Joe Taslim dan Iklan Lucu yang Selalu Bikin Saya Terkagum-kagum – Terminal Mojok

Joe Taslim dan Iklan Lucu yang Selalu Bikin Saya Terkagum-kagum

Artikel

Seto Wicaksono

Tahu Joe Taslim yang sering membintangi iklan lucu produk keseharian kita itu, nggak?

Saya selalu suka menonton atau mendengar iklan yang menyelipkan unsur komedi di dalamnya. Selain menghibur, iklan lucu sejenis ini terbilang sukses memberikan kesan tersendiri bagi saya juga para konsumen lainnya. Kalau iklan lucu terselip saat saya streaming YouTube, saya bisa jamin akan menikmati iklannya sampai akhir tanpa skip.

Sebetulnya, sejak dulu ada banyak iklan yang selalu menyelipkan unsur komedi di dalamnya. Kendalanya, sering kali hanya sekadar lewat. Namun, bagi para penggemar iklan lucu tersebut, tetap saja akan memberi kesan tersendiri meski sudah lewat beberapa tahun dan tidak ditayangkan kembali.

Sebut saja iklan provider AXIS. Beberapa tahun yang lewat, bahkan AXIS sampai membuat iklan berseri, berlanjut dari satu episode ke episode lainnya, dari sebelum lebaran hingga setelah lebaran dengan karakter yang sama. Dan semuanya sukses bikin saya juga teman-teman terpingkal-pingkal saat menontonnya. Ingat backsound di setiap iklannya? “Haphap, Haphap, tangkap, tangkap….”

Di antara banyaknya artis yang malang melintang di dunia periklanan, bagi saya, sosok kharismatik yang selalu jenaka dalam setiap iklan yang dibintanginya adalah Joe Taslim.

Tidak bisa tidak. Selain selalu kocak dalam setiap iklan yang dibintanginya, aktingnya juga berhasil memberi kesan tersendiri kepada para penonton. Memang, ada kalanya Joe Taslim nggak terlihat kocak dalam suatu iklan. Saat membintangi iklan kartu provider Halo, misalnya. Tentu saja hal tersebut akan kembali kepada konsep dari tim kreatif. Namun, kesan elegan, keren, sekaligus kharismatik tetap melekat pada dirinya.

Pertama kali saya melihat Joe Taslim membintangi suatu iklan adalah untuk produk minuman kesehatan, Vitacharm. Karakter yang diperankan pada iklan tersebut sudah kocak sejak awal. Lantaran, ujug-ujug ia keluar dari kulkas, lalu menghadang beberapa orang yang berperan sebagai bakteri jahat yang ingin masuk ke rumah suatu keluarga.

Beberapa waktu yang lewat sampai dengan paling terbaru, Joe Taslim Membintangi beberapa iklan dengan konsep yang tidak kalah jenakanya. Head & Shoulders, Gopay, dan Macht Watch/Jamtangan.com. Khusus untuk iklan gim Free Fire, bagi saya adalah pengecualian. Meski tidak ada sisi jenakanya, tapi tetap menyenangkan.

Beberapa iklan tersebut mengusung konsep yang kurang lebih sama: syuting dalam syuting dan tetap menyelipkan produk di antaranya.

Karakter Joe Taslim, meski dalam beberapa iklan terakhir yang dibintangi kurang lebih serupa, yakni kru atau talent lainnya bikin salah, salah skrip, sampai dengan marah-marah, semuanya tetap lucu dan jenaka. Nggak ngebosenin. Makanya, tiap ada iklan Joe Taslim untuk produk apa pun saat streaming YouTube, nggak pernah saya skip. Tetap ditonton sampai selesai.

Lah gimana, selain unik dan menarik, iklannya juga memberi kesan sekaligus warna berbeda bagi saya juga penonton lainnya. Barangkali, dalam waktu mendatang, iklan visual dengan tema serupa bisa di-ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) oleh produk lainnya. Minimal bisa memberikan engagement yang tinggi kepada para konsumen. Paling penting karena sudah memberi kesan, produk yang diiklankan pasti akan jadi lebih mudah diingat oleh banyak orang.

Meskipun begitu, jasa dari para tim produksi juga tim kreatif tidak bisa diabaikan begitu saja. Di balik iklan lucu yang memberi kesan mendalam juga menghibur para penonton, peran mereka patut diperhitungkan. Intinya, kerja keras antara tim produksi, tim kreatif, serta para talent tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Saya pikir, dalam hal ini, daya tarik iklan lucu yang dibintangi oleh Joe Taslim bisa begitu kuat karena beberapa hal. Di antaranya unsur humor dan pesan iklan yang lebih baik, dibanding iklan kompetitor atau biasa dengan istilah distinctive.

Selain itu, bagi saya, iklan menarik selalu punya durasi waktu yang pas dan nggak straight to the point pada produk. Hal ini terjadi pada iklan rokok. Selain alasan sensor, kebanyakan orang sudah mengetahui rokok. Akan sangat membosankan jika yang ditampilkan hanya orang yang sedang merokok. Itu kenapa, banyak iklan rokok yang begitu ikonik karena tagline atau visual yang menarik.

“Pria punya selera” dan “Kuberi satu permintaan” hanya dua di antaranya. Saya yakin, kalian pasti sangat familiar dengan dua iklan tersebut. Baik secara visual maupun tagline.

Joe Taslim, pada iklan yang dibintanginya melakukan hal serupa. Nggak fokus pada produk. Namun, tetap memberikan kesan yang sangat menyenangkan. Sehingga, produk yang diiklankan sangat mudah diingat dan diterima oleh para konsumen.

BACA JUGA Iklan di Spotify Adalah Iklan Terbaik yang Pernah Saya Dengar dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
6


Komentar

Comments are closed.