Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jiraiya Adalah HOS Tjokroaminoto di Konohagakure

Thomas Tarjuman Basith oleh Thomas Tarjuman Basith
15 Desember 2020
A A
Jiraiya Adalah HOS Tjokroaminoto di Konohagakure konoha terminal mojok.co

Jiraiya Adalah HOS Tjokroaminoto di Konohagakure terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika mendengar nama Jiraiya, kesan pertama kali yang terlintas adalah seorang shinobi yang terkenal dengan kemesumannya. Berbeda dengan sosok HOS Tjokroaminoto yang menjauhi hal-hal yang berbau duniawi. Mengaitkan keduanya tentunya nggak nyambung dan tidak masuk di akal.

Tapi kalau dipikir-pikir, ada beberapa kemiripan dari kedua sosok tersebut dilihat dari berbagai aspek. Daripada penasaran, langsung saja saya jabarkan.

Keduanya merupakan orang yang terpilih

Baik Jiraiya maupun HOS Tjokroaminoto telah diramalkan untuk membawa perubahan yang besar di daerahnya. Jiraiya mendapat ramalannya dari Tetua Katak di Gunung Myoboku tempat para pertapa katak tinggal. Tetua Katak meramalkan, Jiraiya akan menjadi seorang yang mesum dan memiliki murid yang dapat membuat perubahan yang besar dalam dunia shinobi.

HOS Tjokroaminoto yang saat itu menjadi pemimpin Sarekat Islam secara kebetulan memiliki nama yang mirip dengan ramalan dari Jayabaya. Ramalan tersebut tertulis akan hadir seorang juru selamat yang bernama Prabu Heru Tjokro.

Memiliki murid dengan mazhab yang berbeda

Jiraiya memiliki dua murid yang pahamnya saling bertentangan yaitu Nagato dan Naruto. Keduanya merupakan anak yang disebutkan dalam ramalan Tetua Katak. Nagato yang berpendapat bahwa perdamaian dapat diwujudkan dengan membentuk Akatsuki dan mengumpulkan sembilan bijuu untuk dijadikan senjata terkuat untuk menghancurkan dunia shinobi, rasa takut dan penderitaan yang disebabkan oleh senjata terkuat dapat membentuk stabilitas dan perdamaian dunia shinobi. Berbeda dengan Nagato, Naruto mewarisi konsep perdamaian dari gurunya, Jiraiya. Menurutnya, perdamaian dapat tercipta jika masing-masing orang dapat memahami satu sama lain.

HOS Tjokroaminoto memiliki tiga murid yang terkenal yaitu Semaoen, Kartosoewirjo, dan Soekarno. Masing-masing condong ke paham yang berbeda. Semaoen yang condong ke paham komunis, Kartosoewirjo dengan ideologi Islamnya, dan Soekarno yang terkenal dengan paham Marhaenisme yaitu Nasionalisme ala Soekarno.

Murid-murid dari kedua tokoh tersebut walaupun memiliki mazhab pemikiran yang berbeda, namun, berasal dari satu konsep yang sama. Jiraiya dengan konsep perdamaian “saling memahami” dan HOS Tjokroaminoto dengan pemikiran Islam dan Sosialisme.

Memiliki karya yang monumental

Sebelum Jiraiya menerbitkan novel tetraloginya yang fenomenal yaitu Icha-Icha Series, Jiraiya menulis sebuah buku yang berjudul Kisah Ninja Pemberani. Buku tersebut menceritakan seorang ninja yang pantang menyerah dalam mencari perdamaian.

Baca Juga:

Tokyo Revengers Itu Jauh Lebih Kompleks dari Crows, Lebih Bercita Rasa dari Naruto

Bantahan soal Armin Arlert yang Dianggap Nggak Penting Lagi di AoT. Jangan Ngadi-ngadi lah

Jiraiya menulis buku tersebut berdasarkan pengalamannya ketika pertama kali berkelana ke berbagai negeri untuk mencari sosok murid yang pantas untuk mengemban misi perdamaiannya. Walaupun tidak satu pun buku yang terjual, buku tersebut ternyata dapat mengubah dunia shinobi. Hal ini dibuktikan ketika Naruto mengingatkan kembali tentang isi buku tersebut kepada kakak muridnya, Nagato, yang termakan oleh kebencian dirinya. Akibatnya, Nagato mengorbankan dirinya untuk menghidupkan warga Konoha yang terbunuh saat invasinya ke desa. Dia mempercayakan tekad dirinya untuk mewujudkan perdamaian kepada Naruto.

HOS Tjokroaminoto banyak menelurkan karya-karya monumental yang dijadikan rujukan perjuangan pada masa tersebut salah satunya yaitu buku yang berjudul Islam dan Sosialisme. Menurut buku tersebut, sosialisme ala Tjokroaminoto adalah sosialisme yang berpegang teguh dengan panji-panji agama Islam. Perbedaan sosialisme ala Barat dengan Islam adalah jika sosialisme versi Barat berdasarkan pertemanan maka sosialisme dalam Islam lebih intim lagi, yaitu persaudaraan.

Selain beberapa poin yang disebutkan, baik Jiraiya dan HOS Tjokroaminoto memiliki satu persamaan yaitu tidak dapat menikmati perubahan besar yang dialami di daerahnya. Jiraiya dibunuh oleh muridnya, Nagato, ketika melakukan misi penyusupan di Amegakure. Sedangkan, HOS Tjokroaminoto meninggal karena sakit sebelum menikmati era kemerdekaan bangsa Indonesia dari kolonialisme Belanda.

Sebenarnya kita tidak bisa secara lugu menyamakan dua tokoh ini. Namun, keduanya memberikan kesan legenda yang begitu identik. Menyaksikan cerita Naruto tidak bisa hanya menjadi hiburan, melainkan juga sebuah refleksi tentang apa yang terjadi di dunia nyata.

BACA JUGA Shokugeki no Soma, Bukan Sekadar Anime Masak-Memasak 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Desember 2020 oleh

Tags: review animesejarah indonesia
Thomas Tarjuman Basith

Thomas Tarjuman Basith

Hanya manusia biasa.

ArtikelTerkait

gojo satoru Membayangkan ‘Jujutsu Kaisen’ Berlatar di Indonesia, Nuansanya Dukun Banget Nih mojok.co/terminal

Membayangkan ‘Jujutsu Kaisen’ Berlatar di Indonesia, Nuansanya Dukun Banget Nih

7 Maret 2021
Anime 'Deca-Dence' Menggambarkan Perlunya Revolusi di Tengah Tatanan 'Ideal' terminal mojok.co

Anime ‘Deca-Dence’ Menggambarkan Perlunya Revolusi di Tengah Tatanan Ideal

5 November 2020
panjat pinang

Kenapa Sih Mau Bergembira dengan Panjat Pinang Kok Dilarang?

8 Agustus 2019
4 Detail Penting yang Jadi Misteri di Balik Kehamilan Historia Reiss, 'Attack on Titan' terminal mojok.co

4 Detail Penting yang Jadi Misteri di Balik Kehamilan Historia Reiss, ‘Attack on Titan’

15 Februari 2021
gojo satoru Membayangkan ‘Jujutsu Kaisen’ Berlatar di Indonesia, Nuansanya Dukun Banget Nih mojok.co/terminal

‘Jujutsu Kaisen’ Harusnya Masuk Daftar Best Anime 2020

15 Februari 2021
Yelena dan Floch Forster, Pimpinan Buzzer Pemberontak yang Fanatik di 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Yelena dan Floch Forster, Pimpinan Buzzer Pemberontak yang Fanatik di ‘Attack on Titan’

23 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.