Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bukan Public Enemy, Plankton di ‘SpongeBob Squarepants’ Justru Tokoh Paling Penting untuk Hidup Manusia

Adi Sutakwa oleh Adi Sutakwa
29 Januari 2021
A A
Bukan Public Enemy, Plankton di 'SpongeBob Squarepants' Justru Tokoh Paling Penting untuk Hidup Manusia terminal mojok.co

Bukan Public Enemy, Plankton di 'SpongeBob Squarepants' Justru Tokoh Paling Penting untuk Hidup Manusia terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak pertama kali menonton kartun impor dari Amerika ini, makhluk plankton yang memiliki nama lengkap Sheldon J. Plankton dalam serial SpongeBob Squarepants tidak pernah saya sukai. Padahal, di Bikini Bottom, seharusnya bukan Plankton yang mesti dijadikan public enemy, justru Tuan Krabs dan kroni-kroninya yang kelewat jahat, termasuk SpongeBob, tentu saja.

Saya bukan pemeluk agama konspirasi, saya juga bukan antek-antek freemasonry, kalau-kalau kalian mengira saya memuja Plankton, tokoh kartun yang jelas-jelas bermata satu. Justru saya adalah pecinta ilmu, budak kebaikan, dan penyokong utama kemaslahatan umat. Baiklah, akan saya beberkan satu demi satu fakta betapa mulianya Plankton. Agar dapat segera kita sudahi segala permufakatan jahat yang terjadi selama ini demi membunuh karakter Plankton yang baik hati.

Sebagai organisme kecil nan mungil, plankton bahkan selalu hidup dalam keadaan terombang ambing. Di dalam laut, plankton sama sekali nggak punya kemampuan melawan arus. Selain itu, secara terminologis kata plankton sebenarnya jamak, sedangkan istilah singularnya adalah plankter. Bercokolnya nama almarhum Stephen Hillenburg yang di-branding sebagai ahli biologi laut, seolah bikin para penonton kartun SpongeBob Squarepants gelap mata. Nggak bisa bedain mana fakta, mana surreal comedy.

Ketimbang diberi rating Parents Guide (PG), atau malahan di Indonesia dikategorikan Semua Umur (SU)? Animasi kehidupan laut dalam SpongeBob Squarepants rasanya kok lebih cocok dikategorikan tayangan Rated R saja. Tingkat kekacauan dan level bar-bar yang ada dalam banyak adegan SpongeBob Squarepants sudah nggak karuan, lho. Apalagi penggambaran beragam tokoh binatang yang sama sekali nggak sesuai fungsi aslinya di dunia nyata.

Plankton ini salah satu korbannya. Selain jelas-jelas ini makhluk nggak bisa apa-apa di laut, bukannya dibaik-baikin sama banyak tokoh yang punya fisik lebih superior, malah dirundung sana-sini. Pada nggak ngerti apa yak, kalian ini bisa hidup dan bebas menghirup udara nikmat mengandung oksigen itu ya karena dua biota laut utama: plankton dan kelp (salah satu jenis rumput laut).

Begini, faktanya oksigen yang dihasilkan oleh hutan cuma 28%, jadi para pembakar hutan dan korporasi setan yang suka babat hutan yang kira-kira nanti ditagih porsi dosanya segitu di neraka. Sementara penghasil oksigen tertinggi, sebesar 70%, adalah berbagai biota laut seperti plankton dan kelp itu. Kalau saya dibilang mengada-ada, dan terlalu fanatik pada plankton, mungkin kalian lupa saja bahwa lebih dari satu episode SpongeBob Squarepants yang membahas kelp, secara negatif tentu saja.

Dalam episode SpongeBob Squarepants berjudul Best Frenemies, kelp dikatakan sebagai bahan utama Kelp Shake. Jahatnya, minuman buatan Plankton ini dicirikan memiliki sifat yang bikin ketergantungan, bahkan berpotensi mengandung racun. Kelp Shake juga tampil sebagai figuran dalam episode lainnya yang diberi judul The Nitwitting. Ini sih udah keterlaluan penyesatan informasinya.

Masalahnya begini, anak-anak yang menonton penokohan Plankton dan kelp yang kelewat jahat, bisa-bisa secara tidak sengaja terbentuk sifat destruktifnya kepada alam, terutama lautan. Bisa lewat hal-hal sederhana yang sama sekali punya konsekuensi tidak sederhana, seperti membuang sedotan sembarangan. Sampai kelak saat dewasa melakukan tindakan nggak manusiawi yang terang-terangan, tidak mengelola sampah domestiknya sendiri.

Baca Juga:

Patrick Star dalam SpongeBob SquarePants Sebenarnya Orang Kaya yang Pura-pura Bodoh demi Bisa Bahagia

Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

Padahal, kalau saja semua orang sadar dan mampu minimal memisahkan sampah rumah tangganya sendiri, paling tidak timbunan limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) nggak akan tinggi-tinggi amat. Lihat saja contohnya di Piyungan, Bantul, yang berkali-kali ditutup dan diprotes masyarakat sekitar. Itu gunung sampah lama-lama bisa jadi opsi destinasi pendakian Bang Dzawin Nur sama Bung Rocky Gerung, tuh.

Apa hubungannya TPA dengan kesehatan penghuni laut? Heh! Laut itu muara dan hilir dari apa pun saja yang ada di darat. Selain tentu saja ceceran beraneka macam sampah yang pasti ikut hanyut ke laut, air rembesan dari hujan lebat yang membanjiri TPA juga kotor dong. Akhirnya ya terbuangnya ke sungai juga. Saya yang telah hidup 18 tahun lebih di kawasan pantura, tahu betul betapa nggak layaknya air sungai menjelang daerah dekat pantai Laut Jawa.

Pada akhirnya, segala kotoran dari sampah manusia inilah yang akan membunuh plankton dan beragam tumbuhan laut, kelp salah satunya. Jadi, menurut saya, kita perlu sudahi sampai di sini rantai kebencian pada Plankton. Bagaimanapun, plankton adalah the most important creature on Earth. Bahkan, lebih penting ketimbang kita semua manusia. Justru kitalah yang hidup dengan wajah tanpa dosa. Manusia ternyata cuma jadi benalu dan bergantung pada plankton yang mulia. Long live the king plankton!

BACA JUGA Jika Plankton Memilih Jadi Pengusaha Bidang Teknologi dan tulisan Adi Sutakwa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2021 oleh

Tags: PlanktonSpongebob squarepants
Adi Sutakwa

Adi Sutakwa

Kelas pekerja dari Pemalang yang menghabiskan separuh hidupnya sebagai perantau di Solo, Jogja, Jakarta, dan Serang. Kritis pada isu pangan, industri, pendidikan, politik, sepakbola, seni, hingga animanga.

ArtikelTerkait

spongebob

Izinkan Saya Bertemu Idola Saya: SpongeBob SquarePants

15 Agustus 2019
3 Episode di Kartun SpongeBob SquarePants yang Paling Mengharukan Terminal Mojok

3 Episode di Kartun SpongeBob SquarePants yang Paling Mengharukan

15 Januari 2022
13 Karakter Cameo di Kartun SpongeBob SquarePants terminal mojok.co

13 Cameo di Kartun SpongeBob SquarePants

15 Januari 2022
tokoh figuran Strategi Bisnis ala Plankton. Bahkan Chum Bucket pun Bisa Mengalahkan Krusty Krab terminal mojok.co

Para Haters ‘Plankton yang Jahat’ Harus Tahu Fakta-Fakta Ini!

21 Oktober 2019
Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

28 Desember 2023
Ternyata Plankton Menggunakan Filosofi Jawa untuk Menikahi Karen Terminal mojok(1)

Ternyata Plankton Menggunakan Filosofi Jawa untuk Menikahi Karen

18 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.