Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kemacetan di Jember Bukan karena PKL, tapi karena Mahasiswa!

Agus Miftahorrahman oleh Agus Miftahorrahman
18 November 2023
A A
Kemacetan di Jember Bukan karena PKL, tapi karena Mahasiswa!

Kemacetan di Jember Bukan karena PKL, tapi karena Mahasiswa! (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kegagalan Skema Satu Arah atau SSA untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah kampus Jember semakin menguatkan bahwa kemacetan adalah masalah serius bagi kota pendidikan di ujung timur Pulau Jawa ini. Terhitung sudah beberapa skema dan opsi diujicobakan untuk mengatasi masalah kemacetan Jember. Sayang, semuanya belum menghasilkan solusi dan memecah masalah kemacetan yang terjadi. 

Mulai dari upaya penataan dan relokasi PKL, pengaktifan kembali Bundaran Mastrip, hingga terbaru, SSA 24 jam, tak hanya menemui kegagalan, tapi juga mendapat penolakan dari masyarakat. Dalam banyak tulisan, pedagang kaki lima atau PKL menjadi kambing hitam dan kerap disalahkan sebagai penyebab kemacetan di wilayah kampus Jember. Tapi, apa iya PKL menjadi satu-satunya penyebab kemacetan? Memangnya nggak ada penyebab lainnya?

Hemat saya, untuk mengatasi masalah kemacetan turun temurun di wilayah Kampus Jember, tentu kita perlu mengetahui asal muasal dan penyebab kemacetan di Jember. 

Jalanan di wilayah kampus Jember sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang lalu-lalang tiap hari 

Untuk mengetahui penyebab kemacetan, saya memulai dengan asumsi dasar: jalanan di wilayah Kampus Jember sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang lalu-lalang setiap harinya. Sebelumnya, wilayah kampus Jember ini terdiri dari 4 jalan utama yang saling terhubung membentuk persegi.

Pertama, Jalan Jawa dengan kemacetan dan kepadatannya. Kedua, Jalan Kalimantan dengan Universitas Jember (UNEJ)-nya. Ketiga, Jalan Mastrip dengan gerbang belakang UNEJ dan ribuan mahasiswanya. Keempat, Jalan Riau dengan beragam jajanan dan warung kopinya. 

Mari kita mulai dengan Jalan Jawa. Jalan satu ini cukup padat dan bisa menampung hingga 4 kendaraan berjajar di saat bersamaan. Lantas, sumber lalu lintas jalan ini dari mana saja, sih?

Di Jalan Jawa, terdapat dua sekolah populer dengan ratusan siswanya. Ada SMAN 2 Jember dan SMPN 3 Jember. Selain itu, ada juga gedung Dispendukcapil yang setiap hari melayani ratusan warga Jember mengurus dokumen kependudukan. 

Dari ketiga lokasi itu, wajar kalau arus lalu lintas di Jalan Jawa terbilang cukup padat. Itu masih ditambah mahasiswa UNEJ serta puluhan kendaraan anggota DPRD yang kebetulan gedungnya berada di ujung Jalan Jawa, bersisian dengan Jalan Kalimantan. Makin padet, kan?

Baca Juga:

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Selanjutnya kita beranjak ke Jalan Kalimantan. Jalan paling padat di Jember ini cukup ikonik dengan double way-nya. Sumber lalu lintas di jalan ini cuma satu: mahasiswa UNEJ yang kuliah setiap hari. Nah, dari sekian banyak mahasiswa yang lewat sini, kebanyakan membawa kendaraan pribadi. Bahkan banyak juga mahasiswa yang naik mobil ke kampus. 

Kebayang kan padatnya lalu lintas Jalan Kalimantan dengan mahasiswanya itu? Ya, padat banget dan kemacetan udah jadi makanan sehari-hari siapa pun yang lewat sini. 

Terus, Jalan Mastrip dan Jalan Riau gimana? Keduanya memang jalan favorit mahasiswa untuk mencari kos atau kontrakan karena jaraknya cukup dekat dengan UNEJ. Maka nggak usah heran kalau penyumbang volume kendaraan terbesar adalah mahasiswa. Boleh dibilang penyebab utama kemacetan di wilayah kampus Jember adalah mahasiswa. 

Kemacetan biasa terjadi di jam sibuk

Tapi, PKL kan makan jalan dan trotoar! Mungkin begitu pikiran orang-orang. Iya saya tahu, PKL memang makan tepi jalan dan trotoar, tapi kalau volume kendaraannya normal, ya nggak bakal macet. Mau dipindah atau ditertibkan sampai Jalan Jawa nggak ada PKL-nya sama sekali, kalau volume kendaraannya masih cukup banyak, tetap saja jalan ini nggak bisa menampung volume kendaraan yang membludak.

Kemacetan di Jalan Jawa ini sebenarnya juga nggak terjadi 24 jam, kok. Palingan kemacetan terjadi di pagi hari waktu kebanyakan mahasiswa berangkat ke kampus, anak sekolahan berangkat ke sekolah, dan karyawan pergi ke kantor. Lalu lintas di Jember siang hari lumayan aman lancar, kok, palingan kerasa panasnya aja. 

Kemacetan akan kembali terasa di sore hari saat banyak mahasiswa pulang kampus, anak sekolahan pulang sekolah, dan karyawan pulang kantor. Nah, barulah kemacetan Jember sesi kedua dimulai. Sungguh nggak beruntung mahasiswa yang kebagian kuliah di jam-jam padat penuh kemacetan itu. 

Terus, setelah tahu penyebab kemacetan Jember yang tak kunjung ada solusinya ini kita harus gimana? 

Kalau tanya ke saya, saya bakal jawab begini. Untuk mahasiswa, maksimalkan mobilitas kalian. Kalau nggak butuh banget, jangan menyumbang kemacetan. Udah di kos aja, nonton YouTube atau ngerjain tugas biar cepet lulus. 

Untuk pemerintah, SSA sebenarnya bagus, kok. Bisa menjadi solusi sementara dan memecah kepadatan arus lalu lintas yang jadi masalah turun temurun di Jember. Tapi, cukup terapkan SSA di jam-jam sibuk saja. Nggak usah 24 jam juga. Yang perlu diatur itu lalu lintas manusia, bukan lalu lintas makhluk halus, Pak.

Penulis: Agus Miftahorrahman
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sistem Satu Arah 24 Jam Kampus (Masih) Bukan Solusi Kemacetan Jember, yang Ada Justru Nambah Masalah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2023 oleh

Tags: jalan satu arahjemberKabupaten JemberKemacetanmacet
Agus Miftahorrahman

Agus Miftahorrahman

Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam. Menaruh perhatian atas isu-isu sosial, lingkungan, dan literasi. Setiap pekan menjaga bara semangat literasi melalui Perpustakaan Jalanan Besuki Membaca.

ArtikelTerkait

Alasan Jember Kota yang Tepat untuk Melanjutkan Kuliah di Jawa Timur Mojok.co

Alasan Jember Kota yang Tepat untuk Melanjutkan Kuliah di Jawa Timur

3 November 2025
5 Lokasi Foto Prewedding di Jember yang Kerennya Nggak Kaleng-kaleng Terminal Mojok

5 Lokasi Foto Prewedding di Jember yang Kerennya Nggak Kaleng-kaleng

2 Februari 2022
Surat Terbuka untuk Dinas PU Jatim: Perbaiki Jalan di Alas Gumitir Secepatnya!

Surat Terbuka untuk Dinas PU Jatim: Perbaiki Jalan di Alas Gumitir Secepatnya!

19 Juli 2023
Kota Bandung Dibilang Mirip Gotham City? Lah, Bagusan Gotham Jauh!

Kota Bandung Dibilang Mirip Gotham City? Lah, Bagusan Gotham Jauh!

10 Januari 2023
Surat Cinta untuk Walikota: Pak, Malang Macet, Jangan Urus MiChat Saja!

Mati Tua di Jalanan Kota Malang

28 Maret 2023
Honda Vario 125 Old, Motor Paling Loyo Sedunia (Firzafp via Wikimedia Commons)

Honda Vario 125 Old, Motor Loyo yang Nggak Ramah Polisi Tidur dan CVT yang Sering Gredek

12 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.