Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali (jtp.id)

Sebagai daerah pariwisata, Malang (atau Malang Raya ajalah biar enak) punya banyak pilihan destinasi wisata menarik. Coba saja kalian cari di Google dengan keyword tempat wisata di Malang Raya, saya yakin puluhan tempat bermunculan. Malang Raya memang punya banyak sekali jenis wisata, mulai dari wisata alam, wisata modern, wisata edukasi, sampai wisata yang ekstrem. Pokoknya macam-macam. 

Harus diakui, dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Malang Raya, harus diakui, tidak semua destinasi menarik. Ada tempat-tempat wisata yang gitu-gitu aja, ada yang membosankan, bahkan ada yang jelek, nggak jelas. Pokoknya tempat wisata yang layak dikunjungi sekali saja. Namun, selain itu, ada juga beberapa tempat wisata yang bagus, menarik, bahkan yang pantas dikunjungi berkali-kali. 

Nah, ada satu tempat wisata di Malang Raya yang menurut saya layak dan asyik buat dikunjungi berkali-kali. Tempat wisata itu adalah Jatim Park. Mungkin kalian bertanya-tanya, ini Jatim Park yang mana, dan bukankah Jatim Park ini ada di Batu? Jawabannya, semua tempat wisata yang ada embel-embel Jatim Park, dan Batu adalah bagian dari Malang Raya.

Lalu mengapa Jatim Park ini adalah tempat wisata yang asyik buat dikunjungi berkali-kali? Sini tak jelasin.

Punya banyak tempat wisata

Buat kalian yang asing dengan nama Jatim Park, mereka ini semacam perusahaan yang membawahi dan memiliki berbagai macam tempat wisata (termasuk hotel) andalan di Malang Raya. Jatim Park ini bisa dibilang “penguasa” untuk urusan pariwisata dan perhotelan di Malang Raya (terutama di Batu) lah. Mereka ini punya banyak tempat wisata, dan semuanya jadi andalan.

Kalau kalian nggak tahu, Jatim Park ini banyak banget tempat wisatanya. Ada Jatim Park 1, Jatim Park 2, dan Jatim Park 3. Selain ketiga tempat wisata ini, ada juga Batu Night Spectacular (BNS), Museum Angkut, dan Batu Love Garden (Baloga) yang juga berada di bawah nama Jatim Park Group. Dan semua tempat wisata itu, punya karakteristik masing-masing yang berbeda. Jadinya, kalian perlu berkali-kali mengunjungi Jatim Park untuk beneran merasakan sensasi berwisata di sana.

Maksudnya, masing-masing tempat wisata Jatim Park itu berbeda-beda. Jatim Park 1 itu fokus di taman bermain. Sementara Jatim Park 2 fokusnya di wisata edukasi berbasis alam dan biologi karena di sana ada Museum Satwa dan Batu Secret Zoo. Sementara Jatim Park 3, mereka kayak paduan antara alam dan modern. Mereka punya Dinopark, Museum Musik Dunia, dan sebagainya. Belum lagi tempat wisata seperti Museum Angkut, Batu Night Spectacular, dan Batu Love Garden yang punya karakteristik berbeda.

Makanya, Jatim Park ini layak dikunjungi berkali-kali sebab mereka punya banyak yang ditawarkan. Dan biar kaffah berwisata ke Jatim Park, kalian ya perlu mengunjungi semuanya. Biar “tamat” gitu. 

Jatim Park selalu menjaga kualitas dan punya hal baru untuk ditawarkan

Orang Malang Raya (khususnya orang Batu) mungkin punya persepsi yang berbeda terhadap Jatim Park. Ada yang suka, ada yang biasa saja, bahkan ada yang benci. Tentu saja dengan alasan yang berbeda-beda. Tapi ada setidaknya dua hal yang nggak bisa disanggah soal Jatim Park, mereka selalu menjaga kualitas wahana wisata dan punya hal baru untuk ditawarkan.

Soal kualitas, kita kayaknya nggak perlu ragu lagi. Setiap wahana wisata yang ada di semua tempat wisata Jatim Park Group selalu diperhatikan. Kalau kalian pernah pergi ke Jatim Park, entah itu Jatim Park 1, 2, 3, atau yang lain, terlihat banget kualitas wahana mereka ini sangat terjaga. Ini yang bikin banyak orang, banyak wisatawan, yang mau datang lagi.

Selain kualitas, Jatim Park juga selalu menawarkan hal-hal baru. Entah itu mereka menambah wahana wisata, atau meng-upgrade wahana wisata yang sudah ada. Nah, ini adalah upaya Jatim Park buat menjaga pasar. Mereka ingin mempertahankan para wisatawan agar selalu terpuaskan, dan selalu datang lagi ke Jatim Park kalau sedang liburan ke Malang Raya, tepatnya ke Batu.

Kualitas dan kebaruan inilah yang bikin Jatim Park adalah tempat wisata yang nggak cepat basi. Sebab Jatim Park ini adaptif, tahu pasar, dan tahu apa yang harus mereka lakukan agar punya nafas yang panjang.

Cocok dikunjungi usia berapa saja

Menurut saya, Jatim Park menawarkan lapisan pengalaman yang berbeda-beda tergantung fase hidup. Jatim Park mengakomodasi pengalaman berwisata untuk semua umur, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Sederhananya, Jatim Park ini lintas usia.

Maksudnya begini. Kalau kalian ke Jatim Park saat masih anak-anak, kalian akan lebih suka wahana di Jatim Park yang seru-seru. Kalau kalian datang sebagai remaja, kalian akan memilih wahana yang punya sensasi dan adrenalin. Lalu, ketika kalian datang lagi ketika dewasa, wahana yang edukatif, wahana hasil kurasi seperti museum terasa lebih cocok. Dan, ketika kalian datang bersama keluarga, kalian akan merasakan pengalaman berwisata kolektif yang lengkap.

Intinya, Jatim Park seakan tumbuh bersama pengunjungnya. Tempat wisata ini seakan jadi tempat yang pas buat dinikmati oleh pengunjung lintas umur. Tentu saja dengan fase kehidupan yang berbeda-beda. Itu mengapa, berwisata ke Jatim Park ini memang nggak cukup hanya sekali.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version