Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jember Layak Mendapatkan Penghargaan Sebagai Daerah Terbaik yang Paling Berhasil Menjaga Jalan Rusak Tetap Terpelihara

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
21 September 2025
A A
Jember Paling Jago Menjaga Jalan Rusak Tetap Rusak (Wikimedia)

Jember Paling Jago Menjaga Jalan Rusak Tetap Rusak (Wikimedia)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah beberapa tahun tidak melintas di Jember, akhirnya saya berkesempatan pulang dengan Supra Geter X 125 kesayangan beberapa waktu lalu. Sebenarnya, tujuan saya untuk menjajal Gunung Gumitir, sekaligus mengunjungi saudara di Banyuwangi. 

Namun, sebelum menjelaskan kondisi Gumitir selepas perbaikan, saya tertarik menulis jalan di wilayah Jember. Jadi, dari Kediri, saya melintasi Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang dan Jember. Nah, dari semua wilayah itu, hanya Jember yang saya rasa paling jago menjaga jalan rusak tetap rusak. Konsisten rusak.

Kalau daerah lain berlomba-lomba memperbaiki jalan rusak, Jember malah mempertahankannya. Dan sangat berhasil. Makanya saya curiga kalau jalan rusak itu sudah menjadi branding. 

Masuk akal, dong. Saya melihat banyak jalan rusak yang sepertinya “dipelihara” oleh Pemda. Bahkan hingga saat ini, mereka semua seperti abai, tanpa berfikir bahwa jalan rusak itu juga menyumbang tingginya insiden kecelakaan di Jember.

Bahkan di tahun 2024 lalu Polres Jember membukukan catatan lalu lintas tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Pada masa itu, kabarnya ada 1.322 kasus kecelakaan dengan 1.880 korban dilaporkan meninggal dunia, luka ringan, dan luka berat. 

Bayangkan bagaimana Jember ingin dikenal di khalayak Jawa Timur sebagai wilayah dengan angka kecelakaan tinggi. Bukankah itu sebuah prestasi?

Branding jalan rusak Jember yang sangat berhasil

Saya merasakan upaya Pemda Jember itu berhasil maksimal. Saya melihat prestasi rusak ini di Jalur Puger-Rambipuji. Ini adalah jalan utama yang menjadi tumpuan warga Jember Selatan. Jika melihat fungsinya, jalur ini merupakan urat nadi ekonomi Jawa Timur. Tidak heran Jalur Lintas Selatan (JLS) Jatim dilewatkan Puger, Jember, meskipun kapan bakal tembus Banyuwangi juga tidak bisa diprediksi.

Kembali ke Jalur Puger-Rambipuji Jember. Pentingnya akses ini tidak hanya terjadi pada masa kini saja. Puluhan tahun lalu, saat bangsa Indonesia belum merdeka, pemerintah kolonial juga melihat urgensitas akses jalur ini. 

Baca Juga:

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Bahkan sebelum masifnya perkembangan transportasi mobil seperti sekarang. Bangsa kolonial membangun jalur kereta api Rambipuji-Balung-Puger pada 1929. Tujuannya untuk menjawab masalah transportasi warga menuju ke Kota Jember. 

Saat ini, jalur itu kini tak aktif lagi karena persaingan beragam moda transportasi. Warga Jember makin apes sebab sekarang jalan utama Puger-Rambipuji kondisinya memprihatinkan sekali. Tapi ya nggak masalah. Namanya saja branding rusak yang harus dipelihara.

Berkali-kali pemimpin Jember berganti. Mulai era Faida, Hendy Siswanto, hingga Muhammad Fawait. Semua abai dengan kondisi Jalan Raya Puger-Rambipuji Jember. 

Saya saja yang hanya sesekali melintas heran betul, kenapa jalur itu tidak pernah ada perubahan dari dulu. Jika dihitung, sudah banyak korban yang harus bertaruh nyawa. Apa perlu menunggu puluhan korban lagi baru jadi atensi bupati?

Jalan rusak Jember butuh perbaikan bukan pencitraan

Saya beberapa kali mencari berita mengenai Muhammad Fawait, Bupati Jember pemenang Pilkada 2024. Tapi tampaknya sama saja. 

Seperti suksesornya, Hendy Siswanto dan Faida, tampaknya mereka perlu belajar dasar-dasar kepemimpinan. Tidak hanya menitikberatkan pencitraan saja. Seperti tulisan Adhitiya Prasta Pratama mengenai program Bupati Ngantor di Desa, apa manfaatnya untuk warga. Toh setelah acara, semuanya hanya seremonial saja tanpa ada hal konkret yang diselesaikan.

Harusnya, Bupati Muhammad Fawait sadar, Jember dalam tiga kali pilkada terakhir tidak ada petahana yang berhasil melanggengkan kekuasaan. Itu artinya warga Jember memilih bupati di setiap Pilkada karena petahana tidak layak untuk dipilih kembali. 

Sebab, selalu banyak masalah yang ditimbulkan. Jadi, di sisa masa jabatan ini tolong jangan hanya pencitraan saja. Jalan rusak butuh perbaikan. Jika tidak, siap-siap saja di Pilkada tahun depan akan didepak oleh calon baru.

Aturan tonase kendaraan yang perlu ditegakan

Saya paham betul kenapa jalur ini selalu rusak berkali-kali setelah membaca tulisan mengenai kondisi di Selatan Jember. Memang, saya akui, kadang investasi bisa memberikan implikasi baik untuk suatu daerah. 

Namun, tidak sedikit penanaman modal justru jadi pisau bermata dua yang malah memberikan aspek kerusakan. Entah itu rusak dari secara ekologi karena investasinya bergerak di bidang tambang. Atau kerusakan jalan seperti yang dialami ruas Puger-Rambipuji, Jember. Tonase muatan truk semen dari PT Semen Imasco Asiatic tentu perlu diatur.

Jangan karena mereka sudah berinvestasi besar, lalu Pemda Jember seakan ikut aturan investor. Jadinya malah abai dengan kondisi jalan. Meski sudah ada perbaikan, tanpa perhatian serius dari pemangku kebijakan untuk menindak tonase berlebih, jalan pasti akan rusak lagi. Harus ada atensi serius agar pelanggaran ini tidak dibiarkan.

Lagi-lagi pengguna jalan yang selalu jadi korban

Entah sudah berapa banyak korban yang harus meninggal di Jember Ini. Beberapa kali warga protes sepertinya sama saja. Perbaikan yang dilakukan ala kadarnya malah justru membuat jalan makin parah. 

Bahkan, beberapa waktu lalu di Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Kapolres Jember sampai turun tangan untuk membuka jalur yang diblokade warga. Saat itu, warga marah karena pemerintah tak kunjung memperbaiki jalan rusak. 

Warga menutup jalan bukan tanpa alasan. sebab sering kali imbas jalan yang rusak truk tambang yang tetap nekat melintas justru mengancam warga.

Jangan heran jika sering terjadi kecelakaan. Baik pengemudi truk maupun pengendara motor sama-sama saling berebut jalan bagus sehingga risiko celakanya cukup besar. Padahal, jika dilihat, sepanjang jalur ini lebih banyak berlubangnya daripada yang bagus. 

Lagi-lagi pengguna jalan yang menjadi korban, hingga warga memutuskan memblokade jalan. Saya saja yang melintas menggunakan sepeda motor merasakan kengerian itu.

Semoga setelah ini ada perhatian dari Bupati Jember. Kalau sudah dipilih rakyat, ya jangan cuma pencitraan. Atau memang benar kalau jalan rusak sudah jadi branding. Selamat Jember, daerah yang paling jago menjaga jalan rusak tetap rusak.

Penulis: Fareh Hariyanto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Saya Rindu Jember, tapi Tidak dengan Kenangan Buruknya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2025 oleh

Tags: Banyuwangijalan rusakjalan rusak jemberjawa timurjemberPuger-Rambipuji
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Perantauan Tinggal di Banyuwangi

ArtikelTerkait

Apa pun Kejahatan di Surabaya, Orang Madura Selalu Dijadikan Kambing Hitam jawa timur

Dosa Gubernur Jawa Timur pada Orang Madura: Rasisme Dibiarkan, Pendidikan Konsisten Rendah, Kemiskinan Tetap Tinggi!

25 September 2024
Maulana Iqbal Membongkar Sisi Gelap Kabupaten Gresik (Wikimedia Commons)

Dosa Kabupaten Gresik: Banjir Kali Lamong yang Tidak Tertangani

10 April 2023
5 Akibat Seandainya Kabupaten Tulungagung Tidak Memiliki Marmer

5 Akibat Seandainya Kabupaten Tulungagung Tidak Memiliki Marmer

9 April 2025
Jalan Terusan Ambarawa Malang, Jalanan Penuh Masalah yang Paling Sering Dilewati Mahasiswa UM

Jalan Terusan Ambarawa Malang, Jalanan Penuh Masalah yang Paling Sering Dilewati Mahasiswa UM

15 Januari 2024
Sawah Hilang, Data Bertambah: Trik Sulap LP2B Ala Jember

Sawah Hilang, Data Bertambah: Trik Sulap LP2B Ala Jember

18 September 2025
Jalan Kaligawe, Pusatnya Jalanan Rusak dan Banjir di Semarang

Jalan Kaligawe Semarang, Pusatnya Jalanan Rusak dan Banjir yang Bikin Rakyat Sengsara

25 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan
  • Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru
  • Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite
  • Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access
  • Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah
  • Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.