Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Kenapa sih Intel kalau Menyamar Seringnya Jadi Tukang Bakso? Kan Bisa Jadi yang Lain Gitu

Nanang Dwi Mulyanto oleh Nanang Dwi Mulyanto
9 November 2022
A A
Surat Terbuka dari Tukang Bakso Keliling untuk para Intel di Indonesia

Surat Terbuka dari Tukang Bakso Keliling untuk para Intel di Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau Anda berbincang dengan intel, saya yakin pasti Anda akan bertanya pernahkah mereka nyamar jadi tukang bakso. Memang segitu lekatnya dua profesi yang sebenarnya berlawanan ini: intel menangkap penjahat, tukang bakso menyediakan makanan. Beda jauh anjir.

Tak tahu siapa yang memulai, tapi hubungan dua profesi ini sudah jadi rahasia umum. Ketika Anda ngetwit kritik kebijakan, dan beberapa menit setelahnya ada tukang bakso nongkrong, pasti kalian akan tutup akun dan berganti nama. Dari Heru jadi Vicky Prasetyo, misal.

Tapi, kenapa sih intel harus nyamar jadi tukang bakso? Nggak yang lain gitu? Misal, tukang jual pulsa, jual gado-gado, ketoprak, atau malah jual togel gitu?

Dalam podcast Deddy Corbuzier, mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M Hendropriyono, menjelaskan alasan stigma intelijen yang identik dengan bakso. Alasannya tidak lain karena memang intelijen bisa menyamar sebagai tukang bakso atau tukang siomay. Iya.. Cuma itu penjelasan beliau.

Beliau tidak menyebutkan tukang sate, tukang ketoprak, atau tukang mi ayam. Alasan tidak masuknya tukang sate dalam list penyamaran intelijen mungkin lebih dapat diterima. Tidak lain tidak bukan karena image tukang sate yang sudah terlalu lekat dengan Suzzanna. BIN tidak ingin merusak reputasi tersebut. Tapi, bagaimana dengan bakul-bakul lainnya?

Setelah saya (yang terlalu selo) selidiki, ternyata masuk akal juga kenapa intel memilih menyamar jadi tukang bakso.

Pertama, bakso itu mudah disajikan. Tinggal ambil mi (tentu saja setelah nanya pake mi apa ndak sebanyak 4 kali), ambil seledri, bawang goreng, micin secukupnya, bakso, kuah. Selesai. Ra aneh-aneh.

Bayangkan kalau misal mereka menyamar jadi tukang gado-gado. Alamak, nyiapinnya lama betul. Masih harus nguleg bumbu segala. Atau katakanlah, jualan pulsa. Masih harus nyatet nomor, nunggu transaksi kelar, sama nungguin orang yang milih-milih paketan, tapi berujung beli pulsa lima ribu doang. Kasian intel, kerjanya kudu gini banget.

Baca Juga:

5 Hal Menyebalkan dari Tukang Bakso Keliling

Wanita Jawa Jatuh Cinta dengan Orang Maluku Utara: Saya Tidak Sedang Mewujudkan Hubungan yang Bhinneka Tunggal Ika

Apalagi kalau nyamar jadi tukang jualan mi ayam. Alamak, nunggu mi mateng bisa kabur ke Singapura itu target.

A.M Hendropriyono menambahkan, meskipun tugas seorang intelijen adalah spionase hingga tak melakukan kontak fisik, seorang intelijen akan tetap dibekali pelatihan fisik untuk bertarung, menembak, hingga melempar pisau. “Mencari keterangan sampai dia tahu dan kenal betul siapa musuh, siapa rakyat, bagaimana kondisi medan, dan akses menuju jantung pertahanan,” jelas beliau. Nah, di sini rupanya pokok permasalahannya.

Ternyata pelatihan yang dibekalkan kepada seorang intelijen hanya meliputi latihan fisik untuk menghadapi sebuah pertarungan. Tidak terdapat pelatihan untuk menghadapi masalah yang lebih krusial di medan pengintaian, yaitu pelatihan memasak. Sebuah elemen fundamental yang akan sangat mempengaruhi blantika penyamaran Indonesia.

Dengan adanya pelatihan cara memasak, seorang intel akan mampu bermetamorfosis menjadi semua “kang”. Bukan hanya kang bakso dan kang siomay, juga kang batagor, kang mi ayam, kang gorengan, kang martabak, kang cilok, kang ketoprak, kang rujak, kang ghosting, dan kang-kang lainnya.

Tentu saja ini akan menciptakan atmosfir yang sangat positif bagi keberagaman Indonesia. Daftar tukang yang layak untuk disamarkan oleh intel akan lebih variatif, lebih berwarna, lebih beragam cita rasa, lebih ber-bhineka. Kita semua selaku masyarakat taat pajak tentu sangat berharap jika ke depannya, dominasi tukang bakso sebagai calon tunggal daftar yang dapat disamarkan oleh intelijen akan segera berakhir. Kita sebagai sesama rakyat tentu sangat memahami bagaimana perasaan saudara-saudara kita yang profesinya belum pernah tersentuh daftar samarable intel.

Intel yang melakukan penyamaran dengan berbagai profesi masyarakat memang sangat sesuai dengan syair lagu, “Cicak-cicak di dinding, diam-diam merakyat”. Lagian, biar tukang bakso nggak dicurigai terus. Mereka jualan doang anjir, dituduh yang nggak-nggak.

Penulis: Nanang Dwi Mulyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Surat Terbuka dari Tukang Bakso Keliling untuk Intel di Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2022 oleh

Tags: Inteltukang bakso
Nanang Dwi Mulyanto

Nanang Dwi Mulyanto

Bapak 5 anak, berusaha sekuat tenaga jadi nasabah prioritas.

ArtikelTerkait

Jangan Nyinyirin Megawati yang Tak Mau Punya Menantu Tukang Bakso

Jangan Nyinyirin Megawati yang Tak Mau Punya Menantu Tukang Bakso

24 Juni 2022
intel yang menyamar

Guyonan Soal Intel yang Menyamar Itu Nggak Lucu!

18 Oktober 2019
IPDN ospek sekolah dinas sekolah kedinasan mojok.co

Di Ospek Jurusan Saya, Kakak Tingkat Menyamar Jadi Intel

22 Agustus 2020
3 Dosa Tukang Bakso yang Harus Ditinggalkan terminal mojok.co

3 Dosa Tukang Bakso yang Harus Ditinggalkan

1 Desember 2021
Wanita Jawa jatuh cinta dengan laki-laki Maluku Utara. (Unsplash.com)

Wanita Jawa Jatuh Cinta dengan Orang Maluku Utara: Saya Tidak Sedang Mewujudkan Hubungan yang Bhinneka Tunggal Ika

29 Juni 2022
guyonan tukang bakso di depan rumah mojok

Guyonan Tukang Bakso di Depan Rumah Itu Nggak Lucu dan Garing

20 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter, Dihina tapi Jadi Motor Tangguh dan Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.