Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Generasi K (Keminter dan Karatan) Harusnya Berkaca Dulu Sebelum Nyinyiri Aksi Mahasiswa

Haryo Setyo Wibowo oleh Haryo Setyo Wibowo
25 September 2019
A A
mahasiswa

mahasiswa

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu saya disodori video Yasona Laoly “membantai” mahasiswa di acara ILC. Teman saya ini tampaknya terpukau dengan penjelasan Yasona. Sebelumnya saya juga melihat video, di acara yang sama, seorang mahasiswa BEM UGM yang menyampaikan kritikannya begitu substantif menyoal pasal-pasal karet dalam draft RKUHP, yang memang sangat multitafsir dan memungkinkan jual-beli pasal tersebut.

Kalau hanya menyimak penjelasan Yasona yang keminter, dan kemudian mengedarkan pandangan ke mahasiswa yang masih hijau dan terlihat nyekukruk tersebut, maka orang yang terkena sindroma karatan akan mengejek mahasiswa tersebut.

ADVERTISEMENT

MAU BICARA HARUS BACA SAMPAI SELESAI DULU!!!11!

Budiman Sudjatmiko dari UGM, Fahri Hamzah dari UI, dan Adian dari Forkot (sebelum jadi DPR) tentunya juga pernah berada di situasi tersebut. Mereka pernah muda, “dianggap asal berani beda”, “dilihat tampak kurang baca oleh dosennya”, dan terlihat hanya mengandalkan semangat.

“Bacot doang gede”, kira-kira begitu ejekan generasi karatan saat itu kalau disuruh mengomentari mereka.

Apakah mereka hanya mengandalkan keberanian saja?

Tidak! Mereka punya nurani, mereka punya kejernihan dalam berpikir! Kalau anda sekalian aktivis 98, yang saat ini memble dan sudah nggak kécé blass, melihat orasi mereka di mimbar bebas di tahun-tahun tersebut pasti juga akan geli.

“Kok naif, kok retorikanya lemah, kok mentah sekali, ini pake referensi apa nggak, dan kalimat sengak lain”

Baca Juga:

Dilema Mantan Aktivis yang Kini Jadi PNS: Ingin Ikut Demo, tapi Takut Karier Terancam 

Balada Aktivis Hedon: Konferensi (dan Party) Sana-Sini Hanya demi Konten dan Aktualisasi Diri

Faktanya mereka yang mendobrak kokohnya rezim orba! Mereka yang memecah kebuntuan masyarakat untuk berani menyuarakan dan menggotong amanat hati nurani rakyat. Bukan para orang cerdik pandai seperti kalian saat ini.

INGATLAH WAHAI GENERASI KARATAN, INGATLAH DARIMANA KALIAN BERASAL.

Bagi yang pernah kuliah di Jalan Humaniora UGM pasti tahu. Fakultas Ekonomi adalah fakultas yang paling sedikit menyumbangkan demonstran. Padahal di sana banyak pemikir ekonomi handal. Ya handal jepit!

Beranikah mereka menyuarakan salah urusnya negeri ini di era Soeharto? Nggak! Beranikah mereka melawan saat Soeharto menandatangani Letter of Intent IMF yang membuat negara semakin terjerat utang dan menyengsarakan rakyat?

Beranikah mereka menyuarakan agar mahasiswanya jangan cuma duduk di kelas mempelajari teori-teori belaka? Tidak! Bahkan sebagian mereka justru mengatakan, “Kalian jangan ikut-ikut mahasiswa fakulas sebelah. Nggak jelas”

Mereka yang berani memang sebagian besar mahasiswa dari fakultas sekitarnya: Sastra, Filsafat, Fisipol dan Hukum. Mahasiswa yang baca buku teks pengantar ekonomi pun bisa jadi belum pernah. Merekalah yang terdepan menyuarakan rusaknya tatanan-tatanan ekonomi dan jadi tulang punggung gerakan mahasiswa.

BUKAN YANG BACA TEKS SAMPAI TUNTAS TAPI NIR NURANI.

Gimana sih, kalian ini bisa memahami dan menaruh harapan besar pada sosok yang plegak pleguk untuk jadi pemimpin. Tetapi di sisi lain malah menghina dan hendak mengebiri plegak pleguknya adek-adek kalian #Angkatan2019.

LUPA KALO DULU PLEGAK PLEGUK JUGA?

Sekarang, lihat surat edaran rektor saja langsung ikut menyebarkan sambil membubuhkan pesan.

“Nah bener kan, nggak ada penanggung jawab dan isunya nggak jelas!”

OH IYA, BENER JUGA. PELINDUNGNYA NGGAK ADA JUGA. HMMM… KALIAN ITU EMANG COCOKNYA JADI PANITIA MERANGKAP PESERTA LOMBA NGRIKITI BAN. (*)

BACA JUGA Hey Orang-orang Tua, Sudahlah, Jangan Menggembosi Gerakan Mahasiswa atau tulisan Haryo Setyo Wibowo lainnya. Follow Facebook Haryo Setyo Wibowo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2022 oleh

Tags: aksi mahasiswaAktivisangkatan 2019gerakan mahasiswa
Haryo Setyo Wibowo

Haryo Setyo Wibowo

ArtikelTerkait

4 Cara untuk Menolak Ajakan Gabung ke Organisasi Mahasiswa terminal UKM mojok.co

4 Cara Menolak Ajakan Gabung Organisasi Mahasiswa

4 September 2020
satpol PP, polisi

Anak Lelaki Perwira Polisi

26 September 2019
ananda badudu

Ananda Badudu dan Moralitas Palang Merah Albert Camus

30 September 2019
dpr

Ibu Saya Anggota DPR yang Sedang Didemo dan Anak-anaknya Ribut di Grup WhatsApp

30 September 2019
arsip

Bercilukba dengan Bilven, Si Bapak Arsip Nasional

2 Oktober 2019
aksi

Kumpulan Kisah UwU di Balik Aksi Mahasiswa di Jakarta

26 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026
Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia Mojok.co

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia 

16 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.