Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Jika Plankton ‘SpongeBob Squarepants’ Jadi Member WhatsApp Grup, Tentu Akan Merepotkan Adminnya

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
16 Februari 2021
A A
Jika Plankton "SpongeBob Squarepants' Jadi Member WhatsApp Grup, Tentu Akan Merepotkan Adminnya terminal mojok.co

Jika Plankton "SpongeBob Squarepants' Jadi Member WhatsApp Grup, Tentu Akan Merepotkan Adminnya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sangat menyenangkan membaca tulisan Pak Adi Sutakwa yang membahas tentang Plankton dalam animasi SpongeBob Squarepants. Ketika semua arus membencinya, blio justru mengatakan bahwa tokoh pemilik nama lengkap Sheldon J. Plankton ini amat penting bagi hajat hidup manusia. Nggak, nggak, tulisan tersebut nggak guyon. Justru cenderung serius dan saya jadi kangen mata pelajaran Biologi.

Judul tulisan Pak Adi Sutakwa tersebut, “Bukan Public Enemy, Plankton di ‘SpongeBob Squarepants’ Justru Tokoh Paling Penting untuk Hidup Manusia” yang tentu saja bisa dinikmati oleh kawan semua. Berkali-kali membaca, saya hanya bisa manthuk-manthuk seraya berkata, “Paham, Pak,” karena saking syahdunya.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi beneran, terlepas dari tulisan Pak Adi Sutakwa, Plankton ini tokoh yang amat menyenangkan. Sayangnya, saking menyenangkannya, banyak yang berbalik nggak suka dengan blio. Menurut saya pribadi, dalam jagat animasi Spongebob Squarepants, Plankton ini berubah menjadi tokoh yang merasa penting dan berpengaruh di lingkungan makro Bikini Bottom.

Nah, semisal Plankton dijadikan seseorang yang nyata ada dan pating sliwer di kehidupan kita, kira-kira bagaimana jadinya? Terutama dalam jagat media sosial, kala Plankton mainan WhatsApp. Umurnya yang sudah bisa dikatakan menjemput matang, sifatnya yang labil menyebalkan, pastinya bakalan bikin gemes.

Ditelusuri melalui studi kuantitatif dalam Mojok Institute, saya menemukan beberapa hal yang bisa terjadi. Pertama, ia merasa paling berpengaruh, padahal nggak ngaruh-ngaruh amat. Singkat kata, hadirnya si Plankton dalam grup WhatsApp ini, ada atau nggak adanya blio, ya nggak ngaruh, Bos. Akan tetapi, haqqul yaqin bahwa Plankton ini merasa dirinya penting, suaranya didengar, dan harus urun rembug.

Apakah orang seperti ini ada dan hidup di dunia nyata? Ah, sayangnya banyak. Ketika dirimu menjadi pecundang di dunia nyata, ngisruh di media sosial adalah cara paling waras walaupun nggak waras-waras amat. Daripada berjibaku di kehidupan nyata, mendingan merasa penting di grup WhatsApp. Namun ya itu, hadirnya di grup bukannya menjadi pencerah, justru jadi media paling sahih pembuat muntab.

Kedua, sudah pasti si Plankton ini bakalan ngeyel. Ngeyel dalam hal apa pun, nggak bisa dikasih tahu dan pikirannya bak batu. Plankton pasti nggak bakalan menerima pandangan lain dan cenderung memaksakan kehendak. Ada orang begini di kehidupan nyata? Sayangnya banyak, sayang.

Melawan arus bukan berarti kudu menjadi menyebalkan. Pun bukan juga kudu menjadi paling beda dan dibenci. Bisa saja lho dari kultur seperti ini, Plankton secara sadar pengin jadi public enemy. Ketika ribuan purnama manusia membangun sebuah kultur memanusiakan manusia, bulan silih berganti menghadirkan manusia pilih tanding yang mengkaji kemanusiaan, kajian demi kajian menelanjangi terma “yang adil dan beradab” guna membangun sebuah kondisi luhur bagi umat manusia, kok ya ada manusia yang pengin jadi public enemy di media sosial?

Baca Juga:

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti

Emang ada tipikal orang yang kayak Plankton begini? Yo jelas ada.

Hal tersebut akan memunculkan perilaku yang ketiga, yakni caper. Ketika melihat orang nyebelin saja sudah aneh, tetapi sekarang ada tipikal orang yang sengaja pengin dibenci. Apalagi dibenci via grup WhatsApp, tujuannya nggak lain dan nggak bukan untuk caper. Nggak mbois blas si Plankton ini.

Pasti si Plankton pengin menimbulkan huru-hara antar-member grup. Tentu sengaja membuat orang lain kesal agar mendapatkan atensi dengan nyata. Ketika atensi nggak didapatkan, yang terjadi adalah menghadirkan suasana runyam yang nggak bisa dinalar. Tiap orang ini hadir, menimbulkan kesal. Grup WhatsApp yang sejatinya niatnya memberikan informasi, justru nggak kondusif lagi.

Saya punya pertanyaan, semisal beneran Plankton mainan WhatsApp dan join sebuah grup, siapa yang menderita? Malang betul nasib moderator WhatsApp. Ckckck.

Mau marah, lha mosok sifat nggatheli dilawan dengan cara yang nggak kalah nggatheli. Mau nge-kick, nggak ada alasan kuat. Mau protes, lha wong watak dan sifatnya sudah seperti itu. Muhasabah diri hey Anda, wahai Plankton. Dari semua sifat nggatheli saudara, ada admin WhatsApp grup yang tersiksa.

Sumber Gambar: YouTube SpyingPuppet

BACA JUGA Jika Plankton Memilih Jadi Pengusaha Bidang Teknologi dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2021 oleh

Tags: PlanktonSpongebob squarepantsWhatsapp
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

28 Desember 2023
Rupa-rupa Konten Chat Penghuni Grup WhatsApp Kompleks Perumahan terminal mojok.co

Rupa-rupa Konten Chat Penghuni Grup WhatsApp Kompleks Perumahan

22 Desember 2020

Menilik Kenampakan Geomorfologi dalam Kartun ‘Spongebob Squarepants’

5 Juni 2021
Bukan Public Enemy, Plankton di 'SpongeBob Squarepants' Justru Tokoh Paling Penting untuk Hidup Manusia terminal mojok.co

Bukan Public Enemy, Plankton di ‘SpongeBob Squarepants’ Justru Tokoh Paling Penting untuk Hidup Manusia

29 Januari 2021
Menelusuri Aktivitas Muda-Mudi Pelaku Chat Anon lewat Chatbot Telegram terminal mojok.co

Mengapa Orang Sering Pura-pura Ketawa di Chat?

13 Juli 2020
Menjawab Pertanyaan Kenapa Cewek Sering Mengecek Viewers Status WA dan IG Story Terminal Mojok

Menjawab Pertanyaan Kenapa Cewek Sering Mengecek Viewers Status WA dan IG Story?

24 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.