Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna

Dinas Bayu Aji oleh Dinas Bayu Aji
30 Oktober 2025
A A
Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna ppg

Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ternyata benar, selain “nggak ada duitnya”, jurusan Pendidikan Sejarah juga tidak terlalu berguna.

Saat diterima kuliah di salah satu PTN di Jawa Timur dengan jurusan Pendidikan Sejarah, orang tua kawan saya nyeletuk, “Kamu mau jadi pendongeng? Nggak ada duitnya, lho, jurusan itu.”

Setelah saya pikir-pikir, celetukan orang tua teman saya itu ada benarnya juga. Selain “nggak ada duitnya”, jurusan Pendidikan Sejarah mungkin adalah salah satu jurusan yang tidak terlalu berguna.

Dulu, alasan saya masuk jurusan pendidikan karena saya ingin menjadi guru. Dalam pikiran saya, menjadi guru adalah pekerjaan mulia. Julukannya “pahlawan tanpa tanda jasa”. Gagah sekali, bukan?

Sedangkan alasan saya memilih sejarah karena saya suka belajar sejarah. Saya suka bercerita. Saya suka melihat orang lain mengangguk paham mendengar cerita-cerita yang saya sampaikan.

Perpaduan antara keinginan menjadi guru dan kecintaan terhadap sejarah mendorong saya memilih jurusan Pendidikan Sejarah. Saat itu, saya merasa itu adalah pilihan yang tepat. Namun setelah lulus kuliah, saya mulai sadar bahwa saya telah melupakan hal yang sangat esensial bagi manusia: bertahan hidup.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa gaji guru sangatlah tidak manusiawi. Tidak bisa digunakan untuk bertahan hidup. Namun, pada kesempatan kali ini saya tidak ingin bicara soal gaji.

Semua orang tahu bahwa gaji guru sangatlah kecil. Maka, saya ingin fokus pada masalah yang lain. Masalah-masalah yang mungkin dirasakan oleh lulusan Pendidikan Sejarah di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga:

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

Pemerintah tidak ingin mahasiswa lulusan Pendidikan Sejarah hidup layak

Mungkin subjudul di atas terdengar sangat jahat. Namun, itulah kenyataannya.

Melansir dari website ppg.kemendikdasmen.go.id, Pendidikan Sejarah tidak masuk dalam Bidang Studi PPG Calon Guru Tahun 2025. Padahal PPG adalah jalan untuk mendapatkan gaji yang layak bagi guru. Dengan tidak membuka Pendidikan Sejarah dalam Bidang Studi PPG Calon Guru Tahun 2025, artinya pemerintah memang ingin memutus jalan kesejahteraan bagi guru sejarah.

Karena itu, saya berkesimpulan bahwa pemerintah memang tidak ingin mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah mendapatkan gaji yang layak. Dan tidak ingin memberikan gaji yang layak berarti tidak ingin menjamin kehidupan yang layak bagi guru sejarah.

Pemerintah: Pendidikan Sejarah bukan prioritas kami!

Kenyataan bahwa pemerintah memang tidak memprioritaskan jurusan Pendidikan Sejarah dapat dilihat dari kebijakan-kebijakannya.

Pasalnya, LPDP sebagai penyelenggara beasiswa pendidikan jenjang magister (S-2) dan doktor (S-3) hanya fokus ke bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Artinya, Pendidikan Sejarah bukanlah prioritas.

Tahun 2026, 80 persen kuota beasiswa LPDP diberikan untuk jurusan di bidang STEM. Saya jadi bertanya-tanya, apakah pemerintah benar-benar percaya bahwa masa depan bangsa hanya bisa dibangun oleh sains dan teknologi?

Sebenarnya pengambilan keputusan ini juga masuk akal. Mengingat di Indonesia memang dibutuhkan ahli-ahli di bidang STEM untuk mempercepat kemajuan teknologi, memperkuat industri, serta menjawab tantangan global di era digital. Tidak bisa dimungkiri, dunia memang sedang bergerak ke arah itu.

Namun, ini juga menunjukkan bahwa pemerintah terlalu melihat masa depan bangsa hanya dari sisi material dan teknologinya saja. Padahal kemajuan tanpa arah historis justru berisiko melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi miskin kesadaran sejarah dan nilai kemanusiaan. Tanpa pemahaman sejarah, bangsa ini bisa kehilangan jati diri dan mudah diombang-ambingkan oleh arus globalisasi.

Tidak terlalu berguna

Di negeri ini, untuk mengajar sejarah tak perlu jadi lulusan jurusan Pendidikan Sejarah. Cukup hafal tahun kemerdekaan dan nama tokoh, maka Anda sudah layak disebut guru sejarah.

Saya sudah membuktikan itu. Banyak guru mapel sejarah yang berasal dari lulusan di luar Pendidikan Sejarah—terutama di sekolah swasta.

Padahal mata pelajaran Sejarah seharusnya diajarkan oleh lulusan Pendidikan Sejarah. Mengapa? Karena mereka tidak hanya memahami isi sejarah, tetapi juga cara mengajarkannya agar relevan dan bermakna bagi siswa. Lulusan Pendidikan Sejarah dibekali dengan kemampuan pedagogik, metodologi pembelajaran, serta etika profesi guru yang tidak dimiliki oleh lulusan non-pendidikan. Tanpa dasar itu, pembelajaran sejarah bisa terjebak hanya pada hafalan peristiwa, bukan pemahaman makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Banyaknya guru sejarah yang berasal dari jurusan di luar Pendidikan Sejarah membuat saya merasa bahwa ijazah lulusan Pendidikan Sejarah tidak terlalu berguna. Tentu saja “tidak terlalu berguna” yang saya maksud hanya dalam konteks “melamar jadi guru Sejarah”.

Perihal ilmu pengetahuan, tidak ada yang sia-sia. Belajar sejarah, seperti juga ilmu-ilmu yang lain, tentulah sangat berguna. Jika tidak berguna untuk orang lain, ya, minimal berguna untuk diri sendiri.

Sejatinya, belajar sejarah berarti belajar dari masa lalu. Belajar dari masa lalu, membuat kita menjadi lebih bijaksana. Karenanya, belajar sejarah dan masuk jurusan Pendidikan Sejarah adalah keputusan yang tidak akan pernah saya sesali. Meski ada beberapa kebijakan pemerintah terkait Pendidikan Sejarah yang kurang “sreg” di hati saya.

Penulis: Dinas Bayu Aji
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mempertanyakan Orang-orang yang Kuliah Jurusan Pendidikan, padahal Jelas Lulusannya Bakal Sengsara.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2025 oleh

Tags: guru sejarahguru sekolahguru sekolah swastajurusan kuliahjurusan pendidikanjurusan pendidikan sejarahMata Pelajaranmata pelajaran sejarahsejarah
Dinas Bayu Aji

Dinas Bayu Aji

Fresh graduate Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Malang yang merantau di Malang; bekerja dan hidup pas-pasan; suka menulis isu pendidikan, dan sosial.

ArtikelTerkait

Jangan Ambil Jurusan Psikologi kalau Belum Siap Menghadapi Realitas Ini Mojok.co

Jangan Ambil Jurusan Psikologi kalau Belum Siap Menghadapi Realitas Ini

9 April 2025
10 Fakta tentang Kota Suwon, Kota yang Akan Jadi Tempat Pratama Arhan Berkarier

10 Fakta tentang Kota Suwon, Kota yang Akan Jadi Tempat Pratama Arhan Berkarier

29 September 2023
Jurusan ilmu politik, Hukum Catur Haram dan Kegemaran Menyusahkan Diri dengan Selalu Bertanya “Hukumnya Apa?”

A-Z Jurusan Ilmu Politik: Jurusan yang Dikira Lulusnya Auto Jadi Anggota DPR

26 Mei 2020
Kisah Tragis Ki Ageng Mangir, Korban Kelicikan Panembahan Senopati demi Memuluskan Ambisi mataram

Kisah Tragis Ki Ageng Mangir, Korban Kelicikan Panembahan Senopati demi Memuluskan Ambisi

8 Maret 2024
karang taruna pentas agustusan bendera merah putih indonesia terminalmojok

Menilik Sejarah Karang Taruna, Organisasi Paling Eksis di Bulan Agustus

5 Agustus 2021
Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

21 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.