Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Kalau Para Artis Rajin Mengonsumsi Jamu, Tentu Tak Ada Alasan Menggunakan Sabu Untuk Stamina Lagi

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
25 Juli 2019
A A
jamu

jamu

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap tahunnya deretan artis yang menggunakan narkoba semakin banyak saja. Tanpa perlu menunjuk oknumnya, kita semua pasti sudah tahu siapa saja artis atau penyanyi yang tersandung kasus barang haram tersebut. Seperti yang kita tahu, sekali kasus ini terungkap maka hampir semua program acara gosip di televisi akan langsung menyiarkan berita yang itu-itu terus sampai beberapa hari ke depan. Belum lagi program berita dan ditambah dengan postingan-postingan di akun berita serta akun gosip via online. Dan tak lupa, dengan postingan para netizen yang mendadak menjadi seorang jurnalis, penceramah, serta motivator dalam memposting kasus tersebut di media sosialnya.

Untuk menjadi seorang artis itu memang bukan pekerjaan yang mudah. Meski kelihatannya sepele, namun mereka bekerja di bawah tekanan dan tuntutan yang amat sangat ketat. Mereka kadang harus berkerja tanpa mengenal waktu. Kadang bisa dari pagi ke pagi atau dari malam ke malam. Padahal, mereka tak boleh menampakan wajah lelah, ngantuk, sedih, galau, ataupun bete.

Tanpa peduli apa yang para artis itu rasakan, mereka dituntut harus ceria saat di depan layar. Seperti yang kita pahami bersama bahwa dunia pertelevisian itu hanyalah panggung sandiwara. Para artis itu harus berakting membohongi diri sendiri, sebelum akhirnya mereka bisa membohongi khalayak ramai.

Bagaimana pun juga, mereka hanya manusia biasa. Mereka juga bisa lelah, sedih, putus asa, tertekan, stres, pusing, kentut, dan juga pilek. Mereka bukan sosok sempurna seperti halnya tokoh di layar televisi yang mereka perankan.

Saya pernah tanpa sengaja ketemu seorang artis di suatu tempat. Saya sangat suka dengan sosok beliau ini karena saat tampil di televisi, beliau sangat ramah, murah senyum, baik hati, dan humoris. Namun seseorang yang saya jumpai di tempat itu merupakan sosok yang amat sangat berbeda. Dia nampak seorang wanita konglomerat, anggun, dingin, sombong, dan acuh. Saat seseorang minta foto padanya, bahkan dia mengabaikan orang tersebut dan malah ngobrol dengan orang lain. Ini suasananya nggak ramai dan santai loh ya.

Saya nggak minta foto sama beliau, cuma cukup tahu saja bahwa karakter seseorang itu di layar televisi dan di dunia nyata itu merupakan dua hal yang berbeda. Mungkin sama halnya dengan ketika saya mencintai sebuah buku. Ketika saya suka sebuah buku, maka saya cukup mengagumi tulisannya tanpa harus ikutan kagum dengan kehidupan penulisnya di dunia nyata.

Para artis kerap menggunakan alasan bahwa mereka menggunakan barang haram tersebut untuk mendongkrak stamina. Semacam suplemen agar membuat tubuh tetap dalam keadaan fit dan bugar setiap saat. Pada pekerjaan yang berat dan penuh tekanan bukan dijadikan alasan untuk menghalalkan barang haram tersebut.

Sebagai publik figur, mereka tak hanya punya peran untuk diri sendiri tanpa juga punya tanggunga jawab secara moril kepada khalayak ramai. Sudah seharusnya para publik figur ini memberi contoh yang baik kepada masyarakat kita. Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Duh, ngenes.

Baca Juga:

5 Sisi Gelap Penjual Jamu: Bukannya Bikin Sehat, tapi Malah Meresahkan Pembeli

Bekasi Mode Malam: Dari Tawuran Jalanan sampai Lingkaran Narkoba, Kota Patriot Menjadi Kota yang Suram bagi Masa Depan Anak Muda

Sebenarnya dengan penggunaan barang haram tersebut, diri mereka sendirilah yang banyak dirugikan. Selain organ tubuh mereka akan sakit dan rusak jika menggunakan dalam jangka panjang, masa depan mereka pun akan ikutan hancur karena harus mendekam di jeruji penjara. Belum lagi karier pekerjaan mereka yang tadinya tengah bersinar, maka selanjutnya pekerjaan mereka terancam sepi dari tawaran syuting.

Untuk membuat tubuh itu sehat dan bugar, sebenarnya mereka tak harus mengonsumsi sabu-sabu. Andai, saja mereka itu membiasakan diri untuk meminum jamu tentu saja stamina mereka juga akan tetap fit dan prima. Tahu sendirikan bagaimana khasiat jamu bagi tubuh kita? Jamu ini terbuat dari bahan alami, tumbuhan yang masih segar, jadi tak perlu khawatir akan efek samping dalam mengonsumsi jamu.

Sejauh ini saya belum pernah dengar orang keracunan jamu. Kecuali dulu, saya pernah lihat berita di televisi bahwa ada kakak beradik mati setelah mengonsumsi jamu. Benar sih mereka mati setelah usai meminum jamu, tapi bukan karena jamunya, tapi karena suami si kakak ini menaruh racun di dalam jamu tersebut. Gitu deh yang saya kadang saya sebal dari para jurnalis, untuk membuat orang penasaran dan melihat berita mereka, lalu mereka membuat judul dengan versi yang ambigu.

Jamu sendiri dipercaya sejak zaman dulu bisa menyehatkan dan membuat tubuh menjadi sehat. Para tukang jamu ini sudah seperti halnya para dokter profesinonal, kita datang padanya dan mengeluh tentang rasa sakit yang kita sedang alami. Misal kita tengah nyeri haid maka tukang jamu akan meracikan jamu kunyit asem atau yang terkenal dengan sebutan kunir asem. Lalu saat kita sudah tua dan mudah pegal-pegal, maka kita akan disodorkan jamu pahitan. Dan bila kita mengeluh kalau kita ini bodoh dan susah mikir, maka si mbok jamu ini akan menyodorkan jamu Buyung Upik.

Andai saja para artis ini berlangganan jamu setiap hari, tentu mereka tak perlu keluar uang banyak untuk membeli beberapa gram barang haram tersebut. Selain menyehatkan dan membuat stamina prima, mengonsumsi jamu itu tak perlu takut miskin apalagi masuk penjara. Karena jamu tradisional itu harganya murah meriah. Bahkan 0,1 gram sabu itu kalau buat beli jamu bisa dapat berratus-ratus liter jamu.

Lihat saja orang-orang zaman dulu, mereka cuma mengonsumsi jamu setiap harinya, namun kinerjanya tetap bagus dan tak loyo. Bahkan ya, tetangga saya itu sampai umur 90 tahun, beliau masih memiliki pandangan mata yang jelas untuk membaca tulisan tanpa bantuan kaca mata. Kuping beliau pun masih berfungsi baik saat mendengarkan percakapan di telepon. Dulunya waktu muda beliau ini pemain sepak bola timnas kabupaten, ia juga tur ke sana kemari. Setelah itu ia menjadi petani dan berakhir jadi juri kunci kuburan. Saat saya tanya tips sehatnya, beliau berkata pada saya bahwa rutinlah minum jamu biar tubuh itu tetap prima.

Sekali lagi, tak perlu takut untuk mengonsumsi jamu, karena jamu ini tak menggunakan bahan pengawet ataupun MSG. Semua diracik secara tradisional dan dengan bahan alami. Lagi pula, setiap hari jamu yang dihadirkan para penjual jamu ini selalu fresh. Cesss….segerrr pokoke.

Jika ada yang bilang bahwa rasa jamu itu tak enak, maka saya balik nanya, emang rasanya sabu-sabu dan ganja itu enak ya? Nggak juga kan? Jamu itu semacam obat, kadang ada yang pahit tapi itu semua menyehatkan. Sabu itu memang bikin fly sejenak, tapi bikin tubuh hancur selanjutnya. Mending nge-fly pakai jamu pahitan brotowali, dijamin langsung On lagi.

Kalau bagi saya sendiri sih, saya nggak butuh narkoba. Buat apa pakai narkoba, jika kasur saja sudah bikin saya kecanduan buat rebahan, rebahan, rebahan terosssss.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: ganjajamujefri nicholkasus artisnarkobanunungsabu-sabu
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Daripada Mencaci Lebih Baik Gelar Diskusi tentang Wacana Ekspor Ganja Dulu Aja!

Daripada Mencaci Lebih Baik Gelar Diskusi tentang Wacana Ekspor Ganja Dulu Aja!

7 Februari 2020
narkoba

Mau Pakai Narkoba? Jangan Coba-Coba Deh

25 Juli 2019
Narco-Saints, Serial Kriminal Netflix yang Solid dan Nggak Ribet Terminal Mojok

Narco-Saints, Serial Kriminal Netflix yang Solid dan Nggak Ribet

13 September 2022
jurusan jamu poltekkes kemenkes surakarta mojok.co

Ini yang Dipelajari kalau Kamu Kuliah Jurusan Jamu

8 September 2020
jurusan jamu poltekkes kemenkes surakarta mojok.co

Bikin Jamu Tradisional Sendiri Itu Ribet

18 Oktober 2020
Alasan Saya Mengonsumsi Jamu Komplit Sido Muncul Selain Harganya yang Rp4.000 Aja Mojok.co

Alasan Saya Mengonsumsi Jamu Komplit Sido Muncul Selain Harganya yang 4 Ribuan Aja

25 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap Mojok.co

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

9 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026
4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut Terminal

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut

10 Maret 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover

Suzuki Nex Crossover: Matic Underrated yang Seharusnya Lebih Laku Dibanding BeAT Street yang Payah Itu

9 Maret 2026
Vespa Matic Dibenci Banyak Orang, Hanya Orang Bodoh yang Beli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Berasa “Scam” karena Bualan Mirip Eksekutif padahal Menyiksa Diri
  • Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota
  • Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan
  • Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika
  • Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja
  • Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.