Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kaum Rebahan Harus Tahu Nasihat ‘Cegah Dhahar Lawan Guling’ dari Pakubuwana IV

Affifah Khoirunnisa oleh Affifah Khoirunnisa
10 Mei 2020
A A
naskah jawa tembang jawa kaum rebahan serat wulangreh pakubuwana iv cegah dhahar lawan guling mojok

naskah jawa tembang jawa kaum rebahan serat wulangreh pakubuwana iv cegah dhahar lawan guling mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kita tahu nasihat Jawa “cegah dhahar lawan guling”, pasti populasi kaum rebahan di Indonesia akan berkurang. Apalagi di bulan puasa seperti sekarang ini, kalau siang bawaannya lemes dan males-malesan, tapi kalau malam tidak bisa tidur, masih tetap malas melakukan sesuatu yang bermanfaat, dan lebih milih nonton drama Korea atau nge-game.

“Cegah dhahar lawan guling” artinya mencegah lapar dan tidur, atau gampangnya, mengurangi makan dan tidur. Petuah itu disampaikan oleh Susuhunan Pakubuwana IV (1768-1820) dalam karyanya “Serat Wulangreh” bait ke-10, pupuh ke-2, tembang Kinanthi. Lengkapnya isi bait itu,

“Dadiya lakunireku, cegah dhahar lawan guling. Lan aja kasukan-sukan, anganggoa sawatawis. Ala watake wong suka, suda prayitnaning batin.”

Yang artinya,

Jadikanlah laku (perbuatan), amalanmu yang seperti itu, menahan lapar dan tidur. Dan jangan berpesta-pesta atau berfoya-foya, gunakanlah pakaian sekadarnya. Buruk watak orang yang gemar kemewahan, berkurangnya kepekaan batin.

Kalau dimaknai betul-betul, pesan itu sungguh dapat kita terapkan dalam hidup. Memang mbah-mbah kita dulu sangat kaya akan pengajaran hidup. Jika kita mau mempelajari dan senantiasa menerapkan dalam hidup, pasti semua masalah hidup ada jawabannya.

Kembali ke cegah dhahar lawan guling, ya kalau diartikan mentah-mentah begitu saja tentu tidak bisa. Yang ada malah bikin penyakit. Memang yang lebih baik itu apa-apa dilakukan dengan seimbang, ada waktu bekerja ya ada waktu untuk istirahat. Namun, bukan semata-mata dimaknai seperti itu.

Pengajaran itu bisa jadi pengingat di kehidupan sehari-hari. Usaha kita menahan serta mengurangi makan dan tidur itu berarti kita mengendalikan nafsu. Lha, kalau banyak makan dan tidur bisa berarti sebuah tanda betapa lemahnya kita, tanda tunduknya pada keinginan.

Baca Juga:

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

Sederhananya, ajaran moral Jawa mengajarkan untuk mengurangi segala bentuk kenikmatan. Orang yang mampu menahan lapar dan tidur berarti orang yang dapat mengendalikan nafsunya, orang yang sudah tinggi ilmunya. Kalau di zaman sekarang ya nafsu untuk bermalas-malasan, dan hanya rebahan. Apalagi sekarang apa pun mudah didapatkan dan tersedia. Yang biasa terjadi yaitu “ngebo” alias rebahan dan tidur terus. Kalau banyak tidur bisa berarti tanda lemahnya tekad kita. Kurangnya kemauan untuk menyelesaikan tugas-tugas, maupun pekerjaan lain.

Memang tiap-tiap orang berbeda sifat dan karakternya. Ya kalau mau dinasehatin bapak ibunya ya syukurlah, kalau ndak bisa ya sudahlah. Menurut saya hidup itu bukan sebuah kompetisi dengan orang lain, tapi kompetisi dengan diri sendiri. Kalau itu saja masih sulit, kok mau kompetisi sama orang lain. Jadi, seberapa kuat kita melawan nafsu malas yang ada pada diri kita, itu tergantung kita mau melawannya atau malah menikmatinya.

Kalau bicara hidup berarti bicara soal pilihan. Bahkan setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai macam pilihan-pilihan. Contoh sederhananya, kita dihadapkan pilihan setiap pagi, habis Sahur mau tidur lagi atau mengerjakan tugas, mau tidur lagi atau bersih-bersih rumah dan bisa pilihan lainnya. Setiap manusia tentu saja sudah diberi garis lurus oleh Tuhan. Tapi kita disuruh milih di tiap titik-titik itu, itulah cobaan dan godaan yang menjadikan hidup itu “hidup”.

Jadi, anak muda sekarang yang termasuk saya juga harus terus belajar dan lebih mengurangi kemalasan tambah lagi budaya menunda-nunda sesuatu. Semoga hal ini bisa menjadi awal baik buat kehidupan kita sehari-hari.

Sumber gambar: PDF Serat Wulangreh di Wikipedia Commons

BACA JUGA Menebak Maksud Presiden Jokowi yang Nyuruh Kita “Berdamai dengan Corona”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2020 oleh

Tags: nasihatPuasarebahan
Affifah Khoirunnisa

Affifah Khoirunnisa

Seorang sulung yang sedang menjadi mahasiswa sastra semester 6.

ArtikelTerkait

Kerja di Tambangan Sidoarjo Itu Berat, Mokel di Bulan Puasa Terpaksa Jadi Pilihan Mojok.co

Kerja di Tambangan Sidoarjo Itu Berat, Mokel di Bulan Puasa Terpaksa Jadi Pilihan

8 April 2024
Nasihat Orang Kaya Memang Banyak yang Menyesatkan: Niatnya Terinspirasi, Malah Jadi Pusing Sendiri

Nasihat Orang Kaya Memang Banyak yang Menyesatkan: Niatnya Terinspirasi, Malah Jadi Pusing Sendiri

27 Juli 2023
puasa

Poso Sak Karepmu, Gak Poso Yo Sak Karepmu

18 Mei 2019
Alasan Kita Nggak Usah Berdebat Masalah Guling yang Dijadikan Bantal dan Sebaliknya

Alasan Kita Nggak Usah Berdebat Masalah Guling yang Dijadikan Bantal dan Sebaliknya

7 Februari 2020
meriam bambu ngabuburit ramadhan bulan puasa mojok

Meriam Bambu, Sarana Ngabuburit Paling Menyenangkan. #TakjilanTerminal02

13 April 2021
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

10 Maret 2026
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi
  • User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol
  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.