Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
31 Mei 2026
A A
Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Ngapak yang awalnya dikira marah

Banyak perantau kaget ketika kali pertama ngobrol dengan orang asli Kebumen ngobrol. Bukan karena kasar, tapi karena nadanya terdengar “tegas” bagi telinga mereka. Padahal kami lagi ngobrol santai.

“Piwe, wis mangan durung?”, “Ngapa kaya kuwe?”, “Lha ya kepriwe maning?”

Buat yang belum terbiasa, logat ngapak sering terdengar seperti orang sedang debat. Apalagi kalau yang ngomong emak-emak pasar atau bapak-bapak tongkrongan. Volume suara tinggi sedikit saja sudah terasa seperti mau ngajak ribut. Padahal ya memang cara bicaranya begitu.

Lucunya, banyak perantau yang awalnya takut atau bingung mendengar logat ngapak, tapi beberapa bulan kemudian malah ketularan. Awalnya cuma bilang “enyong” buat bercanda, lama-lama keceplosan ngomong “ora” dan “kowe” saat telepon dengan teman dari kota asal.

Selepas pukul 9 malam, Kebumen kayak toko mau tutup

Ini mungkin salah satu shock terbesar bagi anak rantau dari kota besar kalau Kebumen malam hari itu sunyi. Kalau terbiasa hidup di kota yang pukul 11 malam masih ramai, pindah ke Kebumen bisa terasa seperti sedang menjalani program detoks sosial.

Pukul 9 malam, banyak jalan mulai sepi. Masuk pukul 10 malam, beberapa warung sudah tutup. Lewat tengah malam? Selamat menikmati suara jangkrik.

Awalnya banyak teman saya mengeluh. Tapi, semakin lama tinggal di sini, mereka mulai sadar bahwa hidup yang tidak terlalu bising ternyata menenangkan juga. Kebumen seperti kota yang diam-diam mengajarkan orang untuk melambat tanpa ceramah motivasi.

Orang Kebumen nggak suka tergesa-gesa

Pendatang sering heran melihat ritme hidup orang Kebumen yang santai. Semuanya terasa lebih lambat dibanding kota besar. Buat teman saya dari Jakarta atau Surabaya, Kebumen kadang terasa seperti error system.

Baca Juga:

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam “Naik Kelas” Jadi Makin Diperhitungkan

Pernah ada teman rantau yang kesal karena tkukang fotokopi malah ngobrol dulu sebelum mengerjakan pesanannya. Tapi, beberapa bulan kemudian, dia sendiri berubah jadi lebih sabar dan tidak gampang panik. Karena di Kebumen, orang memang tidak terlalu terobsesi terlihat sibuk.

Aneh memang. Di kota besar, sibuk sering dianggap prestasi. Sementara di sini, hidup tenang justru terasa lebih manusiawi.

BACA JUGA: Kebumen Miskin Kuliner Adalah Anggapan Sesat. Berikut 5 Kuliner yang Saya Sarankan Saat Berkunjung ke Kota Beriman

Makanan di Kebumen memang murah, tapi porsinya nggak masuk akal

Banyak perantau datang dengan ekspektasi standar harga makanan. Lalu mereka kaget sendiri ketika sadar uang Rp10 ribu masih bisa bikin kenyang. Dan bukan kenyang tipis-tipis, tapi kenyang yang bikin ngantuk.

Soto, pecel, mie ayam, sampai nasi rames di Kebumen sering punya porsi yang absurd untuk ukuran harga sekarang. Belum lagi gorengan yang kadang masih seribuan dan es teh yang ukurannya seperti buat satu keluarga.

Anak rantau biasanya mengalami fase denial. Tapi jangan salah. Justru karena murah, banyak perantau akhirnya jadi lebih boros. Awalnya hemat, ujung-ujungnya tiap sore beli mendoan, malam nongkrong angkringan, besoknya repeat lagi.

Kebumen bukan tipe kota yang langsung membuat orang jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia lebih seperti teman pendiam yang baru terasa berarti setelah lama bersama. Dan banyak perantau awalnya bingung, sebelum akhirnya betah.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 6 Mitos di Kebumen yang Bisa Membuat Bulu Kuduk Merinding Setelah Mendengarnya Secara Langsung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2026 oleh

Tags: bahasa ngapakbahasa ngapak kebumenbanyumasKebumenkecamatan kebumenkuliner kebumenngapak kebumen
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Januari 2026
5 Kuliner Khas Banyumas yang Wajib Dicoba Terminal Mojok

5 Kuliner Khas Banyumas yang Menggoyang Lidah dan Wajib Dicoba

6 Agustus 2022
10 Kosakata Pemalang yang “Ajaib” hingga Bikin Bingung Banyak Orang Mojok.co

10 Kosakata Pemalang yang “Ajaib” hingga Bikin Bingung Banyak Orang

1 Oktober 2025
3 Dosa Penjual Mendoan yang Bikin Warga Lokal Banyumas Marah Mojok,co

3 Dosa Penjual Mendoan yang Bikin Warga Lokal Banyumas Marah

14 Agustus 2025
5 Kelebihan Kuliah di Purwokerto yang Mesti Diketahui Calon Mahasiswa: Nggak Kalah dari Semarang dan Solo banyumas

Banyumas Tak Seindah Cocote Komika yang Singgah di Purwokerto

23 Mei 2025
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

16 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?

10 Juli 2026
Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera (Unsplash)

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera karena Potensi Wisata Kota Ini Begitu Besar tapi Terbentur Tembok Birokrasi

5 Juli 2026
Ketika Americano Dianggap Maskulin Lebih dari Es Kopi Susu (Unsplash)

Ketika Americano Dianggap Lebih Maskulin ketimbang Es Kopi Susu

6 Juli 2026
3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau Jaklingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu Mojok.co

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

11 Juli 2026
Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius Mojok.co

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius

11 Juli 2026
Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

9 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.