Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jualan Cilok Dekat Lokasi KKN di Desa Penari: Cerita Versi Kang Cilok

EmArif oleh EmArif
4 September 2019
A A
kang cilok

kang cilok

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum meneruskan cerita dari sudut pandang kang cilok, sebenarnya ada masih ngeganjel terkait seseorang yang ‘katanya’ penjual cilok seberang SPBU kota Btersebut. Kok bisa-bisanya ada di daerah tersebut? Cilok kan dari Sunda ya, bukan Jawa. Kalau pun ada, pasti di daerah kota-kota besar. Atau mungkinkah kang cilok itu …—ah, daripada ngelamun yang nggak-nggak—entar kesambet—mending langsung aja simak cerita dari versi kang cilok. Cekidot!

“Lok… cilok… direbus dadakan… lima ratusan…”— kok malah jadi kaya tahu bulat ya. Eh perkenalkan, saya yang jualan cilok, kadang-kadang jadi ojek juga. Itu kalo siang—entar kalo malemnya nyambi montir atau bantu-bantu hajatan. Ya maklum gara pemerintah lebih pro-aseng, rakyat kecil macam saya ini bisa apa. Mentok ya jadi pemeran pembantu di filmnya Joko Anwar.

ADVERTISEMENT

Semenjak cerita yang lagi viral di Twitter, banyak yang request saya untuk bercerita dari sudut pandang saya. Sebenarnya sih saya mau-mau aja, cuma ceritanya bakal panjang dan menyita waktu jualan saya. Mau tah sampeyan gantiin saya jualan? Tapi demi kebaikan karir, akan saya ceritakan poin-poin intinya saja. Kalo bisa, nanti di Twitter sampeyan mention @jokoanwar. Siapa tahu nanti saya diajak main film.

Gini ceritanya, sebenarnya saya sudah mengamati gadis itu saat pertama kali masuk daerah sini. Awalnya saya melihat sebauh mobil elf melaju lambat depan saya. Sekelebat saya melihat seorang gadis, gadis yang cantik. Sebagai seorang yang pernah bekerja sebagai scout. Saya melihat ada potensi besar seorang penari dalam dirinya—bahkan bisa dikatakan seorang wonderkid.

Saya pertama kali bertemu anak-anak itu waktu diminta nganterin ke desa. Mungkin banyak yang nyangka kalo saya cuma nongol pas jualan cilok aja. Kan saya sudah bilang saya ini nyambi-nyambi profesi lain. Kan ojeknya laki paruh baya, gitu kan pikir sampeyan, sekarang kan udah ada apa itu yang face, face apalah itu yang bisa bikin muka jadi tua itu lo—“FaceApp, kang?”—itulah pokoknya.

Setelah mengantarkan gadis tersebut, lantas laporan ini saya sampaikan kepada atasan saya, Badarawuhi. Dan tak lupa laporan tentang ‘seseorang’ yang bersama temannya yang berkerudung itu.

Setelah itu, pihak lain yang ditugaskan untuk melakukan intrik-intrik agar proses rekrutmen ini sukses. Saya pun kembali menjadi kang cilok. “Lok… cilok… direbus dadakan… lima ratusan…”—kok kaya tahu bulat lagi.

Lama berselang, sesekali saya mendengar dari direktur teknis perekrutan kami kalau progress rekrutmen ini berjalan lancar. Ditambah strategi perekrutan dua anggota dari mereka. Siap-siap terima bonus besar nih. Kelamaan nguping sampai lupa kalo sekarang jadwalnya ngondek—eh ngojek ding.

Baca Juga:

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

4 Keuntungan Punya Rumah Dekat Kuburan yang Jarang Disadari Orang

Sore hari itu saat jualan cilok, ada dua orang yang nyamperin. Tumben ada orang yang nyamperin, biasanya cuman temen-temen. Baru sadar kalo yang nyamperin adalah gadis spesial itu, disusul teman laki-lakinya.

Dengan macak orang asing, saya coba basa-basi dengan mereka. Setelah tahu kalau mereka akan kembali ke desa tersebut, muncul suatu ide dalam benak saya. Memang saya menyarankan mereka agar tidak melewatinya karena hari sudah menjelang petang, tapi mereka tidak punya pilihan lain. Sedikit rasa takut akan memepermulus jalannya rencana ini.

“Kulo dongakno sampean-sampean selamet sampai nang tujuan,” pesan saya yang lantas menutup pertemuan ‘kang cilok’ dengan keduanya. Mereka berdua telah beranjak, saya langsung werrr menuju TKP.

Semua dipersiapkan, jamuan-jamuan hingga panggung pertunjukan telah siap dalam sekejap mata. Hal tersebut tidak sulit bagi kami, lha wong kami nggak butuh sewa gedung hingga jasa EO segala. Cukup sekali jentikan jari Thanos, semua sudah siap. Gamelan mulai ditabuh yang juga lantas menyebabkan motor yang ditumpangi keduanya mendadak mogok. It’s show time!

Keduanya hanyut dalam keriuhan itu, namun salah satu atasan saya mempunyai rencana lain. Sekarang bukan waktu yang tepat menangkapnya begitu menurut atasan saya. Motor telah saya perbaiki, begitu pula ‘oleh-oleh’ yang akan mereka bawa telah siap. Sebenarnya saya agak kecewa, tapi ya gimana lagi. Takut kena diputus kontrak. “Dia akan datang sendiri,” seorang atasan coba meyakinkan saya.

Hari-hari berlalu, saya tetap jualan cilok, ya sesekali ngojek. Ya meski pendapatan nggak setara UMR, saya tetap bersyukur. Daripada mereka yang ditugaskan gebuk-gebukan lawan ‘bodyguard’ temannya yang ugal-ugalan itu. Bisa-bisa muka ancur, malah makin ancur.

Saat yang ditunggu-tunggu telah tiba, ketika kedua rekrutan baru yang merupakan teman gadis itu telah menempati masing-masing posisinya, kemudian disusul si gadis wonderkid tersebut. Gadis itu tidak akan bisa keluar lagi. Proses rekrutmen hampir saja rampung, sebelum akhirnya digagalkan oleh seorang aki-aki. Sial, anj*ng aki-aki itu! (ya iya sih aki-aki itu emang anjing). Dia membawa gadis itu pergi. Calon penari menghilang, bonus pun melayang.

Gara-gara aki-aki itu saya nggak dapat bonus. Padahal klausul dua puluh persen kontraknya sudah disetujui oleh atasan saya. Mana kena denda lagi dari federasi persindenan ghaib gara-gara pendekatan rekrutmen ilegal.

Gara-gara itu juga saya nggak jadi nikah. “Maaf ya, dek. Akang nggak bisa nikahi adek sekarang. Mungkin seratus tahun lagi”. Eh ladalah kok malah pringas-pringis. “Adek turun sini. Itu awas rambutnya keserimpet. Nanti kepalamu putus lagi kaya kemarin.” (*)

BACA JUGA KKN Desa Penari: Cerita Menakutkan Bikin Kecanduan atau tulisan EmArif lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2019 oleh

Tags: badarawuhigundalaHororjoko anwarkang cilokkkn di desa penarimistis
EmArif

EmArif

Dosen muda asal Mojokerto. Menaruh minat pasa isu keagamaan, lingkungan, dan sepak bola.

ArtikelTerkait

film makmum

Benarkah Film Makmum Membuat Orang Jadi Takut Salat Sendirian?

4 September 2019
Mumun: Film Horor Komedi yang (Lumayan) Menyenangkan

Mumun: Film Horor Komedi yang (Lumayan) Menyenangkan

5 September 2022
Sejarah Gunung Sindoro dan Misteri Suara Sinden di Jalur Pendakian

Sejarah Gunung Sindoro dan Misteri Suara Sinden di Jalur Pendakian

27 Mei 2022
film gundala

Film Gundala yang Sama Bagusnya dengan Trailer: No Spoiler Review

2 September 2019
Detail Kecil tentang KKN yang Luput di Film KKN di Desa Penari Terminal Mojok

Mencoba Memahami Kenapa KKN di Desa Penari Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa

14 Januari 2023
Gentayangan, Acara TV Supranatural yang Nggak Kaleng-kaleng dan Bikin Bulu Kuduk Merinding terminal mojok

‘Gentayangan’, Acara TV Supranatural yang Nggak Kaleng-kaleng dan Bikin Bulu Kuduk Merinding

5 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

5 Juli 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Larangan Bawa Tumbler di Perpustakaan Daerah Itu Aneh, Minum Saja Dipersulit, Gimana Orang Mau ke Perpustakaan?

4 Juli 2026
Unpopular Opinion: Skripsi Adalah Matkul Favorit Saya Sampai Rela Kuliah 7 Tahun Mojok.co jurnal

Tugas Akhir Jurnal sebagai Pengganti Skripsi Bukan Solusi kalau Budaya Riset Kampus Masih Setengah Hati

1 Juli 2026
Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

1 Juli 2026
Penumpang yang Beli 2 Kursi Kereta Ekonomi PSO demi Bisa Selonjoran Adalah Orang yang Maruk dan Egois Mojok.co

Penumpang yang Beli 2 Kursi Kereta Ekonomi PSO demi Bisa Selonjoran Adalah Orang yang Maruk dan Egois

4 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.