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
12 Agustus 2021
A A
dunia kerja lowongan kerja perusahaan info lowongan pekerjaan IPK Plus Minus Posting CV di Media Sosial bagi Pelamar Kerja terminal mojok.co bikin cv lamaran kerja desain kreatif

Bukan Lagi Blangko dan Desain Canva, Goyang TikTok pun Bisa Jadi CV Kreatif buat Lamar Kerja terminal mojok.co cv lamaran kerja desain kreatif

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini, dunia kerja dihebohkan lagi dengan informasi geger yang itu-itu saja. Nggak akan jauh-jauh dari lowongan kerja perusahaan yang persyaratannya bikin geleng-geleng kepala. Wajar saja jika khalayak—yang tentu saja sebagian di antaranya para pencari kerja—mangkel sekaligus takjub mengetahui daftar persyaratan yang nggak ngotak banget itu.

Barangkali kalian melewatkan informasinya, sini, biar saya kasih kisi-kisi. Pertama, lowongan kerja untuk posisi IT programmer di salah satu perusahaan under BUMN yang daftar kualifikasinya membikin bulu kuduk para pekerja IT merinding. Kedua, info lowongan magang yang salah satu syaratnya harus punya pengalaman magang.

Khusus untuk poin pertama, banyak warganet yang senewen dan ikut meramaikan dengan memberi komentar, “Nggak sekalian cari avatar saja? Biar bisa mengendalikan elemen air-api-udara-tanah secara bersamaan?”

Sedangkan untuk poin kedua, kok bisa-bisanya, sih, syarat magang di suatu perusahaan, harus punya pengalaman magang terlebih dahulu? Pak/Bu, orang yang pengin magang itu justru mau cari pengalaman. Aduh, gitu aja masa mesti diingatkan, sih.

Bisa dipahami jika banyak ungkapan kekesalan tanpa filter di kolom komentar. Lha, gimana. Yang dicari IT Programmer, tapi persyaratannya kok agak nganu. Memang, sih, ada embel-embel “nilai tambah” di belakang persyaratannya. Namun, sulit dimungkiri bahwa, hal tersebut jadi terkesan memberatkan bagi sebagian pencari kerja yang ingin mencoba peruntungan untuk melamar di posisi tersebut.

Sebagian mungkin masih bertanya-tanya dan penasaran. Di antara kedua informasi tentang lowongan kerja perusahaan yang persyaratannya nggak ngotak itu, sebetulnya lumrah dan sah-sah saja nggak, sih, dilakukan untuk keperluan seleksi karyawan?

Sebelum klean-klean larut dalam luapan kekesalan sendiri, saya akan coba beri sudut pandang lain terkait hal tersebut, dari sisi HRD atau perekrut. Bukan untuk membenarkan persyaratan lowongan kerja yang nggak ngotak, lebih kepada memberi insight dan memberi jawaban kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Pertama, sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui

Beberapa di antara kalian mungkin sudah familiar tentang lowongan pekerjaan yang persyaratannya terkesan rangkap jabatan dan kudu banget bisa mengerjakan apa pun. Posisinya untuk apa, latar belakang pendidikannya apa, tapi harus punya kemampuan apa. Selain membagongkan, trik seperti ini digunakan agar satu orang bisa mengerjakan banyak hal di kantor. Sadis, sih. Namun, memang begitu realitasnya.

Baca Juga:

Wanita Sudah Menikah Sulit Dapat Kerja: HRD Cari Karyawan Apa Calon Mantu?

Info Loker dengan Syarat Lulusan Universitas Ternama Itu Primitif dan Diskriminatif

Tentu saja, tidak ada salahnya bagi kalian yang ingin mencoba melamar di posisi yang persyaratannya semacam ini. Kuncinya, ada pada saat interview. Manfaatkan untuk berdiskusi dan banyak bertanya kepada HRD. Dan jika beruntung lalu diterima, cek kontrak kerja dengan teliti. Apakah deskripsi pekerjaan semenyeramkan seperti yang terlampir pada iklan lowongan kerja? Atau justru, persyaratan tersebut hanya untuk mengetes mental para pencari kerja saja?

Kedua, mempersempit pelamar kerja yang mendaftar untuk suatu posisi

Bagi HRD atau recruiter, screening CV dari mulai puluhan, ratusan, bahkan ribuan, sudah menjadi makanan sehari-hari yang mengenyangkan—meski tidak selalu lezat dan nikmat. Untuk meminimalisir membludaknya pelamar kerja, trik yang digunakan adalah dengan cara melampirkan persyaratan yang lebih spesifik, rinci, dari suatu posisi yang sedang dibutuhkan. Bagaimana pun, beberapa strategi harus dilakukan. Apalagi jika target pemenuhan karyawan sangat ketat.

Itulah kenapa, sering kali ada beberapa persyaratan yang cukup ajaib. Salah satu harapan dan tujuannya—selain memang kemampuan tersebut yang dibutuhkan—agar hanya pelamar kerja yang memenuhi kualifikasi yang melamar untuk posisi tersebut.

Kendati demikian, jika kalian pengin coba kirim lamaran dan nggak semua persyaratannya terpenuhi, sah-sah saja dilakukan. Toh, pada akhirnya, yang bertanggungjawab mengecek lamaran kalian adalah HRD perusahaan.

Ketiga, mengaplikasikan konsep ekonomi ala Adam Smith

Teori ekonomi “Dengan modal sekecil-kecilnya, mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya,” ala Adam Smith, betul-betul dipraktikan untuk poin ini. Betapa tidak. Jika persyaratan kerja bejibun dan bikin pusing setengah mampus, tapi diimbangi dengan benefit/income yang mumpuni, mungkin para pelamar kerja atau calon karyawan, sedikit mendapatkan angin segar. Meskipun ada perasaan mangkel tipis-tipis, “Ya, setidaknya pusing yang dirasakan seimbang dengan benefit yang didapat.”

Namun, kalau benefit nggak seimbang, tentu saja harus diwaspadai. Dalam hal ini, selama proses perekrutan berlangsung, sangat disarankan untuk berdiskusi/negosiasi sampai mencapai kesepakatan soal benefit apa saja yang didapat. FYI,  selain pengin menggunakan konsepnya Adam Smith, beberapa perusahaan juga melakukan hal ini karena penyesuaian budget. Soal ini, sih, sudah masuk ke dalam dapur perusahaan, ya.

BACA JUGA Seandainya Lionel Messi Karyawan Kantoran yang Kontraknya Nggak Diperpanjang dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2021 oleh

Tags: Gaya Hidup Terminalinfo lokerlowongan kerja perusahaanskill requirementsyarat
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Cat Rumah Putih_ Faktanya Nggak Seindah Teori, Bund! terminal mojok

Cat Rumah Putih: Faktanya Nggak Seindah Teori, Bund!

26 Juni 2021
Daftar Hadiah Majalah Jadul yang Paling Ditunggu oleh Kawula Muda Tahun 2000-an terminal mojok

Daftar Hadiah Majalah Jadul yang Paling Ditunggu oleh Kawula Muda Tahun 2000-an

6 Juli 2021
Tiga Kado Pernikahan Useless yang Bisa Diestafetkan untuk Bertemu Jodohnya terminal mojok.co

Tiga Kado Pernikahan Useless yang Bisa Diestafetkan untuk Bertemu Jodohnya

2 Juli 2021
Hal yang Menguntungkan Ketika Menggunakan Fitur Instagram Private terminal mojok.co

Instagram Reels: Setelah Snapchat dan TikTok, Siapa Lagi yang Mau Direbut Pasarnya, Wahai Instagram?

1 Juli 2021
Berkat Resep Jebolan MasterChef Indonesia, Saya Jadi Kecanduan Masak terminal mojok

Berkat Resep Jebolan MasterChef Indonesia, Saya Jadi Kecanduan Masak

24 Mei 2021
Istilah-istilah Kondisi Komik dalam Transaksi Jual Beli Komik yang Perlu Kamu Ketahui terminal mojok

Istilah-istilah Kondisi Komik dalam Transaksi Jual Beli Komik yang Perlu Kamu Ketahui

27 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.