Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kalau Ujian Nasional Kembali Diadakan, mending Les Aja di Bimbel, Jelas Lebih Masuk Akal ketimbang Sekolah

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
17 Januari 2025
A A
Memangnya kalau Ujian Nasional Dikembalikan, Kualitas Pendidikan Bakal Meningkat Secara Ajaib? Saya sih Nggak Yakin

Memangnya kalau Ujian Nasional Dikembalikan, Kualitas Pendidikan Bakal Meningkat Secara Ajaib? Saya sih Nggak Yakin

Share on FacebookShare on Twitter

Isu tentang ujian nasional kembali menyeruak semenjak pemerintahan baru era Prabowo Subianto bergulir. Tentu saja, para guru dan pengamat pendidikan langsung mengeluarkan opininya terkait ini. Banyak yang kontra, tidak sedikit yang pro, dan lebih banyak lagi yang maido.

Saya sebagai tukang maido profesional, menganggap wacana munculnya lagi ujian nasional ini adalah hal yang buruk. Meski saya percaya bahwa harus ada standardisasi kompetensi siswa yang dibuktikan dengan tes semacam ini, saya nggak suka aja melihat kebijakan diganti seenaknya ketika terlihat tidak menyenangkan atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kita tahu, sejak dihapuskannya ujian nasional dan bergulirnya Kurikulum Merdeka, banyak kritikan yang keluar. Paling banyak berpusat pada menurunnya kompetensi siswa. Munculnya video konten siswa yang tak tahu nama negara di Eropa jadi contoh kegagalan kurikulum dan pendidikan. Dan entah kenapa, banyak orang menjadi atlet lompat logika, bikin kesimpulan bahwa gara-gara ujian nasional dihapuskan, murid “bodoh” seperti itu berlipat ganda.

Padahal, belum tentu juga jika ujian nasional muncul lagi, siswa jadi lebih pinter. Sebab dari yang ada, malah sebenarnya tak ada bedanya. Jika ada bedanya, yo ra adoh-adoh banget.

Memangnya kalau ujian nasional diadain lagi, yakin siswa jadi lebih pinter?

Kita ngobrol agak ngalor ngidul aja dulu biar isinya tidak marah-marah melulu. Kalau ada yang menganggap siswa sekarang bodoh karena nggak ada ujian, apakah orang-orang yang mengalami ujian nasional itu lebih pinter? Aku sih wani ngomong tidak.

Saya yakin, orang-orang produk UN itu belum tentu bisa menyebutkan 10 negara di Eropa sana. Diminta nyebutin ibu kota Inggris saja belum tentu bisa. Kakak tingkat SD saya dulu bahkan nggak tahu ibu kota AS itu di mana, sesuatu yang kelewat umum. Nggak sedikit juga yang nggak bisa bedain Paris dan Perancis.

Kalian mungkin akan bilang, contoh yang saya sebutkan itu tidak bisa jadi perwakilan. Nah, itulah poin saya. Siswa yang mengira Garut di Eropa tersebut jelas tidak bisa jadi representasi intelegensia siswa pada umumnya. Saya yakin kalau anak sekolah zaman sekarang sama atau bahkan lebih pinter ketimbang siswa zaman dulu.

Kalau cuman satu anak kepleset lidahnya di konten kalian anggap contoh sahih, lha malah kalian yang sebenernya bermasalah, logika kalian dipake nggak sih waktu nuduh?

Baca Juga:

Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

Sekolah Swasta Gratis, Ide Gila yang Bisa Bikin Pendidikan Makin Miris

Saya masih menemui beberapa orang produk ujian nasional yang kesulitan diminta jawab 80:5. Iya, saya iseng nanya, dan hati saya terisis mereka butuh lebih dari 10 detik untuk menjawab hitungan kelewat sederhana tersebut. Ngono kok ngunekne liyane bodo, tulung banget.

Yang untung mah bimbel

Kita serius sekarang. Melaksanakan ujian nasional lagi, artinya, pemerintah tidak belajar apa pun selama ini. Oke, anggap saja kurikulum sekarang kacau. Harusnya yang dilakukan bukanlah menggantinya total dan kembali ke praktik lama. Tapi, yang buruk-buruk itu dievaluasi lagi. Disesuaikan dengan realitas pendidikan di Indonesia.

Misalnya penghapusan ujian dan menggantinya jadi sistem zonasi terbukti buruk karena sebaran sekolah dan kualitas pendidik tidak merata. Solusinya kan membangun sekolah baru dan memperbaiki kualitas pendidik. Toh, tiap tahun, kampus pendidikan selalu menelurkan sarjana andal yang baru. Kenapa mereka tidak dipekerjakan di sekolah-sekolah baru tersebut? Kan sederhana.

Ya tidak sesederhana itu, saya tahu, tapi masalah implementasinya gimana ya biar Kemendikbud yang mikir. Mosok aku. Wis kon mikir, nggak digaji, wegah aku.

Secara sederhananya, jika negara kembali mengadakan ujian nasional, artinya memang tidak belajar apa-apa dan tidak ada rencana jangka panjang yang konkret untuk mencerdaskan anak bangsa. Yang untung mah penyedia bimbingan belajar. Sebab mereka jagonya ngajarin siswa ngerjain ujian.

Nah, kalau bikin kebijakan yang malah menguntungkan bimbel, tapi bukan siswa, lalu ngapain dibikin? Apa sekalian tutup aja sekolah, kalau mau gila, gila sekalian.

Lebih baik Kemendikbud bikin roadmap yang jelas dan rencana jangka panjang yang konkret. Nggak apa-apalah jika ujungnya ujian nasional diadakan. Tapi harus jelas rencananya buat apa, bukan sekadar meraih popularitas aja. Kalau cuman bikin hal-hal populer, mending jadi konten kreator wae nggenah, ngausa ngurusin pendidikan.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Memangnya kalau Ujian Nasional Dikembalikan, Kualitas Pendidikan Bakal Meningkat Secara Ajaib? Saya sih Nggak Yakin

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2025 oleh

Tags: kualitas pendidikanstandardisasi pendidikanujian nasional
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

Kenapa (Bisa) Orang-orang Menolak Kenaikan Gaji Guru?

3 Oktober 2024
Mungkinkah Mutu Pendidikan Nasional Lebih Baik dengan Ubah Ujian Nasional Jadi Asesmen Nasional? terminal mojok.co

Mungkinkah Mutu Pendidikan Nasional Lebih Baik dengan Ubah Ujian Nasional Jadi Asesmen Nasional?

17 Januari 2021
Belajar Sabar Layaknya Nadiem Makarim POP muhammadiyah NU setuju sampoerna terminal mojok.co

Kalau Nadiem Makarim Beneran Dicopot, Apakah Ujian Nasional Tetap Ada?

7 Agustus 2020
Orang Tua Lebih Memilih Sekolah Swasta meskipun Biayanya Mahal karena Memang Sebagus Itu, Sekolah Negeri Perlu Ngaca sekolah swasta gratis

Sekolah Swasta Gratis, Ide Gila yang Bisa Bikin Pendidikan Makin Miris

19 Juni 2025
Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

1 Januari 2024
Tiap Tahun, Selalu Ada Orang Kaya Dapat KIP Kuliah, Ini yang Ngurus Nggak Becus atau Emang Orang Miskin Nggak Boleh Kuliah? beasiswa KIP

Tiap Tahun, Selalu Ada Orang Kaya Dapat KIP Kuliah, Ini yang Ngurus Nggak Becus atau Emang Orang Miskin Nggak Boleh Kuliah?

23 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

18 Januari 2026
Jogja Katanya Istimewa, padahal Tunawisma di Mana-mana dan Menderita

Jogja Katanya Istimewa, padahal Tunawisma di Mana-mana dan Menderita

21 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional
  • Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia
  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.