Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kalau Mau Sukses Jangan Belajar Melulu

Johan Gregorius Manotari Pardede oleh Johan Gregorius Manotari Pardede
27 Juni 2020
A A
sukses, belum belajar

Kalau Mau Sukses Jangan Belajar Melulu

Share on FacebookShare on Twitter

Sewaktu duduk santai di teras. Kudengar seruan dari seberang rumah, “Kau belajar Edwin biar bisa sukses di kemudian hari.” Kalau mendengar sekilas memang tidak ada salahnya. Tapi di usia dewasa saat ini, pernyataan ini terasa klise dan tidak sepenuhnya benar.

Selagi masih muda kebiasan belajar melulu itu harus disingkirkan. Kebiasan itu tidak baik dan cenderung membuat lalai akan perkembangan sekitar. Kalau diibaratkan sukses itu adalah sayur yang enak disantap maka unsur belajar itu akan kurang maksimal jika tidak dibarengi dengan hal lain. Masih banyak bumbu yang harus ditambahkan agar sayur tidak terkesan hambar di lidah. Maka kemauan belajar itu harus dibarengi dengan keahlian yang lain.

Bangun Networking

Seperti fitrahnya sebagai makhluk sosial maka dianjurkan manusia untuk saling membantu. Jadi buat kamu yang pengin sukses sendirian mesti kudu gigit jari. Sejarah sudah membuktikan para tokoh-tokoh yang tergolong sukses dapat mencapai kesuksesannya berkat sokongan teman-temannya. Jadi kamu mesti kudu saling tolong menolong. Tapi bukan saat di ujian.

Jadi sebagai contoh temanmu si X sedang melakukan penelitian mengenai sesuatu. Si X tersebut jangan hanya mengandalkan kemampuannya sendiri. Jangan karena gengsi dan merasa bisa jadi mengabaikan orang lain. Si X bisa meminta bantuan temannya. Entah bantuan yang paling ringan bikinin teh. Jadinya si X dapat konsentrasi dengan penelitiannya. Atau bisa saja si X mencari teman untuk sekadar ngobrol becandaan agar pikirannya rileks dan tiba-tiba kejatuhan ide maknyus.

Coba lihat aja Bill Gates. Dia mengawali penemuannya bersama temannya. Zuckerberg juga begitu. Sepatu aja pantas dikatakan sepatu kalau mempunyai pasangan. Masa kamu yang manusia biasa ga butuh partner buat kerja.

Atau barangkali kejadian ekstremnya yaitu kamu sendirian yang berhasil, nanti malah membuat orang sekitar dirimu menjadi iri dan merasa tidak bermanfaat. Sedangkan mau jadi pejabat yang sangat terhormat aja masih butuh bantuan dari orang yang kemampuan akademik, moral, finansial yang tidak sementereng dirinya agar kelak memilih dia.

Public Speaking

Di mana-mana jago ngomong itu penting. Kalau Bahasa kerennya communication is the weapon of business. Jadi maksudnya begini. Penelitian atau barang ciptaan yang  kamu buat, tentunya akan diharapkan dipasarkan dan diketahui orang banyak. Dengan banyaknya pemakai barang ciptaan kamu tersebut maka perlahan-lahan nama kamuu bakalan dikenal. Makanya kamu harus bisa meyakinkan para penyokong dana agar bisa menjalankan proyek ambisimu.

Begitu pula saat hasil penemuanmu diterima oleh khalayak luas, maka barang tentu kamu akan menjadi incaran media untuk dimintai keterangan mengenai penemuanmu itu. Semacam mengasih review gitu.

Baca Juga:

5 Rekomendasi Situs Belajar Excel Gratis dari Nol sampai Mahir. Pekerja Kantoran Wajib Tahu!

Kesulitan Bocah Jawa Suroboyoan Belajar Bahasa Jawa di Sekolah

Lagi seandainya kalau penemuanmu mulai menyentuh sendi kehidupan masyarakat, maka kamu siap-siap diminta untuk memberi kuliah umum di hadapan civitas kampus. Mereka dengan antusias akan mendengar kisah heroic penemuanmu itu dan tak luput pula mengamini setiap petuah yang kamu sampaikan. Coba bayangkan kalau kamu hanya bisa menemukan suatu barang tapi gagap di depan umum saat bicara. Bisa-bisa orang lain akan mengklaim penemuanmu, dan bahkan ketika kamu mengadakan sengketa dengannya lagi-lagi hakim membutuhkan penjelasan detail dan mudah dimengerti.

Pandai bergaul

Ada istilah mengatakan besi menajamkan besi. Di sini agar kemampuanmu terasa berkembang, maka rajin-rajinlah join dengan teman sekomunitas minatmu. Niscaya ilmunya bakal ketularan kok. Lagian kalo ilmunya tidak tertular setidaknya kamu sudah mempunyai teman yang sealur pemikiran denganmu atau jangan-jangan balik ke nomor 1 tadi, dapet networking baru sebagai partner.

Apalagi di zaman sekarang ini susah menemukan teman yang sevisi. Jadinya kamu bisa ketawa cengingikan tanpa perlu dia merasa aneh dengan lontaran yang kamu sampaikan. Atau jokes yang kamu sampaikan terasa garing. Bayangin aja seandainya Enstein ngejokes tentang ilmu fisika dengan tukang sayur. Jangan-jangan keduanya jadi saling canggung. Sebagai contoh

Einstein (sambil senyum): Kenapa jatuh cinta berawal dari mata turun ke hati

Tukang sayur (sambil males-malesan ngejawab: Wong namanya cinta ga perlu dipertanyakan lagi.

Eh tahu-tahunya Einstein yang sudah menunggu momen yang tepat malah jadi abai menyampaikan alasannya. Padahal dalam pikiran Einstein mau ngatakan karena gravitasi itu ke bawah makanya jatuh cinta dari mata ke hati. Begitu kira-kira hal-hal yang perlu dilakukan kalau mau sukses.

BACA JUGA Hal yang Perlu Anda Ketahui Jika Jatuh Cinta pada Perempuan Batak atau tulisan Johan Gregorius Manotari Pardede

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2020 oleh

Tags: Belajarkunci suksessukses
Johan Gregorius Manotari Pardede

Johan Gregorius Manotari Pardede

Mahasiswa STAN yang doyan menulis dan membaca.

ArtikelTerkait

pengemudi pemula

4 Kesalahan yang Biasanya Dilakukan Pengemudi Pemula

11 Desember 2021
sarjana pendidikan guru nasihat kiai mengajar Jangan Jadi Guru Kalau Baperan, kecuali Hatimu Sanggup Legawa PPG

Guru Jangan Ngoyo Ingin Memintarkan Murid, Itu Masalah: Nasihat Kiai Maimun Zubair

7 Mei 2020
Kenapa Contoh Orang DO tapi Sukses Dikit dan Itu-itu Saja?

Kenapa Contoh Orang DO tapi Sukses Dikit dan Itu-itu Saja?

27 Februari 2022
Bekerja Sesuai Passion Itu Klise, Layaknya Kata Manis yang Bikin Diabetes terminal mojok.co

Kunci Sukses Mana yang Lebih Menentukan: Membangun Relasi atau Mengasah Soft Skill Dulu?

23 Mei 2020
Membandingkan Platform Belajar Paling Asyik Antara Ruangguru dan Zenius terminal mojok.co

Tips Belajar Bahasa Korea Budget Minim dan Anti Stres

13 November 2020
LDR tips ketemu mojok

Pejuang LDR Hanya Butuh Ketemu, Bukan Tips Sukses

28 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.