Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jangan Melintasi Jalan Weleri-Sukorejo Saat Hujan kalau Nggak Mau Celaka

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
29 Juli 2023
A A
Jangan Melintasi Jalan Weleri-Sukorejo Saat Hujan kalau Nggak Mau Celaka

Jangan Melintasi Jalan Weleri-Sukorejo Saat Hujan kalau Nggak Mau Celaka (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal di Kendal puluhan tahun membuat saya hafal betul seluk-beluk Kota Santri di Jawa Tengah ini. Tak terkecuali kondisi jalan raya penghubung antara Kecamatan Weleri dengan Sukorejo di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Jalan Weleri-Sukorejo ini memang dikenal red flag dengan berbagai bahaya yang kerap mengancam keselamatan pengguna jalan, apalagi saat hujan turun.

Meski bukan satu-satunya jalur yang menghubungkan wilayah Pantura Kendal dan kawasan selatan Sukorejo Kendal, saran saya, jangan lewati jalan ini saat turun hujan. Lebih baik memutar via Boja-Sukorejo.

Bukan tanpa alasan saya berkata demikian, jalan Weleri-Sukorejo ini memang memiliki karakteristik unik dan menantang. Jalur ini memiiki topografi pegunungan dengan banyak tikungan, tebing di sebelah kanan-kiri, dan jurang yang siap longsor. Tentu saja hal ini mengancam keselamatan pengendara yang melintas.

Padahal jalur ini memiliki keindahan alam yang cukup memanjakan mata, lho. Berikut empat ancaman bahaya melintasi jalan Weleri-Sukorejo saat hujan turun.

Jalan Weleri-Sukorejo yang berkabut saat hujan

Salah satu ancaman utama di jalan Weleri-Sukorejo adalah kabut yang kerap muncul di musim hujan, utamanya pada pagi hari atau saat cuaca buruk. Kabut inilah yang dapat menyebabkan penglihatan pengendara terbatas dan kesulitan melihat jalanan serta kendaraan di depannya. Risiko terjadi kecelakaan cukup besar, apalagi jika pengendara kurang andal dalam manuver tikungan.

Kalau terpaksa melewati jalur ini saat hujan turun, saran saya, tingkatkan kewaspadaan. Jangan lupa juga untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti petunjuk keselamatan di sepanjang jalur ini.

Pepohonan yang rawan tumbang

Sepanjang jalan Weleri-Sukorejo, pengendara yang melintas akan melihat pepohonan yang rindang di sekelilingnya. Memang indah sih pemandangannya, tapi kalau cuaca sedang buruk seperti angin kencang atau hujan deras, ada risiko pohon-pohon tersebut tumbang dan jatuh ke jalan.

Pohon yang tumbang dapat menghalangi jalan, merusak kendaraan, dan bahkan membahayakan keselamatan pengendara yang sedang melintas. Makanya pengguna jalan harus tetap waspada apabila nekat melalui jalur ini saat cuaca buruk.

Baca Juga:

Nestapa Tinggal di Kendal: Saat Kemarau Kepanasan, Saat Hujan Kebanjiran

Warga Ngampel Kendal Muak Tersiksa Bertahun-tahun karena Galian Tambang, Sudah Protes tapi Cuma Diberi Janji

Salah seorang teman saya yang mondok di Darul Amanah Sukorejo pernah bercerita saat melintasi jalur ini. Katanya, dia terjebak kemacetan berjam-jam lamanya akibat pohon tumbang di jalur ini.

Potensi longsor yang mengancam

Selain pohon tumbang, risiko terjadi longsor juga mengancam pengendara yang melewati jalan Weleri-Sukorejo ini. Sebab, topografi pegunungan dengan tebing dan jurang di sekitar jalur ini meningkatkan ancaman longsor, utamanya saat turun hujan dengan intensitas tinggi.

Tanah yang longsor dapat menutupi jalan, membuat jalan tak dapat dilalui dan bahkan menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan. Biasanya kalau curah hujan tinggi, saya memilih untuk menunda perjalanan melewati jalur ini.

Longsoran tak hanya terjadi di jalan, ada juga potensi longsor dari tebing curam yang berada di atas sehingga berpotensi mengancam pengendara yang melintas. Makanya pengendara yang melalui jalur ini diimbau untuk selalu berhati-hati memperhatikan kondisi sekitar, utamanya saat musim hujan tiba.

Tambal sulam jalan Weleri-Sukorejo yang serampangan

Tambal sulam yang kurang optimal dan banyak ditemui di sepanjang jalur ini juga menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan. Lubang-lubang di jalan yang ditangani dengan seadanya menyebabkan kerusakan berulang. Hal ini tentu saja berimbas pada pengendara yang melintasi jalan Weleri-Sukorejo. Perbaikan dan pemeliharaan jalan yang baik sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.

Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap pemeliharaan jalan di jalur ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Sebab, jalur ini termasuk bagian penting dalam konektivitas di Kabupaten Kendal. Dengan meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan jalan dan keselamatan pengguna jalan, pasti akan tercipta perjalanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Begitulah kondisi jalan yang menjadi akses penting dari Pantura Kendal menuju wilayah selatan dan sebaliknya. Sayangnya, jalan Weleri-Sukorejo seakan nggak mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten dan pihak-pihak terkait. Tapi yoweslah. Saran saya, jangan lewat jalan Weleri-Sukorejo saat hujan turun, bahaya. Ingat, keluarga menunggu kita di rumah. Salam satu aspal!

Penulis: Fareh Hariyanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jangan Melintasi Jalan Mranggen-Ungaran pada Malam Hari, Mending Muter Jauh ketimbang Celaka!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2023 oleh

Tags: jalan Weleri-SukorejoKabupaten KendalSukorejoweleri
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Perantauan Tinggal di Banyuwangi

ArtikelTerkait

Stasiun Weleri, Stasiun Kecil Penyelamat Wajah Kabupaten Kendal

Stasiun Weleri, Stasiun Kecil Penyelamat Wajah Kabupaten Kendal

23 Mei 2023
Jalan Sukorejo-Parakan, Jalan Paling Berbahaya di Temanggung yang Mengancam Pengendara

Jalan Sukorejo-Parakan, Jalan Paling Berbahaya di Temanggung yang Mengancam Pengendara

9 Februari 2024
Di Kendal Memang Nggak Cocok Diadakan Konser karena Isinya Orang Mabuk, Adu Pukul, terus Ricuh!

Di Kendal Memang Nggak Cocok Ada Konser karena Isinya Orang Mabuk, Adu Pukul, terus Ricuh!

30 Juli 2024
Terminal Bahurekso Kendal, Hidup Segan Mati Tak Mau

Terminal Bahurekso Kendal, Hidup Segan Mati Tak Mau

5 Mei 2023
3 Alasan Orang Kendal Terpaksa Mengaku Asli Semarang di Perantauan

3 Alasan Orang Kendal Terpaksa Mengaku Asli Semarang di Perantauan

25 Januari 2022
Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

17 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.