Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kalau Ujungnya Dicampur Jadi Satu, Terus Ngapain Bikin Program Pemilahan Sampah?

Imanuddin oleh Imanuddin
23 Februari 2021
A A
Dosa Pacaran Melulu yang Diurusin, Dosa Buang Sampah Sembarangan Juga, dong! Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Urusan sampah makin ke sini makin gawat. Beberapa tahun terakhir ini kita sudah disuguhkan dengan banyaknya gambar-gambar satwa yang mati karena mengkonsumsi sampah yang dia pikir makanannya. Bahkan menurut UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change) yang ngurusin pemanasan global, sampah juga berkontribusi menyumbang pemanasan global lewat emisi gas metana akibat proses pembusukan pada sampah yang tidak dikelola dengan baik. Adanya gas metana ini pernah mengakibatkan ledakan di TPS Leuwigajah pada 21 Februari 2005 yang memakan 143 korban jiwa. Sebagai upaya menyadarkan warga +62 akan pentingnya mengelola sampah, Pemerintah akhirnya menetapkan 21 Februari setiap tahunnya sebagai Hari Peduli Sampah Nasional.

Tapi, agaknya urusan sampah ini memang tidak selesai-selesai juga meski Pemerintah sudah bikin hari peringatan. Saat ini banyak pemerintah kota di Indonesia yang kewalahan dan kebingungan untuk mencari lokasi pembuangan sampah akhir. Penyebab yang pertama karena lokasi untuk membuangnya sulit didapat karena banyak yang nggak mau kebauan sampah, yang kedua sampah yang dihasilkan sepertinya tidak pernah berkurang, yang ada malah nambah. Kalau nggak percaya lihat saja tuh TPSA Bantar Gebang, tempat pembuangan sampah yang dihasilkan warga DKI. Sampahnya sekarang sudah nyaris setinggi candi Borobudur.

Kembali ke urusan bau sampah. Penyebab bau yang dihasilkan oleh sampah rumah tangga tak lain dan tak bukan karena komposisinya yang didominasi oleh sampah organik. Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa komposisi sampah rumah tangga itu 60-70 persennya didominasi sampah organik yang mudah membusuk, sedangkan sisanya yang 20 persen adalah bahan yang bisa didaur ulang dan 10 persennya berupa barang yang tidak bisa digunakan lagi. Jadi sebenarnya kalau sampah organik yang 60-70 persen ini dikelola dengan baik akan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir).

Nah fakta inilah yang membuat pemilahan sampah dan pengomposan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah yang dibuang ke TPSA. Bisa kita lihat kan akhirnya banyak pemerintah kota yang menyediakan tempat-tempat sampah yang terpilah di fasilitas umum yang mereka bangun. Bahkan PKK juga dilibatkan untuk memberi penyuluhan supaya ibu-ibu di rumah mulai memilah sampah. Sampai-sampai kalau ada penyuluhan mengenai mengelola sampah, pemilahan sampah ini jadi materi yang wajib ada. Tujuannya supaya pada saat dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara, sudah terpilah jadi mudah untuk mengelolanya kemudian dan nggak makan tempat.

Setahu saya sih program ini memang berhasil ya, kalau hanya sekadar memilah sampah ibu-ibu di rumah tangga ya ngerti dan bisa melakukannya. Ini mah urusan sepele, anak kecil juga bisa mengerjakannya. Cuma masalahnya, kegiatan pemilahan ini berhenti sampai di tempat sampah yang ada di rumah atau tempat sampah antara. Lewat dari itu sampah dicampur lagi oleh petugas kebersihan di truk pengangkut sampah….kezel kan kalau begini.

Bahkan kalau kita mau cermati lagi ya, tong-tong sampah yang modelnya dipilah yang dipasang di fasilitas kota juga sama perlakuannya. Sudah memang warga kotanya kalau buang sampah jarang pernah mikir untuk memilah, pas ngangkutnya juga dicampur lagi sama petugas kebersihan kota. Jadinya buat apa coba kita diminta memilah dan disediain tong sampah yang beda-beda??? Mbok ya kalau mau serius diberdayakan dong Satpol PP nya buat ngedidik warga supaya buang sampah dengan bener. Jangan cuma semangat kalau menggerebek hotel melati aja. Terus juga petugas kebersihannya dan sarana angkutannya di-upgrade sedikit supaya pas ngangkut sampah organik nggak ngebauin orang di jalan. Kalau mau yang agak keren lagi bikin tong sampah cerdas, yang bisa kasih peringatan kalau ada yang buang sampah tapi salah tempat.

Pemerintah kota juga kalau mau serius mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPSA harusnya melengkapi infrastruktur pengelolaan sampahnya juga. Misalnya saja kalau memang mau ada pemilahan sampah organik dan anorganik, setidaknya di setiap rukun warga disediain dong fasilitas pengomposan termasuk sarana pengangkutannya yang berbeda. Kalau meminta warganya sendiri untuk mengomposkan sampah di rumah masing-masing ya agak sulit juga karena banyak warga kota yang luas rumahnya terbatas. Belum lagi yang tinggal di apartemen atau rusun kan repot juga kalau harus ngomposin sampah, mau di mana coba?

Lantas anggarannya dari mana buat bikin infrastruktu seperti itu ? Lah kan warga negara ini sudah bayar pajak, kenapa sih ngga dianggarin sedikit aja untuk fasilitas pengolahan sampah organik. Kalau buat naikin gaji anggota DPR yang kerjanya nggak jelas aja bisa, masak sih bikin fasilitas pengomposan komunal nggak bisa?

Baca Juga:

Tetangga yang Hobi Bakar Sampah Memang Pantas Dibenci, Sehari-hari Cuma Bikin Sesak Napas

Tangsel Dikepung Sampah, Aromanya Mencekik Warga, Pejabatnya ke Mana?

Lalu bagaimana dengan baunya? Kalau pengomposan dilakukan dengan baik dan bangunannya dibangun dengan bener, ya tetep bau tapi baunya nggak terlalu mengganggu dibandingkan dengan sampah organik yang tidak dikelola. Lagipula ini sampah kan kita yang produksi, ya tanggung jawab kita juga dong buat mengelolanya.

Kalau infrastruktur pengomposan tersedia, selanjutnya pemerintah kota tinggal mengangkut sampah-sampah yang bisa didaur ulang atau yang sudah tidak bisa diolah lagi ke TPSA. Kalau sudah begini kan volume yang diangkut ke TPSA juga berkurang dan nggak akan membludak. Sukur-sukur pemerintah kota juga mau bikin infrastruktur daur ulang sampah di TPSA.

Gampang kan sebenarnya? Yang susah ya kalau pemerintahnya nggak mikirin rakyatnya dan rakyatnya juga nggak mau mikir.

BACA JUGA Bakar Sampah Pagi-pagi Adalah Kerjaan Manusia Jahat di Muka Bumi dan tulisan Imanuddin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2021 oleh

Tags: pemilahanSampah
Imanuddin

Imanuddin

Suka bersepeda dan hiking.

ArtikelTerkait

Menebak Pikiran Orang yang Suka Buang Sampah Sembarangan

Pekerjaan Rumah Besar Soal Sampah: Negara Luar Malah Nambahin

23 Juni 2019
Kalau Recycle Sampah Dirasa Berat, Mari Mulai dengan Reduce dan Reuse

Kalau Recycle Sampah Dirasa Berat, Mari Mulai dengan Reduce dan Reuse

11 November 2019
Musim Hujan dan Banjir Tiba, Berhenti Menyalahkan Sampah!

Musim Hujan dan Banjir Tiba, Berhenti Menyalahkan Sampah!

8 Desember 2019
Membakar Sampah Adalah Kejahatan! (Unsplash)

Membakar Sampah Adalah Kejahatan!

2 Desember 2022
Bank Sampah, Beneran Ada Atau Sekadar Spanduk yang Dipajang Terminal Mojok

Bank Sampah, Beneran Ada Atau Sekadar Spanduk yang Dipajang?

25 Desember 2022
Misteri Kawuk: Hewan Pemangsa Mayat di Cilacap dan Penjaga Lapas Nusakambangan pulau nusakambangan

Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Berkunjung ke Pulau Nusakambangan

26 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026
Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.