Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kedai Nescafe: Rasanya Lebih Enak dari Kopi Sachet, Harganya Lebih Murah dari Kopi Keliling Kekinian

Muhammad Fariz Akbar oleh Muhammad Fariz Akbar
26 April 2025
A A
Kedai Nescafe: Rasanya Lebih Enak dari Kopi Sachet, Harganya Lebih Murah dari Kopi Keliling Kekinian booth nescafe

Kedai Nescafe: Rasanya Lebih Enak dari Kopi Sachet, Harganya Lebih Murah dari Kopi Keliling Kekinian (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Cuma bawa uang Rp5 ribu udah bisa ngopi enak. Kopinya Nescafe pula.

Di Indonesia, konsumsi kopi cukup tinggi tinggi. Mulai dari kelas bawah sampai kelas atas, semua ada pasarnya sendiri. Segala usia, laki-laki atau perempuan, juga mengonsumsi kopi. Untuk mencari kopi yang murah dan enak atau yang mahal dan enak mudah sekali.

Itu semua ditandai sejak maraknya kedai-kedai kopi kekinian dan sambutan yang baik dari masyarakat. Menurut saya, kedai-kedai kopi kekinian berusaha menargetkan kelas menengah yang sebelumnya kebingungan kalau mau mencari kopi. Sebelumnya, cuma ada kopi sachet, atau kopi warkop yang menargetkan kelas bawah. Kedai kopi kelas atas seperti Starbucks yang menargetkan kelas atas. Sementara kelas menengah dilanda kebingungan.

Memang urusan ngopi nggak melulu soal kelas ekonomi, tapi kalau pengamatan saya, kira-kira begitu adanya. Semua jenis pedagang juga sudah bermunculan. Mulai dari kafe, minimarket, booth, sampai yang naik sepeda. Peruntukannya juga beda-beda. Semua pasar dilibas dan bisa kebagian.

Jual kopi di booth

Tingginya konsumsi kopi di Indonesia membuat merek kopi besar ikut-ikutan menjangkau pasar yang lebih kecil. Beberapa hari yang lalu, di dekat rumah saya di Tambun Selatan Bekasi, tiba-tiba di lahan kosong ada booth Nescafe. Namanya Kedai Nescafe. Meskipun begitu, kopi di sini hanya untuk dibungkus karena nggak ada tempat untuk minum di sana.

Nescafe bukan yang pertama untuk menjual kopi dengan model booth seperti ini. Sebelumnya, sudah ada Kopi Kenangan dan Flash Coffee. Karena nggak bisa diminum di tempat, booth kopi ini diperuntukkan bagi orang yang buru-buru. Lagi di jalan, melipir sebentar beli kopi, terus pergi lagi. Sebetulnya nggak sulit bikin kopi instan seperti Nescafe. Mereka menjual kopi instan yang mudah larut. Nggak perlu pakai air panas pula. Tapi kalau tetap ada yang beli, apa salahnya menjual?

Saya sendiri minum semua kopi walaupun saya bisa membedakan mana kopi yang enak dan nggak enak. Kalau ada kesempatan, ya saya pilih-pilih yang enak. Nescafe sendiri bukan pilihan pertama buat saya.

Saya bukan penggemar kopi instan. Bahkan, saya nggak bisa minum kopi instan tanpa kopi gula dan susu. Semua kopi instan rasanya nggak menyenangkan di lidah saya. Saya lebih pilih kopi tubruk saja. Tapi ya balik lagi. Kalau kepepet, tetap saya minum.

Baca Juga:

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

Baca halaman selanjutnya: Harga dan menu…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 April 2025 oleh

Tags: es kopiKedai NescafeKopiNescafe
Muhammad Fariz Akbar

Muhammad Fariz Akbar

ArtikelTerkait

Kedai Nescafe: Rasanya Lebih Enak dari Kopi Sachet, Harganya Lebih Murah dari Kopi Keliling Kekinian booth nescafe

4 Alasan yang Membuat Booth Nescafe Nggak Pernah Sepi meski Menunya Cuma Itu-itu Aja

5 September 2025
Akui Saja, Jiwa Toast Emang Jadi Pilihan Utama Saat Kopi Janji Jiwa Nggak Sesuai Selera

Jiwa Toast Emang Lebih Layak Jadi Pilihan Utama Saat Kopi Janji Jiwa Nggak Sesuai Selera

29 September 2021
nyethe ampas kopi hitam mojok

Tradisi Nyethe: Cara Orang Tulungagung Membunuh Kebosanan

18 Juli 2020
Kopi Akan Segera Punah dan Penyebabnya Adalah Kita Sendiri!

Kopi Akan Segera Punah dan Penyebabnya Adalah Kita Sendiri!

14 November 2023
Good Day Duet: Terobosan yang Nyusahin

Good Day Duet: Terobosan yang Nyusahin

9 Januari 2023
Seduh Kopi kok Pakai Dispenser Masak Air, lah Terminal Mojok

Seduh Kopi kok Pakai Dispenser? Masak Air, lah!

11 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

11 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.