Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jokowi Marah Bersama Rakyat Indonesia: Sebuah Kolaborasi Mantap, Meskipun Terlambat

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
30 Juni 2020
A A
jokowi marahin menteri pandemi corona

jokowi marahin menteri pandemi corona

Share on FacebookShare on Twitter

Namanya juga manusia biasa. Marah adalah suatu perbuatan yang wajar. Tidak terkecuali Jokowi. Kita bisa menangkap dua pesan penting dari marahnya blio. Pertama, ada yang tidak sesuai dengan kehendak blio. Kedua, blio adalah Presiden yang benar-benar mendengar suara rakyatnya, meskipun telat.

Untuk yang pertama, kita bisa menangkap dengan jelas pesan dari meningginya suara Jokowi ketika Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara tertanggal 18 Juni 2020. Ada kegundahan dalam diri blio soal kinerja biasa-biasa saja para pembantunya. Padahal, kondisi bangsa saat ini perlu ditangani secara “extraordinary”.

“Jangan biasa-biasa saja. Jangan linear. Jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali.” Dengan nada yang meninggi, Jokowi meluapkan apa yang selama ini Ia pendam. Kita bisa melihat ada ketidaksesuaian kinerja yang diinginkan Jokowi dengan kerja para menterinya.

“Saya harus ngomong apa adanya. Nggak ada progres. Signifikan nggak ada. Kalau minta Perppu, saya buatin lagi Perppu asalkan untuk rakyat, untuk negara saya pertaruhkan reputasi politik saya,” tegas Jokowi.

Salah satu sebab kejengkelan Jokowi adalah Kementerian Kesehatan. Kementerian yang dipimpin Pak Terawan itu dianggap belum maksimal karena dikasih modal Rp75 triliun yang baru kepake cuma 1,53 persen. Pantes.

Ada ancaman reshuffle dan pembubaran lembaga dari Jokowi. Cukup menohok. Apalagi blio mengatakan pikirannya sudah kemana-mana menyoal hal tersebut. Pesan pertama dari kemarahan Jokowi jelas, dia kecewa dengan kinerja pembantunya, meskipun terlambat.

Lantas apa pesan kedua?

Pesan kedua yang bisa kita tangkap adalah soal betapa Jokowi sebenarnya adalah Presiden yang benar-benar cinta dan mendengar suara rakyat. Bagaimana tidak, Jokowi dan rakyat Indonesia seolah seiring seirama dalam hal marah-marah. Sebuah pencapaian yang harus kita apresiasi. Presiden dan rakyatnya ternyata sehati. Satu hati untuk marah-marah.

Baca Juga:

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

Bedanya, rakyat sudah jengkel lebih awal ketika Jokowi masih menganggap corona cuma limited edition untuk Cina saja. Kondisi saat ini seperti déjà vu. Dulu rakyat yang kritik Jokowi gara-gara dianggap terlalu biasa-biasa saja menanggapi isu corona ini.Yah, buat politikus, terlambat memang hal biasa. Soalnya sudah terbiasa nggak ngapa-ngapain, sih.

Selain marah-marah saat tidak ada tindakan tegas dari pemerintah, rakyat juga terpancing emosinya ketika tagihan listrik tiba-tiba bengkak secara ghaib. Belum lagi soal bansos untuk masyarakat tidak mampu yang masih belum termasuk kategori efektif penyalurannya.

Maraknya PHK, sulitnya kondisi ekonomi, dan berbagai permasalahan terkait APD dan kurangnya tenaga medis jadi semacam trigger yang bikin jengah rakyat. Tak berhenti di situ, munculnya kebijakan new normal di tengah meningkatnya kurva pandemi membuat rakyat makin bingung bin jengkel.

Yak, nyatanya rakyat sudah ambil start lebih dahulu kalau urusan marah-marah. Pak Jokowi, sampeyan telat berbulan-bulan marahnya. Sibuk ngapain, sih?

Telatnya publikasi video Jokowi marahin menteri dengan nada tinggi itu sebenarnya hal biasa. Wong cuma telat hitungan minggu. Yang perlu dipertanyakan itu, kenapa marah-marahnya Jokowi juga harus telat. Hitungan bulan pula.

Kenapa marah-marahnya yang sambil bilang jangan menganggap situasi saat ini hal biasa tidak dilakukan sejak Januari kemarin. Saya yakin kalau marah-marahnya lebih dahulu dilakukan, nggak bakal ada menteri yang bilang orang yang makan nasi kucing kebal corona. Nggak ada menteri yang bilang yang pakai masker cuma yang sakit, yang sehat nggak usah pakai masker. Dan nggak bakal ada yang bilang di Indonesia tidak ada virus corona berkat doa.

Saya pikir telatnya Jokowi marah itu memang cukup disayangkan. Namun saya tetap mengapresiasi. Karena rakyat biasa apa lagi? Mau marah-marahin Jokowi yang lagi marah-marah, nanti malah jadinya pingin memak…sinyal ilang….

Kapan lagi kita melihat Presiden dan rakyatnya sehati macam sekarang ini. Marahnya Jokowi itu demi rakyat. Entah rakyat yang mana, tapi pokoknya marah saja dulu.

Padahal kalau Jokowi nggak bawa-bawa nama rakyat sebenarnya juga nggak apa-apa, sih. Karena tugas Presiden itu melayani rakyat. Dan blio dipilih oleh rakyat. Kalau kata Abraham Lincoln, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

Jadi kalau rakyat marah-marah karena melihat kinerja pemerintah yang biasa-biasa saja ya itu berarti wajar. Bukannya ditangkapin dengan tuduhan macam-macam.

Semoga blio paham bahwa marah saja tidak cukup untuk mengatasi permasalahan yang “extraordinary” ini. Ditambah lagi seharusnya blio ingat, tidak ada visi dan misi menteri, yang ada visi dan misi Presiden. Jadi selain marah-marah, mungkin bisa dicek lagi visi misi yang blio buat sendiri. Dan niat untuk melaksanakannya.

Pada akhirnya, bunyi sila ketiga sepertinya memang benar-benar terwujud berkat adanya pandemi corona ini. Walau bukan dalam bentuk persatuan yang sebenarnya. Persatuan dalam bentuk rakyat dan Presiden marah-marah adalah sebuah pencapaian.

Jarang banget suara rakyat didengar sama politisi. Kecuali ketika pemilu, sih….

BACA JUGA Perspektif Orang Ketiga dalam Prahara Rumah Tangga Orang Lain dan tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2020 oleh

Tags: Jokowijokowi marahpandemi corona
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Jokowi kaget, Yang Jokowi Maksud dengan “Memerintah Tanpa Beban”

Yang Jokowi Maksud dengan “Memerintah Tanpa Beban”

30 November 2019
Ide Ngawur Yasonna yang Pengin Bebaskan Napi Korupsi karena Corona

Kategorisasi Maling Efek Pandemi Corona: Studi Kasus di Desa

1 Mei 2020
mengkritik jokowi

Semua Orang Harus Mengkritik Jokowi

14 September 2019
Ernest Prakasa, Party Pooper Keberhasilan Gelaran Formula E di Jakarta (Unsplash.com)

Ernest Prakasa, Party Pooper Keberhasilan Gelaran Formula E di Jakarta

6 Juni 2022
Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru Mojok.co

Kalau Guru Adalah Penentu Peradaban, Lha yang Lain Ngapain?

26 November 2023
putusan sidang mk

MK Telah Memutuskan, Lalu Kita Mau Apa Setelah Ini?

28 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.