Beberapa waktu lalu, sempat ada tulisan di Terminal yang bilang kurang lebih begini: Purworejo tidak butuh kemewahan, apalagi soal makanan dan minuman, karena hidup saja sudah pas-pasan. Dan sebagai orang yang cukup akrab dengan Purworejo, saya mengangguk setuju. Orang Purworejo itu rasional. Bukan pelit, tapi realistis.
Dengan UMR yang tidak besar, pengeluaran dihitung hati-hati. Minuman Rp25-30 ribu bukan cuma soal mahal, tapi soal prioritas. Dengan uang segitu, sudah bisa makan nasi lengkap. Jadi wajar kalau warung bakso, soto, pecel lele, dan angkringan tetap jadi primadona. Mereka menjual kenyang dan kejujuran harga, bukan ambience dan plating cantik.
Lalu pertanyaannya, kalau restoran fancy saja terasa terlalu jauh dari realitas warga, bagaimana kalau Purworejo punya mall?
Apakah mall akan laku di Purworejo?
Kalau melihat karakter warganya, mall di Purworejo mungkin akan mengalami fase yang sama seperti kafe mahal: ramai di awal, sepi di kemudian hari. Bukan karena orang Purworejo tidak suka jalan-jalan. Tapi karena kebiasaan konsumsi mereka bukan konsumsi impulsif. Nongkrong pun biasanya pesan teh anget atau kopi tubruk paling murah di menu. Nongkrong itu soal ngobrol, bukan gengsi.
Apalagi fenomena merantau masih kuat. Anak muda banyak yang kerja di Jogja, Semarang, Jakarta, bahkan luar pulau. Perputaran uang di dalam kota otomatis terbatas. Yang tinggal kebanyakan orang tua dan pekerja lokal dengan pola hidup sederhana. Pasar untuk tenant mahal jelas tidak sebesar di kota besar.
Tapi tunggu dulu, ada sisi lainnya
Meski begitu, menarik membayangkan efek lain kalau mall benar-benar berdiri di Purworejo. Pertama, kemungkinan besar pengunjung mall di Jogja atau Magelang akan sedikit berkurang, khususnya warga Purworejo yang selama ini keluar kota hanya untuk belanja atau sekadar jalan-jalan. Dengan adanya mall, kebutuhan hiburan ringan bisa terpenuhi tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Contoh kecil bisa dilihat dari Kebumen. Geliat modern mulai terasa. Mall memang belum selengkap kota besar, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan belanja dasar, nonton, atau sekadar cuci mata. Tidak semua orang lagi-lagi harus ke luar kota. Purworejo bisa mengalami hal serupa.
Baca halaman selanjutnya
Kota yang tertidur setelah isya



















