Kecap Manis Adalah Candu, Bikin Saya Merasa Berdosa terhadap Makanan

Kecap Manis Adalah Candu, Bikin Saya Merasa Berdosa terhadap Makanan

Kecap Manis Adalah Candu, Bikin Saya Merasa Berdosa terhadap Makanan (Unsplash.com)

Saya suka banget sama kecap manis. Sejak kecil hingga hari ini, saya bisa saja makan dengan lahap hanya pakai nasi hangat, lauk telor ceplok ditambah lelehan kecap di atasnya. Rasa manis dari kecap tersebut membuat telor ceplok dan nasi hangat tadi menjadi lebih sedap. Saya juga terbiasa ngemil kerupuk dengan lelehan kecap.

Kecintaan pada kecap ini tentunya membuat saya sering sekali menambahkan kecap manis pada berbagai jenis masakan dan makanan. Yah, meskipun nggak seekstrem tokoh Arial di film 5 cm yang ke mana-mana selalu membawa botol kecap. Intinya, kalau sedang makan dan kebetulan ada kecap di dekat saya, saya pasti bakal menambahkan kecap manis ke makanan tadi. Termasuk saat makan nasi bebek, ayam geprek, dan bahkan mi goreng instan!

Menambahkan kecap manis berarti tidak menghargai rasa autentik makanan

Akan tetapi baru-baru ini diskusi di platform X membuat saya tiba-tiba merasa berdosa pada makanan-makanan yang sudah saya tambahi kecap. Sebuah akun menyuarakan keluhannya pada orang-orang yang sering sekali menambahkan kecap pada setiap jenis makanan. Menurutnya, itu adalah bentuk tindakan nggak menghargai makanan.

Rasa autentik makanan tentunya berbeda satu sama lain. Bahkan, makanan yang jenisnya sama seperti soto, bisa saja berbeda rasanya tiap daerah. Misalnya soto Lamongan tentu berbeda dengan soto Betawi dan soto Madura. Nah, dengan menambahkan kecap ke dalamnya, tentu bakal membuat rasa autentik dari soto tersebut berubah. Semuanya bakalan jadi sama: terasa manis.

Selain soto, makanan lain yang juga sering rusak cita rasanya gara-gara kecap manis adalah bakso. Bakso Malang dan Solo tentu punya ciri khas yang berbeda, entah dari segi bumbu atau tampilan. Tapi, biasanya konsumen sering melakukan satu hal yang sama: makan bakso dengan tambahan saus dan kecap berlebihan. Saya salah satu pelakunya.

Masalahnya, dari dulu banget saya memang paling nggak bisa makan bakso atau soto putihan (istilah yang digunakan saat makan bakso dan soto tanpa tambahan apa pun). Saya lebih suka makan keduanya jika mangkuk saya sudah berubah warna menjadi pekat agak kehitaman. Yang berarti saya sudah menambahkan saus, sambal, dan kecap manis yang agak banyak. Bagi saya, itulah bentuk kenikmatan.

Sayangnya, sejak diskusi tentang kecap manis perusak rasa makanan tadi muncul, saya jadi sering mulai berpikir dan mengira-ngira. Apakah makanan-makanan yang selama ini saya makan pernah merasa sedih karena saya merusak cita rasa mereka? Apakah para penjual dan orang-orang yang memasak masakan sebenarnya agak nggak rela jika saya memakan masakannya dengan banyak tambahan kecap?

Mencoba rasa autentik makanan terlebih dulu

Untuk mengurangi rasa overthinking tentang perasaan sebuah makanan, penjualnya, juga rasa berdosa yang akhir-akhir ini saya rasakan, saya mulai menerapkan cara ini setiap kali akan makan. Saya mencicipi makanan terlebih dulu, barang satu atau dua suap tanpa tambahan apa pun untuk mengetahui dan menghargai rasa autentiknya. Setelah itu saya menambahkan kondimen pelengkap sesuka hati seperti kecap manis, saus, dan sambal.

Memang terkesan agak membela diri, tapi saya jelas punya argumen kuat jika ada yang ingin mendebat. Selain karena setiap orang punya cara makan dan selera berbeda tentang makanan, tambahan kecap tersebut juga sering banget didukung oleh para pelaku usaha makanan.

Mereka dengan jelas memberikan berbagai perintilan seperti saus, kecap manis, dan sambal berbotol-botol di setiap meja. Memangnya apa gunanya benda-benda tersebut kalau bukan untuk dikonsumsi?

Penulis: Siti Halwah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kecap Manis Legendaris Asal Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version