Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Kenapa Lanjut S-2 Selalu Dikaitkan tentang Kerja? Salahkah, kalau Memang untuk Menuntut Ilmu?

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
17 Mei 2021
A A
Kenapa Lanjut S-2 Selalu Dikaitkan tentang Kerja? Salahkah, kalau Memang untuk Menuntut Ilmu? terminal mojok.co

Kenapa Lanjut S-2 Selalu Dikaitkan tentang Kerja? Salahkah, kalau Memang untuk Menuntut Ilmu? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Seiring mulai lulusnya mahasiswa program sarjana S-1 dan mulai dibukanya pendaftaran program pascasarjana S-2, saya menemukan berbagai opini masyarakat. Opini tersebut entah secara langsung maupun dari media sosial mengenai mereka yang berkeinginan lanjut S-2.

Seperti yang saya alami saat ini ketika saya memiliki keinginan untuk lanjut S-2. Jadi, beberapa tetangga saya banyak yang mengira bahwa saya memiliki keinginan untuk menjadi dosen, hanya karena saya memiliki keinginan lanjut S-2. Salah satu syarat menjadi dosen sendiri memiliki pendidikan minimal S-2.

Adapun opini lain yang saya temui di beberapa media sosial, seperti mereka yang lanjut S-2 hanya untuk pelarian dari persaingan dunia kerja yang sengit. Hanya karena nggak dapat pekerjaan yang diinginkan, akhirnya lanjut S-2 agar nggak terlihat pengangguran.

Opini lain juga saya temui dari teman kos saya semasa saya masih kuliah S-1. Dia lanjut S-2 hanya karena tuntutan instansinya tempat bekerja menjadi guru. Ibarat peningkatan kualitas guru di sekolahnya melalui peningkatan pendidikan pengajarnya ke jenjang yang lebih tinggi.

Kasus seperti ini juga sering saya temui di beberapa dosen saya yang masih bergelar magister. Mereka dituntut oleh pihak kampus untuk memiliki gelar doktor supaya kualitas kampus mereka meningkat.

Setelah saya pikir-pikir, memangnya nggak boleh ya, jika lanjut S-2 itu hanya karena ingin menuntut ilmu atau memperdalam keilmuan? Apakah terlalu naif berpikiran semacam itu di dunia ini yang apa-apa serba uang? Atau terlalu idealis di tengah kehidupan yang serba materialis?

Kalau boleh jujur, saya cukup geram dengan berbagai opini masyarakat mengenai mereka yang lanjut S-2 dan dikaitkan tentang dunia kerja. Saya sendiri memiliki keinginan untuk lanjut S-2 bukan karena pekerjaan sedikitpun. Melainkan saya hanya ingin memperdalam keilmuan saya, itu saja.

Apakah saya pelarian dari sengitnya dunia kerja? Saya rasa tidak. Asalkan kalian tau, saya saat ini sedang mengoperasikan toko fotokopi sekaligus konter saya sendiri. Saya juga pernah ditawari berbagai pekerjaan yang mungkin menurut beberapa orang memiliki prospek bagus, seperti menjadi peneliti di salah satu media televisi, menjadi penulis jurnalis, bahkan menjadi pegawai kedinasan. Hanya saja berbagai tawaran tersebut kebanyakan yang saya tolak.

Baca Juga:

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Bekerja Sampai Lelah Tidak Pernah Sepadan, tapi Berhenti Bekerja Tidak Membawa Damai

Lantas, apakah keinginan lanjut S-2 saya ini karena tuntutan pekerjaan? Seperti yang kalian tau sendiri, tempat fotokopi mana yang menuntut untuk berpendidikan S-2? Iya, kalau tempat fotokopinya elite bintang lima gitu, lah. Tempat fotokopi yang saya kelola ini hanyalah tempat fotokopi kampung biasa, bahkan anak SMA pun bisa mengoperasikannya.

Lagipula, keinginan saya untuk lanjut S-2 bukan di keilmuan desain, mesin/teknologi, atau apa pun yg berhubungan dengan fotokopi. Justru, saya ingin melanjutkan S-2 di keilmuan sosial, untuk memperdalam keilmuan saya di program S-1 sebelumnya.

Terus, apakah saya memiliki keinginan untuk menjadi dosen? Tentu tidak sama sekali. Saya merupakan individu yang sangat lemah dalam vokal. Meskipun saya telah melatih keterampilan ini dengan cara menjadi aktivis di suatu ormek dengan harapan dapat lihai orator, tapi usaha saya itu sia-sia saja.

Padahal syarat penting menjadi pendidik adalah lihai dalam vokal. Dan, saya lemah akan hal itu. Oleh karenanya, kelemahan vokal saya ini saya tutupi dengan keterampilan dalam menulis.

Beberapa pola pikir mengenai pendidikan yang diorientasikan dalam dunia kerja memang telah tertanam dengan rapi di benak setiap masyarakat. Maka, ketika ada orang yang bersekolah, menempuh pendidikan hanya untuk mendapatkan ilmu, menuntut ilmu atau mencari ilmu, akan dianggap naif, sok idealis, nggak tau apa-apa tentang dunia kerja dan lain sebagainya.

Padahal, menurut saya pola pikir semacam ini hanyalah akal-akalan beberapa pihak yang memanfaatkan pendidikan sebagai ladang bisnis mereka. Mereka ini menanamkan agar sekolah itu hanya untuk kerja, nggak lebih. Dan, mereka berhasil menanamkan pola pikir semacam ini bahwa pendidikan sangat erat kaitannya dengan kerja.

Saya sendiri menolak penanaman pola pikir semacam ini. Menurut saya, pendidikan itu intinya agar nggak gampang digobloki, itu saja. Terutama oleh oknum-oknum yang nggak bertanggung jawab. Kenapa kita dulu gampang dijajah? Ya, karena kita dulu gampang digobloki sama kompeni. Coba kita cerdas, ya nggak bakal dijajah.

Dan, jalan agar nggak gampang digobloki adalah dengan menuntut ilmu, seperti dalam visi kemerdekaan negeri ini yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya sendiri, pilihan untuk lanjut S-2 adalah jalan ninja saya untuk menuntut ilmu dan agar nggak gampang digobloki.

BACA JUGA Betapa Naifnya Orang yang Maksa Kuliah S-2 Cuma Buat Jadi Pelarian dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: bekerjaKuliah s-2Lanjut s-2menuntut ilmu
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
5 Tipe Atasan Menyebalkan di Tempat Kerja dan Cara Menghadapinya Terminal Mojok

5 Tipe Atasan Menyebalkan di Tempat Kerja, Mulai dari si Superindo sampai si Sugih

25 November 2022
3 Culture Shock yang Saya Rasakan Saat Beralih Kerja Remote dari Kerja Kantoran, Nyatanya Nggak Seindah Konten TikTok

3 Culture Shock yang Saya Rasakan Saat Beralih Kerja Remote dari Kerja Kantoran, Nyatanya Nggak Seindah Konten TikTok

8 Oktober 2025
Kerja Berharap Reward? Jangan Jadi PNS! Shutterstock

Kerja Berharap Reward? Jangan Jadi PNS!

24 April 2022
gaji dua digit staf admin Dear Fresh Graduate, Gaji Pas-pasan Belum Tentu Rezeki Juga Pas-pasan

Dear Fresh Graduate, Gaji Pas-pasan Belum Tentu Rezeki Juga Pas-pasan

2 Desember 2019
Pengangguran Terjadi Bukan Karena Keadaan, Tapi Faktor Gengsi sarjana mahasiswa lowongan kerja terminal mojok.co

Bekerja Kok untuk Duit, Aneh

28 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

3 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.