Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kabupaten Batang Kastanya di Jawa Tengah Sudah Berbeda, dan Nggak Miskin seperti Kabupaten yang Lain

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
11 Mei 2025
A A
Batang, Kabupaten di Jawa Tengah yang Nggak Terkenal kabupaten batang

Batang, Kabupaten di Jawa Tengah yang Nggak Terkenal (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kabupaten Batang diam-diam melenting, meninggalkan kabupaten lain, dan tidak lagi ternoda stigma kabupaten Jawa Tengah itu kere

Jawa Tengah sebagai provinsi yang padat penduduk punya beberapa daerah Kabupaten yang statusnya terbilang “kere”. Sebut saja Kabupaten Temanggung, Rembang, Wonogiri, dan beberapa daerah lainnya yang pertumbuhan ekonominya hanya sekitar 4 persenan. Memang, penilaian tentang “kerenya” sebuah daerah nggak bisa hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tapi pertumbuhan ekonomi jadi gambaran umum perihal tingkat pendapatan dan pengangguran terbuka di sebuah daerah.

Hal itu yang membuat Jawa Tengah jadi provinsi di Jawa yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi. Yah karena jumlah penduduknya banyak dan daerahnya luas, sementara lapangan kerjanya terbatas sehingga tingkat penganggurannya pun tinggi.

Tapi, belakangan, salah satu daerah, seperti Kebumen yang dulunya dikenal sebagai daerah kere, kini mulai beranjak menjadi kabupaten yang patut diperhitungkan. Pasalnya torehan pertumbuhan ekonominya makin naik tiap tahunnya yaitu rata-rata di angka 5 persen. Sektor pariwisatanya benar-benar digenjot. Pada  \ /2023 saja, kunjungan wisatanya mencapai 2,15 juta orang. Membuatnya kemudian dikenal lebih luas dan jadi salah satu daerah di Jawa Tengah dengan catatan yang positif.

Sebenarnya, kalau kita menelaah lebih dalam, ada satu kabupaten lagi yang punya progress yang positif secara statistic ekonomi dan perkembangan sosialnya. Catatan positifnya bahkan meninggalkan daerah lain di sekitarnya, daerah itu adalah Kabupaten Batang.

Ada beberapa indikator yang membuat Kabupaten Batang ini secara diam-diam melampaui tetanggnya seperti Kendal, Temanggung, dan Kabupaten Pekalongan.

Pertumbuhan Kabupaten Batang yang luar biasa pesat

Torehan pertumbuhan ekonomi kabupaten ini dalam tiga tahun terakhir sangat mengesankan. Pada 2022, ekonomi Batang tumbuh sebesar 5,97 persen, tahun 2023 mencapai 6,03 persen, dan tahun 2024 tumbuh 6,06 persen. Jadi pertumbuhan ekonominya naik terus tiap tahunnya. Bandingkan dengan daerah sekitarnya yang pertumbuhan ekonominya di kisaran 4-5 persen.

Sederhananya, kalau pertumbuhannya naik terus tiap tahun, bahkan persentasenya di atas pertumbuhan ekonomi nasional (5 persen), artinya aktivitas ekonomi di dalamnya, mulai dari konsumsi warganya, pengeluaran pemerintah, dan lapangan kerjanya pun bergerak ke arah yang positif.

Baca Juga:

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

Implikasi dari pertumbuhan ekonomi yang naik terus ini penting. Investor yang ingin menanamkan modalnya baik dalam bentuk cash money maupun langsung ke sektor usaha/industri jadi yakin.

Nih, realisasi untuk nilai investasinya aja sepanjang tahun 2023 mencapai Rp6,175 triliun. Nilai itu melampaui target Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Batang tahun 2023 yang hanya Rp1,5 triliun. Bandingkan dengan daerah yang sama-sama punya kawasan industri seperti Kendal. Di sana hanya mencatat realisasi investasi Rp6,4 triliun. Dengan nilai investasi yang sampai ribuan triliun tersebut, keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) jadi nggak sia-sia. Pasalnya, lahan yang disediakan untuk pengembangan industri semuanya laku dilahap investor.

Kalau kawasan industrinya laku dengan pembangunan pabrik, dampaknya kemudian ke pembukaan lapangan kerja. Saya kasih lagi nih, catatan pengangguran terbuka di Batang itu juga terus mengalami penurunan. Pengangguran terbuka itu bisa dikaitkan dengan status seseorang yang nggak punya pekerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan diri untuk bekerja. Nganggurnya itu usia produktif.

Jumlah pengangguran terbuka di Batang sebelumnya tahun 2022 ada di angka 6,64 persen, kemudian 2023 6,06 persen, dan pada 2024 turun jadi 5,67 persen. Setiap tahun, trennya selalu mengalami penurunan. Logikanya, apabila penganggurannya turun, maka pembukaan lapangan bekerja telah bertambah sehingga tenaga kerjanya terserap ke industri.

Pariwisatanya masih bisa dikembangkan

Potensi pengembangan wisata di Batang juga masih sangat terbuka. Kawasannya yang terdiri dari pegunungan dan memiliki garis pantai masih bisa dioptimalisasi. Pada lebaran 2023, wisatawan di Batang itu sudah menyentuh 20 ribuan dengan perputaran uang selama periode tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Memang masih terbilang kecil kalau dibandingkan dengan daerah lain seperti Wonosobo, Banjarnegara, atau Solo yang memang sudah terkenal sebagai daerah wisata. Tapi untuk ukuran daerah yang nggak terlalu dikenal, catatan tersebut sudah cukup meyakinkan.

Banyak daerah wisata yang statusnya belum terkelola dengan baik. Misalnya Pantai Ujung Segara, Curug Gombong, Curug Gedhe Kali Lojahan, dan tempat wisata lainnya yang statusnya masih tersembunyi. Agaknya, jika dikelola dengan baik dan nggak diprivatisasi, bisa membuka berbagai potensi ekonomi. Mulai dari pembukaan lapangan kerja dan menambah pendapatan asli daerah.

Batang, yang awalnya terkenal sebagai daerah mistis karena branding alas robannya yang Keramat, kini mulai berbenah dan menunjukan tren perkembangan yang positif. Meninggalkan tetangganya yang nyaman dan nggak punya progress signifikan seperti Kendal.

Sudah seharusnya, apa yang ditunjukan Batang jadi pelajaran buat daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Namanya perubahan pasti bisa diwujudkan bila Pemdanya punya keseriusan dalam mengelola, berinovasi, dan nggak nyaman dengan status quo. Tinggal sekarang, Batang perlu memastikan pembangunan industrinya tetap ramah lingkungan, potensi wisatanya nggak dilupakan, dan masyarakatnya benar-benar merasakan manfaatnya.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kendal dan Batang, 2 Kabupaten yang Terjebak dalam Bayang-bayang Semarang dan Pekalongan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2025 oleh

Tags: batangjawa tengahKabupaten Batangpertumbuhan ekonomi
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Dilema Nama Daerah Purwodadi

Dilema Nama Daerah Purwodadi

12 April 2023
Purwokerto Selatan, Kecamatan Paling Ideal di Banyumas yang Sering Disepelekan

Purwokerto Selatan, Kecamatan Paling Ideal di Banyumas yang Sering Disepelekan

9 Maret 2024
Klaten Nggak Melulu Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, Ada Desa Kemudo yang Tak Kalah Istimewa! klaten solo jogja

Klaten Nggak Melulu Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, Ada Desa Kemudo yang Tak Kalah Istimewa!

11 Mei 2024
Kecap Manis Legendaris Asal Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup

Kecap Manis Legendaris Asal Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup

28 Desember 2023
Urug-Urug Udan Gedhe, Sinyal Hujan Datang Orang Pantura curah hujan

Urug-Urug Udan Gedhe, Sinyal Hujan Datang Orang Pantura

28 November 2022
3 Palang Kereta yang Sebaiknya Dihindari di Solo Terminal Mojok

3 Palang Kereta yang Sebaiknya Dihindari di Solo

2 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.