Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kalau Aksi Mahasiswa Jadi Revolusi, The Revolution Will Be Cute As Hell!

Eddward S Kennedy oleh Eddward S Kennedy
2 Oktober 2019
A A
aksi mahasiswa

aksi mahasiswa

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika aksi mahasiswa tanggal 25 September lalu, saya dan Kresna pergi ke DPR untuk melihat mahasiswa demonstrasi, hal pertama yang kami komentari adalah: “Bangsat, massanya banyak banget!”

Dan memang luar biasa banyak. Kami meyakini, mahasiswa yang datang bisa jadi berjumlah 10 ribuan orang atau lebih. Dari arah Patal, tempat kami memarkir motor di depan minimarket, puluhan bus sudah berjejer, dan mereka, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus itu, sudah mengoordinasikan dengan teratur kelompoknya masing-masing.

Saya perlu menekankan kata “koordinasi” karena itulah istilah yang pas untuk menjelaskan ketakjuban saya selanjutnya.

Sepengamatan saya, korlap masing-masing kampus bekerja dengan tangkas. Mereka amat sigap menjaga setiap tali pembatas, mengawasi mahasiswa yang keluar dari barisan, memberikan ruang bagi kelompok lain yang ingin bergerak lebih dulu, memandu yel-yel, hingga cekatan membopong kawan yang sakit. Di beberapa kelompok, bahkan ada yang menugaskan dua orang untuk mengumpulkan sampah.

Bagi Anda yang pernah turun aksi, atau bahkan sekadar ikut acara suatu organisasi sekali pun, Anda mestinya tahu bahwa hanya ada dua orang yang bersedia menjadi tukang bersih-bersih: mereka yang memang punya kesadaran melakukannya atau mereka yang diberkahi gengsi amat minim. Dan kedua jenis orang itu sudah pasti amat sangat langka dijumpai dalam dunia aktivisme.

Percayalah, orang-orang yang kepalanya telah dipenuhi narasi-narasi besar mengenai masalah dunia, justru jadi pihak yang kerap kali abai terhadap hal-hal remeh macam buang sampah. Buktikan saja sendiri kalau tak percaya.

Ketakjuban saya selanjutnya amat mungkin dinilai seksis dan karenanya saya mohon maaf sebelumnya. Tapi, begini, 10-an tahun lalu (dan bisa jadi bertahun-tahun sebelumnya), adalah sebuah pemandangan luar biasa asing jika ada seorang mahasiswi dengan dandanan trendi ikut aksi. Dan dengan kepala masih dilekati stereotipe goblok macam itu, maka alangkah terkejutnya kami ketika tadi melihat ada ratusan mahasiwi fashionable nan cantik jelita yang ikut berdesak-desakkan sambil menyanyikan yel-yel:

“Dua lima jigo, dua lima jigo, DPR goblooookkk!”

Baca Juga:

Tidak Ada yang Lebih Menggelikan ketimbang Milenial Fosil Wannabe yang Ngejekin Gen Z Tiap Saat, Situ Iri?

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Tak Perlu Merasa Bersalah, Ambruknya Reputasi Sosiologi Itu Salah Pemerintah!

Sungguh, buat saya pribadi, itu keren luar biasa. Luar biasa. Dengan kemunculan mereka, saya meyakini tidak ada lagi nyinyiran sampah soal “proletar vs borjuis” seperti zaman udik dulu, atau sindiran dari gerombolan congkak yang mendaku paling paham strategi aksi langsung, hingga kerap menyebabkan banyak mahasiswa lain jadi apolitis karena dianggap/merasa kurang rebel atau tidak peduli rakyat kecil.

Saya dan Kresna juga membayangkan, barangkali sebagian dari mahasiswi fashionable itu sebelumnya tengah asyik nongkrong di Sency, atau habis nonton di Plaza Senayan. Lalu mereka ikut aksi semata karena ajakan kawan-kawan lain di grup Line. Dan dandanan mereka, disadari atau tidak, justru jadi fashion statement yang ampuh buat meninju kekolotan paradigma dalam konteks aktivisme.

Hal lain yang bikin saya takjub adalah kreativitas mereka dalam membuat poster. Terkait hal ini tentu sudah banyak dibahas di media, tapi saya, toh, tetap saja ngakak kala membaca poster dengan tulisan super vulgar dan menohok macam “gua males ngewe digerebek orang goblok” atau “cukup Man Utd aja yang bapuk, pemerintah jangan”.

Favorit saya tapi masih dua poster masing-masing dari aksi #GejayanMemanggil dan unjuk rasa di DPRD Malang: “Aku bingung arep nulis opo” dan “Gedung ini jadi warung pecel”.

Oya, mau tahu lagi yang lebih keren? Tak jauh dari perempatan Patal, ketika kami berjalan kaki hendak menuju pusat konsentrasi massa, perhatian saya sempat tertuju kepada sepasang bapak dan ibu yang baru turun dari mobil dengan membawa dua plastik besar berisi puluhan nasi kotak.

Tentu sebelumnya saya sempat mengira keduanya adalah bagian dari sindikat panasbung yang legendaris itu. Puji Tuhan saya salah: mereka adalah orang tua dari salah satu pendemo yang membawakan bekal untuk anak dan kawan-kawan demonstrannya yang lain. Usai memberikan bekal, sang anak mencium tangan kedua orang tuanya lalu memeluk erat mereka. Seratus persen saya tidak bohong, tidak mendramatisir, dan tidak mengada-ada tentang ini.

Tak lama usai melihat adegan tersebut, saya jadi ingat sebuah kaos keren yang pernah dipakai seseorang. Kalau tidak salah kaos itu bertuliskan: THE REVOLUTION WILL BE CUTE AS HELL. (*)

BACA JUGA Generasi K (Keminter dan Karatan) Harusnya Berkaca Dulu Sebelum Nyinyiri Aksi Mahasiswa atau tulisan Eddward S Kennedy lainnya. Follow Facebook Eddward S Kennedy.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2019 oleh

Tags: aksi mahasiswaMilenialRevolusi
Eddward S Kennedy

Eddward S Kennedy

ArtikelTerkait

Universitas Terbuka, Tempat Kuliah yang Cocok untuk Milenial dan Gen Z

Universitas Terbuka, Tempat Kuliah yang Cocok untuk Milenial dan Gen Z

27 November 2023
Auto Base

Auto Base dan Kecenderungan Bersembunyi di Balik Akun Anonim

24 Oktober 2019
Wacana Tenor KPR 35 Tahun Bahaya, Malah Bikin Waswas Gen Z dan Milenial

Wacana Tenor KPR 35 Tahun Bahaya, Malah Bikin Waswas Gen Z dan Milenial

12 Januari 2024
entah apa yang merasukimu

Mahasiswa yang Nyantet DPRD, Presiden, dan KPK: Entah Apa yang Merasukimu

1 Oktober 2019
engagement

Alternatif Tema Dekorasi Engagement Low Budget

17 Oktober 2019
Menanti Demonstrasi Besar yang Dilakukan oleh Pasukan Revolusi One Piece terminal mojok.co

Menanti Demonstrasi Besar yang Dilakukan oleh Pasukan Revolusi One Piece

15 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi Mojok.co

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi

27 Juli 2026
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis Jogja adalah anomali, perempatan paling berpendidikan sekaligus meresahkan di Jogja

29 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.