Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jangan Asal Manggil Uwak di Medan

Kristiani oleh Kristiani
12 Maret 2021
A A
bahasa medan Kata 'Apa' dalam Konteks Bahasa Medan Itu Sakti dan Serbaguna terminal mojok.co

Kata 'Apa' dalam Konteks Bahasa Medan Itu Sakti dan Serbaguna terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Wak, kek mana kabar?Sebagai kota multikultural, Medan menyimpan banyak kisah yang begitu menarik. Dimulai dari bahasanya hingga kehidupan masyarakatnya kerap disorot dan beberapa sudah banyak membahas hal ini, termasuk Mojok. Kamu bisa mencari artikel yang berhubungan dengan dengan kota Medan, khususnya penggunaan bahasa.

Meskipun dikenal memiliki banyak suku, nyatanya warga Medan masih banyak yang mewarisi adat istiadat. Salah satunya warisan adat itu adalah kuda lumping dari suku Jawa. Di kota Medan, atraksi ini sangat mudah ditemukan dan biasanya ada setiap Minggu ataupun hari libur. Namun, saya tidak berani dekat-dekat sama pemain kuda lumpingnya. Seram lihat atraksi mereka.

Tidak hanya tradisi, cara panggilan orang-orang di Medan pun sangat beragam. Ada datuk pada suku Melayu yang artinya kakek, ada anne pada suku Tamil yang artinya abang, dan berbagai cara pemanggilan lain sesuai dengan suku masing-masing. Dari sekian banyak bentuk pemanggilan kepada orang lain, ada satu bentuk panggilan yang bersifat universal di kota Medan. Maksudnya, pemanggilan ini tidak lagi mengenal jenis kelamin walaupun awalnya dipanggil kepada pria yang tidak terlalu tua ataupun saudara laki-laki dari orang tua.

Nama panggilan tersebut adalah uwak atau disingkat dengan wak yang asalnya dari bahasa Melayu. Ucapan wak kepada orang-orang tersebut sangat lumrah di kota Medan. Bahkan sama orang yang baru kenal di jalan, bisa memakai alternatif memanggil wak jika yang kamu rasa pantas dipanggil itu. Ingat yah, panggilan uwak ini tidak mengenal jenis gender. Kalau tidak percaya, tontonlah video Mak Beti yang membuktikan wanita juga dipanggil uwak. Meskipun lokasinya berada di Binjai, namun secara tata bahasa masih sama dengan Medan mengingat lokasinya tidak terlalu jauh dan rumpun suku Melayu-nya sama. Atau jika kamu singgah ke Medan menjumpai penjual lontong atau pecal, kamu bisa memanggil mereka itu wak dan mereka mengerti maksud kamu.

Namun, tidak semua orang-orang bisa dipanggil dengan uwak. Bukan karena usianya terlalu tua atau muda, melainkan asal suku mereka. Ada beberapa suku yang ada di Medan alih-alih dipanggil dengan sebutan uwak, mereka lebih senang dipanggil bapak, ibu, ataupun sebutan lain sesuai suku mereka. Istilahnya, untuk menghargai tradisi, mereka lebih senang dipanggil sesuai asal suku mereka. Selebihnya kamu lebih baik memanggil bapak ataupun ibu.

Pada kenyataan di lapangan saat ini, sudah banyak suku lain mau menerima dipanggil uwak. Mereka merasa dihargai dengan sebutan ini. Bahkan kata-kata uwak ini seperti keakraban tanpa mengenal usia, sama seperti lae pada suku Batak. Ketika berjumpa di jalan, mau berapa umur dan asal sukunya, kalau panggil uwak, mereka bakal nyahut satu sama lain. Salah satu buktinya Ono Ginting, teman ayahku di kedai kopi. Meskipun bersuku Karo, karena lingkungan dan keluarganya suku Jawa, ia tidak masalah dipanggil Wak. Ketika anak-anak bertemu dengannya, tidak segan-segan memanggilnya Wak dan ia menghargai panggilan anak-anak itu.

Memang nggak salah manggil uwak, namun ingat juga kondisi sekitar. Namun, apabila daerahnya sangat toleransi dipanggil uwak, tidak masalah sih dipanggil itu. Lebih baik, ketika bertemu orang yang baru kenal di Medan lebih baik dipanggil bapak atau ibu dulu. Jika sudah akrab, kamu bisa memanggilnya dengan sebutan uwak ataupun lainnya yang membuat nyaman. Ingat, banyak orang yang lebih suka dengan sebutan lain walaupun panggilan Wak sudah lumrah di kota Medan.

BACA JUGA Rebu: Adat Suku Karo untuk Menjaga Hubungan Keluarga dan tulisan Kristiani lainnya.

Baca Juga:

Sebagai Orang Surabaya, Saya Pikir Jalanan Medan Sudah Paling Barbar, Ternyata Jalan Jamin Ginting Jalur Karo Lebih Tidak Beradab

Pengalaman Saya Berkunjung ke Medan Nggak Sesuai dengan Ekspektasi, Benar-benar Bikin Kaget!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2021 oleh

Tags: Medanuwak
Kristiani

Kristiani

Lahir di Jawa, Besar di Sumatera.

ArtikelTerkait

Nonton Film Horor di Mall Mati Pengalaman Unik di Mall Hermes Place Polonia Medan

Nonton Film Horor di Mall “Mati”: Pengalaman Unik di Mall Hermes Place Polonia Medan

3 November 2025
Bus ALS Medan-Jember, Bus dengan Perjalanan Terlama yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Sumatra

Bus ALS Medan-Jember, Bus dengan Rute Perjalanan Terpanjang yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Sumatra

25 Juli 2023
10 Hal yang Bikin Nggak Betah dan Kecewa Selama Tinggal di Medan, Cabut Aja Langsung!

10 Hal yang Bikin Nggak Betah dan Kecewa Selama Tinggal di Medan, Cabut Aja Langsung!

25 Juni 2024
istilah medan yang dianggap aneh di jawa mojok.co

5 Istilah Medan yang Dianggap Nyeleneh di Jawa

26 Juni 2020
Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya Mojok.co

Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya

12 September 2025
Pengalaman Saya Berkunjung ke Medan Nggak Sesuai dengan Ekspektasi, Benar-benar Bikin Kaget!

Pengalaman Saya Berkunjung ke Medan Nggak Sesuai dengan Ekspektasi, Benar-benar Bikin Kaget!

8 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.