Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kata Siapa Milenial Lebih Suka Rumah Minimalis yang Kecil dan Sempit?

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
19 Juni 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah iseng datang dan bertanya soal harga rumah tipe 27 dan 36 pada seorang kawan. Ia merupakan anak seorang pengusaha properti. Tentu hanya iseng, saat itu duit belum pegang dan penghasilan belum menentu, mirip seperti sekarang ini. Saat itu, rumah kecil yang hanya punya jendela di bagian depan rumah dan halaman super sempit, dibandrol hampir Rp400 juta. Sangat membagongkan. Maka saya menelusuri forum jual beli tanah, masih iseng karena memang duit belum ada. Semua iklan dan penawaran rumah minimalis itu, menggunakan embel-embel “cocok untuk milenial”.

Saat saya tanyakan ke kawan saya tadi, ia pun membenarkan jika ada fenomena semacam itu. Hampir semua iklan perumahan tipe 27 atau 36, mencantumkan pernyataan jika para milenial suka dan punya kecenderungan memilih rumah kecil dan minimalis (baca: sempit).

ADVERTISEMENT

Sebentar, memangnya mereka pernah nanya langsung ke para milenial? Mungkin memang ada yang suka tinggal di rumah yang jendelanya cuma ada di depan dan belakang rumah (itu pun kalau ada). Tak perlu punya halaman dan tak suka menanam pohon. Namun, kalau boleh memilih, saya juga maunya rumah yang besar atau rumah yang sehat dengan banyak jendela dan berhalaman luas.

Lalu, kenapa banyak milenial yang membeli rumah minimalis dan sempit itu? Ya, karena memang nggak mampu buat beli tanah atau rumah yang besar. Apalagi yang tinggal di perkotaan, seperti Jogja misalnya. Yang anehnya (sebenarnya bosan bahas ini terus), harga tanahnya lebih mahal berkali-kali lipat dibanding daerah saya, kabupaten Magelang. Padahal, UMR Kabupaten Magelang jauh lebih tinggi dari UMR Jogja. Untung saya orang Magelang dan tak terpaksa harus tinggal di Jogja, apalagi Jakarta.

Meski tanah di tempat saya lebih murah daripada Jogja, buat saya harganya tetap mahal. Apalagi tanah di daerah tempat tinggal orang tua saya, yang sudah masuk wilayah agak kota. Harganya sudah lumayan, tanah di samping jalan utama, harga per meternya bisa bikin sakit kepala. Kalau beli di tanah kavling atau perumahan rakyat, tentu sudah lebih mahal.

Pilihan terbaik adalah beli tanah yang jauh dari jalan raya, atau di tengah kampung. Dan benar saja, harganya jauh lebih murah. Dengan seratus juta, sudah bisa dapat tanah yang cukup untuk bangun rumah sehat dengan halaman depan, belakang, serta jalan samping. Meski tetap saja berhalaman mepet, setidaknya punya banyak jendela dan sirkulasi udara yang baik. Sayangnya, tak semua milenial punya kesempatan yang semacam itu.

Banyak kawan saya yang belum punya rumah sendiri, bahkan sudah berkeluarga. Meski sebagian dari mereka tinggal di desa, tak semua orang mampu beli tanah, angka putus sekolah saja masih tinggi. Yang beruntung, biasanya dapat warisan tanah atau rumah, bahkan bisa digunakan untuk mengajukan pinjaman modal usaha. Di kampung yang saya tinggali, sawah dan tanah-tanah kosong, kebanyakan sudah bukan punya warga asli kampung lagi.

Banyak warga kota yang mencari tanah di kampung, biar murah. Sawahnya sudah banyak yang beralih fungsi jadi kafe dan rumah bergaya minimalis. Mencari tanah untuk tempat tinggal, nyatanya tak semudah itu bagi milenial. Baik di desa, apalagi di kota.

Baca Juga:

Penderitaan yang Saya Rasakan Setelah 16 Tahun Tinggal di Ruko

5 Mitos Rumah Modern Minimalis: Terlihat Sederhana, padahal Bikin Pusing Kepala

Memiliki rumah yang sesuai keinginan itu berat dan tak murah. Ironi yang sayangnya tak dipahami oleh semua orang. Selain harus ngirit, memang harus penuh pengorbanan. Jangankan umur 40 tahun harus sudah punya rumah, wong banyak yang umur 40 masih tinggal sama orang tuanya. Bahkan, satu rumah diisi lebih dari dua keluarga. Sebaiknya, mitos soal milenial yang lebih suka rumah kecil dan sempit, dibuang saja. Kalau boleh memilih, saya juga pengin pindah ke rumah yang yahud di tanah luas, seperti kebanyakan orang lain. Tapi, realistis kadang hukumnya wajib. Ngisi kuota internet aja masih sering ngutang!

BACA JUGA Tips Beli Rumah biar Nggak Tertipu Harga Murah dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: Pojok Tubir Terminalrumah idealRumah milenialrumah minimalis
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Sulitnya Menjadi Fans SID dan JRX di Masa Pandemi terminal mojok

Sulitnya Menjadi Fans SID dan JRX di Masa Pandemi

25 Juni 2021
Pengalaman Ikut Swab Test Antigen Drive Thru, Nggak Ribet walau Agak Deg-degan terminal mojok.co

Mencoba Memahami Warga Madura yang Menolak Swab Gratis

24 Juni 2021
Sisipan Iklan Layanan Masyarakat di Dua Sinetron Prime Time Andalan RCTI Ramashok Blas! terminal mojok

Sisipan Iklan Layanan Masyarakat di Dua Sinetron Prime Time Andalan RCTI Ramashok Blas!

27 Juni 2021
Pemerintah yang Gagal Kendalikan Pandemi, kok, Malah Rakyatnya yang Disalahin? terminal mojok.co

Pemerintah yang Gagal Kendalikan Pandemi, kok, Malah Rakyatnya yang Disalahin?

8 Juli 2021
anime pendek distribusi vaksin tidak secepat distribusi surat suara mojok

Surat Suara Bisa Sampai Pelosok, Distribusi Vaksin? Nanti Dulu

15 Juli 2021
deli serdang bandara kediri bandara adi soemarmo boyolali mojok

Dilema Proyek Bandara Kediri: Ekonomi Lancar, tapi Lingkungan Jadi Ambyar

10 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.