Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kebiasaan Otak-Atik Gathuk Hawa Panas dengan Aktivitas Gunung Merapi

Fernando Galang Rahmadana oleh Fernando Galang Rahmadana
10 November 2020
A A
erupsi merapi Kebiasaan Otak-Atik Gathuk Hawa Panas dengan Aktivitas Gunung Merapi terminal mojok.co

Kebiasaan Otak-Atik Gathuk Hawa Panas dengan Aktivitas Gunung Merapi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja sumuk itu bukan salah Gunung Merapi semata. 

Akhir-akhir ini Jogja memang sumuknya (gerahnya) tidak terkira. Sampai-sampai kipas angin yang nyala full kencang seolah cuma gerak tolah-toleh dan bersuara wus wus tanpa efek kesegaran yang signifikan. Mandi berkali-kali seolah cuma kena cipratan air, segar sementara, setelah itu keringat mengucur lagi.

Di lain sisi, BPPTKG secara resmi menaikkan status Gunung Merapi dari waspada level 2 menjadi siaga level 3 pada 5 November 2020. Naiknya status Gunung Merapi ini ditengarai akibat dari peningkatan aktivitas Merapi dalam seminggu terakhir.

Kebiasaan otak-atik gathuk atau sambung menyambungkan kembali mencuat beriringan dengan meningkatnya aktivitas Gunung Merapi. Ada beberapa kebiasaan otak-atik gathuk sebenarnya. Cuma, dalam tulisan ini akan saya pilih salah satunya. Salah satu tradisi tersebut yang menurut saya membuat risih yaitu menghubungkan atau mengaitkan hawa yang panas di suatu tempat dengan kondisi Merapi saat ini.

Saya akan mencoba merangkum sedikit cuitan warganet Twitter dalam tempo waktu dari pukul 21.42-22.13 pada tanggal 7 November 2020 dengan kata kunci “merapi”.

“Gerah krn merapi,” kata akun @ffffoxxx dengan singkat, padat, jelas, serta tidak tepat. Tanpa membabi-buta, ia menuliskan kesesatan yang nyata.

“Malam ini Jogja panas banget, apa nih dampak dari Merapi yang lagi punya hajat,” cuit akun @zainularifin93. Sebenarnya tidak ada yang salah sih dengan cuitan ini. Cuma karena tanda baca di akhir yang tidak jelas kan menjadi pertanyaan publik juga. Kalau melempar pertanyaan, kok, ya, gimana? Apalagi memberikan pernyataan justru semakin meresahkan warganet yang lain.

“Merapi kalau siaga gini hawa panasnya ampe mgl (Magelang) gila dr siang sampe sekarang panas bgt,” kata ahli vulkanologi (dadakan) @luminous2501. Tidak bisa kita mungkiri, grafik jumlah ahli vulkanologi meningkat drastis setelah BPPTKG mengumumkan kenaikan level status Gunung Merapi, yang sebelumnya tidak pernah berkecimpung menjadi memaksakan diri menyimpungkan diri.

Baca Juga:

Warung Kopi Merapi Jogja: Warung Kopi Terbaik di Tanah Vulkanik

Gunung Arjuno Panas, Pertanda bahwa Perubahan Iklim Itu Nyata, Bukan Konspirasi!

“Jogja panas banget sumpah. Karena suasana gn merapi yang menggelora,” cuit akun @anisazulfah dengan genre kalimat indie-nya. Karena (katanya) Jogja ini terkenal akan keistimewaannya yang dibumbui romantisme ke-indie-an, maka otak-atik gathukhawa panas dan aktivitas gunung merapi pun juga tak luput dari perhatian seorang indie sejati.

“Merapi siaga bund panas banget Jogja astaghfirullah,” kabar akun @susuufermentasi. Cuitannya sekilas menunjukkan bak ilmuwan sudah belajar ilmu gunung ribuan tahun. Menyampaikannya dengan bahasa yang lebih kekinian, mungkin dengan harap supaya orang lain bisa menerima kabarnya dengan mudah, Bund, padahal ngawur, astaghfirullah.

Dan cuitan-cuitan lainnya yang serupa akan dengan mudah kita jumpai di lini masa media sosial. Tidak hanya di Twitter, di YouTube pun akan dengan mudah kita temukan kebiasaan otak-atik gathuk ini.

Bahkan lucunya lagi, beberapa netizen yang turut ikut ronda malam memantau aktivitas Gunung Merapi lewat live seismograf di YouTube dengan pede-nya mendeklarasikan hal yang serupa. Kurang lebih, “Waduh, panas banget akhir-akhir ini (sambil menyebutkan daerahnya) gara-gara Merapi siaga”.

Titik lucunya adalah banyak yang mengatakan hal demikian meski dia posisinya di luar wilayah sekitar Gunung Merapi. Bahkan tidak sedikit pula yang berada di luar Jawa sekalipun. Sungguh membuat saya gagal paham.

Saya dihadapkan pada perasaan yang dilema antara malu, geli, kadang juga emosi sendiri membaca tulisan orang-orang dengan mendramatisir sedemikian rupa aktivitas Merapi saat ini. Perlu kita ketahui bersama bahwa hawa panas di suatu kota itu tidak ada hablumnya terhadap aktivitas gunung api.

Bahkan juga tidak pernah ditemukan adanya metode ilmiah yang menunjukkan suhu kota tertentu bisa dijadikan parameter aktivitas gunung api. Mestinya, apa yang dijelaskan dalam thread (ulasan) oleh akun Twitter @jogja_uncover ini bisa menjadi sedikit pegangan bagi orang yang suka otak-atik gathuk itu. Toh juga kalimatnya nggak berat-berat amat, kok. Begini ulasannya,

https://twitter.com/Jogja_Uncover/status/1159731733224235009?s=09

Hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh akun resmi BPPTKG bahwa hawa panas/sumuk di Jogja tidak ada kaitannya dengan Gunung Merapi. Wong di Jogja aja tidak ada kaitannya, kok bisa-bisanya yang jauh dari Jogja bisa mengatakan sumuknya karena Merapi? Hadeh. Selanjutnya, akun BPPTKG juga menghimbau untuk memantau iklim atau cuaca. Jadi, silakan mengikuti kabar dari BMKG.

Begitu ya, panik itu sebenernya wajar, tapi “kurang cerdas”nya jangan diliatin secara gamblang. Kalau udah tau kenyataannya, kan, nanti jadi malu sendiri. Atau karena memang lagi kurang perhatian aja makanya cari sensasi lewat otak-atik gathuk tadi?

Ayo, sebarkan kabar ini ke tempat persekutuanmu! Terutama di grup-grup keluarga. Di sanalah kerap kali tempat asal muasal partikel penyesatan terbangun. Juga alangkah lebih baiknya kita telusuri terlebih dahulu sebelum membuat cuitan yang mengundang opini publik menjadi tak terkendali. Jangan sampai kepanikan kita tertular ke orang lain dan membuat suasana semakin tidak kondusif. Semoga Merapi tetap Mandali!

BACA JUGA 6 Cara Mengetahui Arah Mata Angin di Jogja bagi Orang Buta Arah dan tulisan Fernando Galang Rahmadana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2021 oleh

Tags: Merapipanas
Fernando Galang Rahmadana

Fernando Galang Rahmadana

Alumni Sosiologi FISIPOL UGM. Aktif berkegiatan di bidang CSR dan menaruh ketertarikan pada keunikan lokal serta dinamika masyarakat.

ArtikelTerkait

Jangankan Para Pendatang, Suhu Surabaya yang Panas Juga Bikin Kapok Warga Daerahnya Sendiri Mojok.co

Jangankan Para Pendatang, Suhu Surabaya yang Panas Juga Bikin Kapok Warga Daerahnya Sendiri

26 April 2024
Jalan Semarang-Demak, Jalan Paling Bikin Emosi di Jawa Tengah

Jalan Semarang-Demak, Jalan Paling Bikin Emosi di Jawa Tengah

15 September 2023
Tidak Ada Hujan di Situbondo

Tidak Ada Hujan di Situbondo

29 Maret 2023
Mirisnya Menjadi Warga Kabupaten Pemalang

3 Hal tentang Pemalang yang Wajib Diketahui Jika Ingin Berkunjung

8 Juli 2023
Warung Kopi Merapi Jogja Warung Kopi Terbaik di Tanah Vulkanik (Unsplash)

Warung Kopi Merapi Jogja: Warung Kopi Terbaik di Tanah Vulkanik

6 April 2025
Mentang-mentang Semarang Sebelahan sama Venus, Bukan Berarti Orang Semarang Kebal dengan Panas Heatwave yang Sedang Menyerang jakarta

Mentang-mentang Semarang Sebelahan sama Venus, Bukan Berarti Orang Semarang Kebal dengan Heatwave yang Sedang Menyerang

16 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.