Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kehadiran Dita di Kpop: Semoga Tak Ada Perang Netizen +62 dengan Korea

Nar Dewi oleh Nar Dewi
29 Mei 2020
A A
Kehadiran Dita di Kpop: Semoga Tak Ada Perang Netizen +62 dengan Korea
Share on FacebookShare on Twitter

Waktu pertama kali denger ada idol Kpop dari Indonesia, saya cuma kebayang sama Lisa Blackpink. Kita masih inget dong kalau Lisa pernah kena bully netizen Korea? Saya nggak begitu inget apa saja kalimat bully-nya, tapi ada satu yang nggak bakal pernah saya lupain: Lisa cantik kayak peri Rusia kalau pakai make up. Tapi begitu nggak pake make up, mukanya kayak cewek-cewek Thailand doang.”

Sadiezzzzz. “Mukanyak kayak cewek Thailand doang,” gitu loh. Seolah-olah cewek Thailand itu jelek. Padahal mohon maaf, emangnya muka cewek Korea lebih baik dibanding cewek Thailand? Saya kok ragu, ya.

Bukannya saya hater Korea. Kalau boleh jujur, saya malah menyukai banyak hal mengenai industri hiburan Korea. Sebab mereka rajin, kreatif, dan inovatif. Lihat saja drama Korea-nya. Ceritanya macem-macem, alurnya kadang sulit ditebak, dan episodenya ringkas. Mereka berani mengangkat tema yang tak melulu soal romansa. Logikanya juga jalan, bukan ala sinetron perazaban di Indonesia.

Hal yang tidak saya suka mengenai industri hiburan Korea adalah obsesi mereka terhadap kecantikan fisik. Kita di Indonesia mendefinisikan “cantik” dengan lebih longgar. Tara Basro cantik, Dian Sastro cantik, Maudy Ayunda cantik, Laura Basuki cantik, de es te. Alhamdulillah, kita bisa mengapresiasi berbagai bentuk kecantikan karena masyarakat kita sangat beragam etnisnya. Dari kulit hitam ala nona Ambon manise sampai mata sipit, bisa dianggap cantik di negeri ini.

Hal ini berbeda dengan Korea. Masyarakat Korea sangat homogen. Makanya, mereka lebih kaku dengan apa yang disebut cantik. Ketiadaan diversitas itulah yang menurut saya membuat imaji mereka soal cewek cantik kurang. Alhasil, mereka mengukur kecantikan pakai penggaris dan eksekusinya pakai pisau operasi.

Hardcore sekali.

Nah, sekarang, ada orang Indonesia yang jadi Kpop Idol. Pertama kali lihat Kak Dita, saya pikir, “Wow, wajahnya manis khas Indonesia sekali.” Kebetulan saya punya teman orang Bali dan wajahnya lumayan mirip sama Kak Dita Karang ini.

Saya ikut senang melihat ada orang Indonesia yang semangat juangnya tinggi untuk masuk industri Kpop. Tapi mau tak mau saya juga deg-degan. Saya deg-degan karena saya khawatir ada bully yang bakal ditujukan ke Dita.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Ke sesama artis Korea saja, netizen Korea sangat ganas. Apalagi ke orang Asia Tenggara seperti orang Indonesia? Kasus Lisa itu cuma contoh keganasan netizen Korea ketika menyasar orang Asia Tenggara. Kita sendiri tentunya masih ingat dengan artis Korea yang kena bully sampai bunuh diri seperti Go Hara.

Anda dan saya harus sepakat bahwa memang ada yang bermasalah dengan industri hiburan Korea dalam hal ini. Kalau di Indonesia, masalahnya terletak pada sinetron yang nggak masuk akal dan artis yang suka bikin settingan, di Korea ya masalahnya fans yang ganas.

Selain khawatir dengan Dita yang jadi Kpop Idol, saya juga khawatir ada perang toksik antara netizen Indonesia dengan netizen Korea. Saya nggak tau deh soal netizen Thailand di kasus Lisa dulu. Tapi saya menduga, netizen Indonesia nggak bakal tinggal diam kalau orang Korea ngata-ngatain orang Indonesia.

Kalau Anda sering nonton video YouTube atau postingan Facebook soal perbandingan negara, Anda pasti tahu kalau netizen Indonesia bisa sangat amat galak. Kasus Indonesia vs Malaysia pun melegenda kok di jagat maya. Jumlah netizen Indonesia yang bak air bah juga sering memperkeruh ketika ada “war” antara Indonesia dengan negara lain.

Kalau “war”-nya temporer masih bisa diterima. Tapi kalau berkelanjutan?

Yang saya khawatirkan adalah munculnya Indo vs Malay ver 2.0, hanya saja kali ini antara netizen Indonesia vs Korea. Kalau hal itu sudah terjadi, jangan kaget kalau banyak umpatan rasis bertebaran di mana-mana. Orang Indonesia mungkin bakal dikatai miskin dan jelek sama orang Korea, sedangkan orang Korea akan dikatai “muka plastik” sama orang Indonesia.

Ah, toksik!

Namun, semoga saja kekhawatiran saya itu tidak terjadi. Semoga semua orang bisa mengapresiasi Dita apa adanya. Malah kalau bisa, kemunculan Dita harusnya mempererat hubungan Indonesia dan Korea, bukan malah bikin semua jadi ambyar.

BACA JUGA Dari Drama Korea ke Dunia Nyata: Betapa Sensitifnya Kita Terhadap Pelakor dan tulisan Nar Dewi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2020 oleh

Tags: Dita Karangindustri hiburankoreakpop
Nar Dewi

Nar Dewi

IRT suka nulis

ArtikelTerkait

Level Pedas Orang Indonesia Memang Tingkat Dewa, Bahkan Naga pun Belajar Mengeluarkan Api dari Orang Indonesia

Level Pedas Orang Indonesia Memang Tingkat Dewa, Bahkan Naga pun Belajar Mengeluarkan Api dari Orang Indonesia

9 Agustus 2024

Bingsu, Es Serut Korea yang Ampuh buat Ngademin Diri Pas Musim Panas

18 Juni 2021
5 Kuliner Korea yang Cocok di Lidah Orang Indonesia

5 Kuliner Korea yang Cocok di Lidah Orang Indonesia

20 Desember 2024
la casa de papel korea mojok

‘La Casa de Papel’ Versi Korea Sebenarnya Tidak Perlu Dibuat

1 April 2021
Arogansi Orang Korea Selatan, Bilang Indonesia Menjijikkan (Unsplash)

Arogansi Orang Korea Selatan di Festival Golden Disk Award Indonesia. Acungkan Jari Tengah dan Bilang Indonesia Negara Menjijikkan

9 Januari 2024
Rintik Sedu, Podcast Galau yang Cocok Didengar untuk Merayakan Kesedihan terminal mojok.co

Rintik Sedu, Podcast Galau yang Cocok Didengar untuk Merayakan Kesedihan

25 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.