Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Hewani

Kenapa Ada Orang yang Gampang Banget Jahatin Kucing?

M. Shafwan Syafiq oleh M. Shafwan Syafiq
21 Januari 2020
A A
pencinta kucing, Kenapa Ada Orang yang Gampang Banget Jahatin Kucing Sih?
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum menuju pembahasan, saya akan menceritakan mengapa saya menulis tulisan ini. Biar apa? Ya biar tulisan ini nggak dikira hasil saya mengarang lah, gimana, sih? Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 19 Januari 2020 sore, hujan deras memaksa saya untuk berteduh karena tak membawa jas hujan. Beruntungnya sekitar tempat tinggal saya mudah ditemui warung kopi. Sehingga saya lebih memilih berteduh di warung kopi daripada berebut tempat di depan Indomaret atau Alfamart.

Di tengah-tengah suasana hujan campur senja dan nikmatnya teh hangat, tiba-tiba terdengar teriakan dari seseorang yang tidak jauh dari tempat duduk saya. Sontak saya menoleh. Dan ternyata suara itu berasal dari seorang bapak-bapak yang sedang dikagetkan oleh anak kucing yang tiba-tiba meloncat di sebelahnya. Tiba-tiba dengan raut wajah kesal, bapak itu mengangkat anak kucing itu lalu dihempaskan dengan cukup keras ke lantai. Saya heran kenapa si bapak sampai kaget, apa dia sedang menonton… ah sudahlah~

Saya yang merasa iba karena ingat kucing saya di rumah mencoba mendekati kucing itu untuk menolongnya. Anak kucing itu sedikit menjauh awalnya, tapi ketika saya mencoba mendekati dengan pelan akhirnya saya berhasil menggendong anak kucing tersebut lalu saya bawa ke tempat duduk saya.

Sambil mengelus-elus anak kucing, saya dibuat heran bukan main dengan manusia macam bapak itu. Terlebih setelah saya menyaksikan peristiwa barusan secara langsung. Saya bertanya-tanya, kenapa sih manusia sampai tega memperlakukan binatang seperti itu? Bukankah kita sama-sama makhluk hidup? Bukankah sesama makhluk mempunyai hak untuk tidak disakiti?

Sejatinya, mungkin bukan saya seorang yang pernah mendapati peristiwa tidak mengenakkan macam ini. Pastinya kawan-kawan pembaca sering menemui kejadian serupa. Jujur saja, saya sangat geram dengan kejadian-kejadian buruk seperti ini. Di sini saya merasa geram bukan karena saya memposisikan diri sebagai pecinta lho ya. Toh kalau dipikir-pikir, tidak harus jadi pecinta kucing supaya kita tidak berbuat buruk kepada mereka, bukan?

Mungkin dalam ingatan para pembaca masih cukup segar dengan kasus yang nggak baru-baru amat tapi cukup menggemparkan. Kasus tentang kucing yang diberi minum Ciu oleh seorang pemuda lalu disebarkan lewat Instastory. Kucing itu akhirnya meregang nyawa karena keracunan. Ya meskipun si pemilik akun yang bersangkutan telah membuat video klarifikasi di YouTube. Tapi kalau boleh jujur, saya tidak percaya sedikitpun dengan klarifikasinya!

Dengan alasan apa pun, memperlakukan hewan dengan keji sama sekali tidak dapat dibenarkan. Kalau merasa terganggu, sila menyisakan sedikit makanan lalu letakkan di sekitar kucing tersebut lalu tinggalkan. Sedikit saja tak masalah, jangan pelit-pelit lah jadi manusia. Kalian bisa bernafas juga dari oksigen yang dihasilkan mahkluk hidup lain. Iya kan? Jadi, Stop berpikir bahwa segala yang ada di bumi ini cuma boleh dinikmati oleh manusia saja. Dasar penganut antroposentrisme!

Wiji Thukul seorang penyair sekaligus aktivis HAM pernah membuat sajak yang menceritakan Kucing, Ikan Asin dan Aku. Dalam sajaknya ia menulis:

Baca Juga:

Kucing Tak Hanya Hewan Peliharaan, bagi Petani, Kucing Adalah Pahlawan

Memilih Prabowo Subianto karena Memelihara Kucing adalah Alasan Paling Ngawur!

Seekor kucing kurus
menggondol ikan asin
laukku untuk siang ini
aku meloncat
kuraih pisau
biar kubacok dia
biar mampus!

ia tak lari
tapi mendongak
menatapku
tajam
mendadak
lunglai tanganku
-aku melihat diriku sendiri

lalu kami berbagi
kuberi ia kepalanya
(batal nyawa melayang)
aku hidup
ia hidup
kami sama-sama makan.

Tidak berat bukan untuk melakukan hal sekecil itu? Toh kita sama-sama tetap hidup dengan hak yang sama-sama terpenuhi, kan? Aku hidup ia hidup.

Saya jadi teringat pula dengan kalimat Imanuel Kant, seorang filsuf Jerman abad ke-18. Ia berkata “Ia yang kejam terhadap binatang juga menjadi kejam ketika berhubungan dengan orang lain. Kita bisa mengetahui hati seseorang dari sikapnya terhadap binatang.” Nah, ini berlaku juga buat kalian. Jadi, kalau kalian punya pasangan yang suka jahat sama binatang, tinggalin!

Kalau alasannya kucing lokal tidak selucu dan menggemaskan seperti kucing-kucing ras lainnya, percayalah bahwa mereka hanya berbeda ras. Jangan kalian diskriminasi. Ambil saja contohnya, seorang penggemar oppa-oppa Korea juga tidak memperlakukan kalian dengan buruk karena kalian tidak se-uwu idolnya.

Jadi, saya hanya ingin mengingatkan diri saya dan kawan-kawan pembaca untuk tidak berbuat buruk pada binatang. Tidak hanya kucing saja, tapi semua binatang. Karena fyi aja, sebenarnya binatang juga punya hak asasi lho. Dan itu sudah diakui oleh dunia internasional. Bahkan, di Indonesia telah diterbitkan beberapa regulasi yang mengatur soal hak-hak binatang. Jangan macem-macem, ya~

BACA JUGA Ngakunya Pecinta Kucing, tapi Cuma Cinta Kucing Impor atau tulisan M. Shafwan Syafiq lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: kasarKucingmakhluk hidup
M. Shafwan Syafiq

M. Shafwan Syafiq

Minggu libur, Senin masuk.

ArtikelTerkait

Bukan Benci, Ada Alasan Kenapa Perlu Mengusir Kucing dari Rumah Kita terminal mojok.co

Bukan Benci, Ada Alasan Kenapa Perlu Mengusir Kucing dari Rumah

27 Januari 2021
membuang kucing di pasar

Membuang Kucing di Pasar, Cara Pecundang Lari dari Tanggung Jawab

11 November 2021
kucing hilang kucing scabies pet lovers memelihara kucing mojok

Pengalaman Merawat Kucing yang Dibuang Babunya karena Scabies Kronis

6 Februari 2021
Kucing Liar Adalah Hama Terminal Mojok

Kucing Liar Adalah Hama

12 Desember 2022
manusia yang eksploitatif adalah manusia yang kegeeran mojok.co khotbah

Manusia yang Eksploitatif Adalah Manusia yang Kegeeran

18 September 2020
nyemil kucing

Pertunjukan Debus Memang Keren, Tapi Nggak Nyemil Kucing Hidup-Hidup Juga Kali!

3 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.