Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jurusan Sastra Indonesia: Fakta dan Stereotip Goblok yang Disematkan kepada Mahasiswa Sasindo

Muhammad Mundir Hisyam oleh Muhammad Mundir Hisyam
23 Oktober 2023
A A
Jurusan Sastra Indonesia: Fakta dan Stereotip Goblok yang Disematkan kepada Mahasiswa Sasindo

Jurusan Sastra Indonesia: Fakta dan Stereotip Goblok yang Disematkan kepada Mahasiswa Sasindo (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Udah 2023, tapi masih ada orang yang nggak paham apa yang dipelajari jurusan Sastra Indonesia, tapi ngatain. Goblok!

Mau seyakin apa pun seorang mahasiswa memilih jurusan di awal, saya kira ketika sudah masuk di pertengahan rata-rata mahasiswa akan merasa salah jurusan juga. Di satu sisi fenomena tersebut bisa jadi benar karena tidak sesuai passion serta kurangnya riset atas jurusan yang dipilih. Tapi di sisi lain merasa salah jurusan mungkin hanya sebuah alasan karena sudah pertengahan jadi ya malas, capek, dan bosen aja.

Pernyataan-pernyataan itu sebenarnya juga relate dengan yang saya hadapi atau bahkan juga beberapa mahasiswa di luar sana yang mengambil jurusan seperti saya, yaitu Sasindo alias Sastra Indonesia. Banyak fakta yang menurut saya di luar dugaan. Sasindo nggak seperti yang saya bayangkan di awal, tapi bagaimanapun ya saya harus menjalaninya karena sudah pertengahan jalan.

Sebenarnya, saya tak merasa sendiri perkara bedanya Sastra Indonesia di kepala saya dengan realitasnya. Sudah banyak artikel tentang hal tersebut di Terminal Mojok. Tapi, saya merasa harus membuatnya lagi, terlebih, perkara stereotipe tak masuk akal yang masih menyelimuti Sastra Indonesia.

Jurusan Sastra Indonesia bukan cuma berpuisi atau bersastra

Di kampus saya tepatnya Universitas Negeri Malang atau sebut saja UM, Sastra Indonesia adalah sebuah jurusan. Di bawah jurusan ada yang namanya Prodi (Program Studi). Nah, Prodi Sasindo dibagi menjadi dua, yaitu BSI (Bahasa dan Sastra Indonesia) dan PBSID (Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah). Prodi Sasindo di kampus lain mungkin juga serupa, tapi disebutnya sedikit berbeda saja.

Seharusnya dari nama sudah bisa ditebak, kalau masuk Sasindo juga akan belajar bahasa. Tapi inilah yang sering diabaikan apalagi teman-teman mahasiswa baru. Itu artinya, dalam perkuliahan nggak akan cuma membahas tentang sastra. Jadi bagi kalian yang senang membaca atau menulis puisi, cerpen, novel, dan berbagai jenis karya nonfiksi lainnya saran saya jangan senang terlebih dahulu ketika sudah masuk Sasindo.

Sebab, selain belajar segala hal yang berkaitan dengan sastra, saya juga mendapatkan banyak mata kuliah bahasa. Dan itu sama sekali nggak mudah!

Beberapa mata kuliah bahasa yang sudah saya tempuh di antaranya, Linguistik Umum, Morfologi dan Sintaksis, Semantik, Fonologi, Psikolinguistik, Sosiolinguistik, Analisis Wacana, Menyimak Wicara, dan Membaca Menulis Artikel.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

Alumni UNNES: Setelah Lulus pun Harus Berdamai dengan Stereotipe Miring

Ya, kalian tidak salah membaca, memang sebanyak itu, bahkan ini belum selesai karena saya masih di semester 5. Jadi, sekalipun nama jurusan dan prodinya menyelipkan kata sastra, tapi isinya, sastra nggak lebih banyak dengan mata kuliah bahasa.

Suka puisi tapi banyak sekali tugas menulis artikel

Saya senang sekali menulis sastra terutama puisi. Terhitung sejak dari SD meski hanya sekedar catatan di buku diary kecil. Sudah lama memang, tapi saya bukan penulis puisi yang andal. Saya cuma merasa bahwa menulis memang cara terbaik untuk menuangkan sekaligus mengabadikan setiap rasa, asa, dan masa yang manusia alami.

Wedyan.

Namun, sejak masuk jurusan Sastra Indonesia, ternyata tugas bersastra jauh lebih sedikit dibanding berilmiah. Nggak tahu kenapa, bisa juga karena mata kuliah bahasa cukup banyak jadi saya lebih sering mendapat tugas menulis artikel, baik itu artikel populer maupun artikel ilmiah. Bahkan nggak jarang, untuk lulus mata kuliah bahasa saja saya diwajibkan membuat artikel penelitian yang haru submit ke jurnal SINTA. Cuma, jujur saya nggak pernah lolos ke jurnal.

Banyak ngomong kayak anak Ilkom

Kalo fakta ini saya nggak begitu yakin dirasakan mahasiswa Sastra Indonesia di kampus lain. Hanya saja, menjadi anak Sasindo nggak akan lepas dari kompetensi membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Kompetensi-kompetensi itu harus banget dikuasai mahasiswa Sasindo.

Sering juga ditekankan oleh dosen saya bahwa bersastra atau berbahasa bukan sekadar menulis dan membaca. Tapi di dalamnya ada menyimak dan berbicara yang juga perlu dikuasai. Dari situ akhirnya, saya dan teman-teman satu jurusan bisa mirip-mirip lah sama anak Ilkom yang katanya pinter ngomong.

Stereotip goblok mahasiswa Sastra Indonesia

Beberapa momen ketika bertemu dengan orang yang bertanya jurusan saya apa, lalu saya jawab Sastra Indonesia atau biasanya juga saya pakai Bahasa Indonesia karena kata Sastra yang kadang nggak bisa didefinisikan beberapa orang, mereka akan langsung menimpali jawaban saya dengan kalimat, “Tiap hari dipakek kok ya masih dipelajari.” Kalimat seperti ini bahkan sering terlontar dari mereka yang juga berpendidikan tinggi.

Aduh, guob…

Jujur saja, saya sulit mentoleransi atau memakluminya, karena ini bikin naik darah. Sebab, banyak orang yang masih menganggap rendah jurusan Sastra Indonesia. Padahal, dampak belajar sastra dan bahasa begitu besar. Terlebih, yang dipelajari itu beda. Mau saya jelasin, kok otak mereka jelas nggak nyampe. Dahlah.

Itulah yang dipelajari mahasiswa Sastra Indonesia. Dan seperti yang saya bilang di awal, sudah banyak artikel tentang Sastra Indonesia di Terminal Mojok, kok ya masih ada yang dengan gobloknya memegang stereotip aneh. Susah, susah.

Penulis: Muhammad Mundir Hisyam
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Masa Depan Mahasiswa Sastra Indonesia yang He He He

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2023 oleh

Tags: bahasa indonesiajurusan kuliahSastra Indonesiastereotipestigma
Muhammad Mundir Hisyam

Muhammad Mundir Hisyam

Perenung andal.

ArtikelTerkait

Saya Menyesal Memilih Jurusan Kuliah yang Baru Buka: Mudah Masuknya, Susah Lulusnya! Mojok.co

Menyesal Memilih Jurusan Kuliah Baru Buka: Mudah Masuknya, Susah Lulusnya!

17 Januari 2024
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

27 April 2025
15 Kosakata Bahasa Sunda yang Susah Diartikan ke Bahasa Indonesia. Orang Sunda Juga Bingung Menjelaskannya

15 Kosakata Bahasa Sunda yang Susah Diartikan ke Bahasa Indonesia. Orang Sunda Juga Bingung Menjelaskannya

25 November 2023
11 Kosakata Sehari-hari yang Sebenarnya Berasal dari Bahasa Belanda Mojok.co

11 Kosakata Sehari-hari yang Sebenarnya Berasal dari Bahasa Belanda

20 Desember 2023
Derita Saya Menjadi Mahasiswa Jurusan Pertanian di Universitas Negeri

Derita Saya Menjadi Mahasiswa Jurusan Pertanian di Universitas Negeri

5 September 2023
Pergi ke Pantai Malam Hari Adalah Hal Bodoh yang Tidak Seharusnya Dilakukan mojok.co/terminal

Pantai Rako: Pesona Wanita Bertubuh seksi

23 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026
Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar Mojok.co

Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar

5 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

6 Januari 2026
Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

8 Januari 2026
Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet Mojok.co

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.