Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Jangan ke Lembang kalau Pengin Menikmati Wisata Alam

Muhammad Raihan Nurhakim oleh Muhammad Raihan Nurhakim
23 Desember 2022
A A
Jangan ke Lembang kalau Pengin Menikmati Wisata Alam Terminal Mojok

Jangan ke Lembang kalau Pengin Menikmati Wisata Alam (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Memangnya kenapa sih nggak boleh berwisata alam di Lembang?

Saya yakin, kalian semua pasti sudah nggak asing lagi dengan daerah wisata bernama Lembang. Apalagi menjelang libur Natal dan Tahun Baru seperti ini, nama Lembang tentu semakin santer disebut. Lokasi ini memang terkenal karena memiliki banyak pilihan tempat rekreasi yang bisa dikunjungi sendirian, berdua, atau bersama squad kesayangan.

Entah sejak kapan daerah Lembang terkenal dan dikunjungi banyak wisatawan. Memang sih lokasinya yang berada di dataran tinggi dan udaranya yang masih cukup sejuk membuatnya dijadikan tujuan liburan orang-orang yang pengin pergi dari hiruk-pikuk perkotaan, meskipun hanya sesaat.

Maka tak heran jika di Lembang ada begitu banyak—bahkan terlalu banyak—tempat yang didirikan untuk menunjang kebutuhan wisatawan seperti amusement park, restoran, penginapan, hingga hotel mewah. Ada juga angkringan sederhana yang berjejer di sepanjang jalan yang sering jadi lokasi istirahat para rider sunmori.

Saya memang bukan warga lokal Lembang. Saya cuma warga yang kebetulan tinggal di kabupaten yang sama dan kebetulan pula sering berkunjung atau sekadar melintasi jalanan Lembang. Makanya saya sedikit tahu persoalan di Lembang ini. Izinkan saya mengatakan satu hal: Lembang adalah destinasi wisata yang overrated, apalagi jika tujuan kalian adalah sungguh-sungguh menikmati alam.

Saya nggak bermaksud menjelek-jelekkan Lembang. Toh sebagai salah satu daerah wisata di Kabupaten Bandung Barat, daerah ini memang memegang peranan penting dalam menyumbang pendapatan daerah lewat pajaknya. Bisa gawat kalau pendapatan daerah turun hanya karena tulisan warganya. Nanti jalanan di sekitaran rumah saya nggak kunjung diperbaiki. Saya juga yang kena imbasnya, kan?

Dalam beberapa tahun terakhir, saya mengamati bahwa berwisata alam di Lembang sudah nggak senikmat dulu lagi. Daerah ini sudah banyak berubah. Hal yang membuatnya demikian adalah karena orang terus-menerus datang ke sini untuk berwisata.

Lho, bukannya semakin banyak pengunjung justru semakin bagus, ya? Para pelaku usaha di Lembang jadi semakin banyak pelanggan, sehingga pendapatan mereka juga jadi lebih banyak dan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas barang dan jasa yang ditawarkan.

Baca Juga:

Keresahan Saya Sebagai Warga Gununghalu, Kecamatan di Bandung Barat yang Nggak Diakui Masyarakat

Orang Bandung Lebih Senang Berwisata ke Ciater, Subang daripada Lembang

Hal itu memang benar terjadi di Lembang. Tapi, itu hanya kenyataan sederhananya. Jika kalian adalah investor, apa yang akan kalian lakukan terhadap sebuah daerah wisata alam yang belum memiliki banyak akomodasi baik bagi wisatawan? Tentu kalian akan berinvestasi dengan mendirikan sesuatu di sana, entah itu hotel, penginapan, tempat bermain, rumah makan, sampai resort.

Nah, di situlah letak masalahnya. Nyatanya, sekarang ini sudah terlalu banyak tempat semacam itu di Lembang, meskipun pada akhirnya tetap penuh juga di musim liburan. Tapi, artinya ada terlalu banyak orang pula yang datang berwisata ke Lembang. Setiap tempat selalu penuh dengan wisatawan. Dan menurut saya, terlepas dari apa pun jenis tempatnya, wisatawan yang berada di tengah kerumunan wisatawan lain pasti nggak akan bisa menikmati waktunya secara maksimal.

Maraknya pembangunan fasilitas seperti hotel dan semacamnya juga sulit sekali untuk selaras dengan pelestarian kondisi alamnya. Sekarang, sebagian besar kiri-kanan jalanan Lembang berdiri bangunan-bangunan kokoh maupun lahan luas taman rekreasi. Menemukan tempat yang masih cukup natural adalah perkara yang nggak mudah di Lembang. Kalian mungkin masih bisa menghirup udara sejuknya, tapi nuansa alamnya sudah berubah menjadi “alam buatan”.

Anehnya, sampai sekarang masih ada orang yang merekomendasikan Lembang sebagai destinasi wisata alam yang bisa dijadikan pilihan dan masih banyak pula orang yang benar datang ke sini untuk tujuan tersebut. Padahal, kenyataannya, lingkungan di sini juga sudah mulai menjadi beton-beton keras dan kurang mendukung lagi untuk wisata alam.

Kalaupun masih ada tempat yang menawarkan keaslian alam yang cukup terjaga, hampir bisa dipastikan tempat tersebut penuh. Sebab, orang yang benar-benar ingin menikmati alam juga pasti berbondong-bondong pergi ke tempat tersebut. Pada akhirnya, yang kalian nikmati adalah keramaian manusia yang nggak jauh berbeda dengan di kota.

Terlepas dari hal-hal di atas, ketidakcocokan Lembang sebagai destinasi wisata alam juga cukup dipengaruhi oleh lokasinya yang merupakan jalur penghubung Bandung Barat-Subang-Sumedang. Jujur, saya memang sering melintasi wilayah Lembang karena hal ini. Demi menghindari truk besar di Cileunyi-Sumedang dan menghemat biaya tol, jalur Lembang saya jadikan alternatif. Apalagi, ke Subang lewat sini juga bisa sekalian menikmati kebun teh dan keasrian alam yang sebenarnya menurut saya lebih fresh.

Lantaran merupakan jalur penghubung, di luar waktu liburan pun Lembang tetap akan macet. Ada begitu banyak kendaraan pribadi dan bus besar yang lalu-lalang di sepanjang jalur ini setiap harinya. Artinya, polusi kendaraan dan suhu yang meningkat di kawasan Lembang juga adalah sebuah kepastian. Mungkin beberapa orang nggak akan terlalu peduli, tapi hal itu jelas mengganggu bagi yang ingin sebentar saja mencicipi udara segarnya Lembang.

Dengan kondisi demikian, saya ragu masih ada orang yang bisa benar-benar enjoy dengan alam Lembang yang seadanya itu. Jadi, kita harusnya sudah tahu, ke Lembang itu terkadang nggak lebih dari menikmati kemacetan dan keramaian saja.

Saran saya, kalau kalian pengin ke Lembang untuk mencari wisata alam yang benar-benar segar, lebih baik kalian pikir-pikir dulu atau mundur sekalian lalu cari destinasi wisata yang lain. Lembang mungkin bukanlah tempat yang cocok untuk itu. Tapi, kalau kalian berwisata ke sini untuk sekadar mengisi waktu atau nggak masalah dengan apa pun yang telah saya sebutkan di atas, silakan datang ke sini. Nggak ada paksaan dalam memilih destinasi wisata, hehehe.

Penulis: Muhammad Raihan Nurhakim
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bolu Susu Lembang, Oleh-oleh Bandung yang Bikin Lidah Bahagia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2022 oleh

Tags: bandung baratlembangwisata alam
Muhammad Raihan Nurhakim

Muhammad Raihan Nurhakim

Mahasiswa hukum yang tidak ingin jadi pengacara, apalagi hakim.

ArtikelTerkait

9 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan di Klaten Timur Minimal Sekali Seumur Hidup

9 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan di Klaten Timur Minimal Sekali Seumur Hidup

2 Oktober 2024
Pergi ke Pantai Malam Hari Adalah Hal Bodoh yang Tidak Seharusnya Dilakukan mojok.co/terminal

Pergi ke Pantai Malam Hari Adalah Hal Bodoh yang Tidak Seharusnya Dilakukan

13 Maret 2021
Nonton Petualangan Sherina Saat Anak-anak dan Dewasa Itu Beda Pisan (Eddy H/Shutterstock.com)

Nonton Petualangan Sherina Saat Anak-anak dan Dewasa Itu Beda Pisan!

21 Mei 2022
Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam

8 Oktober 2024
Membongkar 5 Dosa Kota Bandung- Dari Kota yang Gelap hingga Korupsi (Unsplash)

Membongkar 5 Dosa Kota Bandung: Dari Kota yang Gelap hingga Korupsi

15 April 2023
Ekspansi Restoran di Baturraden, Bom Waktu Kerusakan Alam yang Detiknya Makin Kencang

Ekspansi Restoran di Baturraden, Bom Waktu Kerusakan Alam yang Detiknya Makin Kencang

18 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

20 Januari 2026
Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

23 Januari 2026
Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

22 Januari 2026
Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah

Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah

21 Januari 2026
Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

20 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Belanja di Pasar Manis Purwokerto daripada Pasar Tradisional Lain Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Belanja di Pasar Manis Purwokerto daripada Pasar Tradisional Lain

22 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=YRrBYMX1Juc

Liputan dan Esai

  • Memetik Makna Lain Kekalahan saat Para Bintang Muda Urung Bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan
  • 5 Fitur KAI Access yang Memudahkan Perjalanan dengan Kereta Api
  • Gudeg Jogja Lebih Superior ketimbang Bakmi Jawa, Wisatawan Termakan oleh Branding Wisata Kuliner yang (Bisa) Menyesatkan
  • Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki
  • Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026
  • Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.