Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Slamet Riyadi Solo Tidak Seindah Dulu, Sudah Tak Nyaman Dilalui dan Bikin Waswas

Imanuel Joseph Phanata oleh Imanuel Joseph Phanata
18 Oktober 2025
A A
Jalan Slamet Riyadi Solo Tidak Seindah Dulu, Sudah Tak Nyaman Dilalui dan Bikin Waswas

Jalan Slamet Riyadi Solo Tidak Seindah Dulu, Sudah Tak Nyaman Dilalui dan Bikin Waswas (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Buat orang Solo, Jalan Slamet Riyadi itu bukan sekadar jalan raya. Ini jalan paling ikonik di Kota Solo. Bahkan kalau kalian main ke Solo tapi belum lewat sini, rasanya belum sah ke Solo. Ruas jalan satu ini cukup panjang. Di kanan kirinya berjejeran kafe, toko, rumah makan, dan segala jenis tempat nongkrong. Lengkap, deh.

Satu hal yang paling unik dan sering masuk berita dari Jalan Slamet Riyadi ini adalah rel keretanya. Ada rel kereta aktif dan berdampingan langsung dengan kendaraan di sini. Jarang sekali ada kota yang punya pemandangan seperti ini.

ADVERTISEMENT

Saya pribadi adalah orang yang lahir dan ebsar di Solo, jadi saya tahu betul perubahan Jalan Slamet Riyadi Solo dari tahun ke tahun. Dulu, saya sering lewat sini malam hari, sekitar pukul 9-12, sambil mampir makan sate padang di pinggir jalan. Suasana di jalan ini tenang, adem, dan bikin betah orang yang melintas. Tapi itu dulu, sekarang jalan ini sudah sangat berbeda.

Dalam tulisan ini saya ingin bercerita kenapa Jalan Slamet Riyadi Solo yang dulu nyaman sekarang terasa tak seindah dulu. Saya yakin, banyak orang Solo yang merasakan hal serupa.

Jalan Slamet Riyadi Solo jadi arena ugal-ugalan pengendara

Dulu, Jalan Slamet Riyadi itu adem, nyaman, tentram. Orang lewat sini santai. Jarang saya mendengar suara knalpot yang bikin jantung kaget dan berdebar. Tapi sekarang? Beda ceritanya.

Tiap malam, apalagi sekitar jam 10 malam, jalan ini seperti sirkuit drag dadakan. Bukan cuma motor yang ugal-ugalan, tapi mobil juga ikut kebut-kebutan kayak lagi latihan balapan.

Memang dulu juga ada yang kebut-kebutan di jalan ini, tapi biasanya jam 2 pagi dan masih jarang saya temukan. Sekarang, di jam yang masih terhitung ramai pun sudah banyak yang memacu mesin seenaknya. Saya sendiri sudah sering melihatnya, bukan cuma sekali atau dua kali. Makin ke sini makin parah dan memprihatinkan.

Mulai dari tahun lalu saja sudah banyak berita kecelakaan karena kebut-kebutan di Jalan Slamet Riyadi Solo. Dan ternyata tahun ini jumlah laka lantas semakin banyak.

Baca Juga:

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

Sangat disayangkan jalanan yang awalnya dibuat nyaman, adem, dan tenteram, sekarang malah bikin waswas. Bukan karena takut macet, tapi takut jadi korban dari orang-orang yang berpikiran bahwa jalan ini adalah sirkuit drag race.

Banyak pengendara menerobos lampu merah

Sebenarnya kebiasaan menerobos lampu merah ini bukan cuma terjadi di Jalan Slamet Riyadi Solo. Hampir di semua jalanan Kota Solo terjadi hal seperti ini. Tapi entah kenapa di jalan inilah kejadian seperti itu terasa paling sering, bahkan kalau dibiarkan mungkin akan menjadi suatu kebiasaan.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Belakangan ini makin banyak orang yang kayaknya nggak sabar menunggu lampu hijau di Jalan Slamet Riyadi. Seolah-olah lampu merah itu nasib paling sial dalam hidup, sampai rela nekat menerobos meskipun risikonya nyawa.

Biasanya mereka ambil kesempatan waktu jalan lagi sepi. Tapi kan hari sial ngga ada di kalender. Mungkin orang seperti ini mikir, “Ah, jalannya kosong, kok”, terus tancap gas. Eh, siapa tau dari arah kanan ada mobil kenceng. Kalau ketabrak apa ngga sakit?

Jadi terkesan sempit karena kafe yang makan jalan sampai ke trotoar

Jalan Slamet Riyadi Solo memang selalu ramai, apalagi kalau musim liburan. Saya, sebagai warga Solo memaklumkan hal itu. Wajar, namanya juga kota wisata. Tapi yang bikin saya jengkel akhir-akhir ini adalah makin banyak kafe dan coffee shop yang menaruh kursi dan meja sampai ke trotoar.

Saya tahu sekarang di Solo kafe sudah menjamur di mana-mana, apalagi di sepanjang jalan ini. Tapi ya tolong, mikir juga, dong. Trotoar itu kan buat pejalan kaki, bukan buat tempat nongkrong sambil nyeruput kopi. Selain bikin orang susah jalan, pemandangan jalan pun jadi semrawut dan terkesan sempit.

Lama-lama, jalan yang dulunya lega dan rapi ini malah jadi mirip lapak dadakan, penuh kursi, dan motor parkir sembarangan. Pejalan kaki yang lewat sini harus berjalan zig-zag kayak main gim Subway Surfers.

Itulah kenapa Jalan Slamet Riyadi Solo sudah tidak seperti dahulu lagi. Tidak lagi nyaman, aman, dan tentram. Semoga saja ada tindakan tegas seperti polisi yang lebih sering berpatroli dan menindak tegas orang-orang sembrono supaya jalan ini tetap nyaman dilalui.

Penulis: Imanuel Joseph Phanata
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Hal yang Tidak Akan Kita Temui di Sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2025 oleh

Tags: jalan di SoloJalan Slamet Riyadijalan slamet riyadi soloKota Solosolo
Imanuel Joseph Phanata

Imanuel Joseph Phanata

Mahasiswa semester 5 jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok yang hobi menulis di Mojok

ArtikelTerkait

Es Teh Jumbo Tidak Bakal Laku di Solo, kalah Melawan Teh Lokal (Unsplash) es teh solo

Trilogi Kesalahan Es Teh Solo: Kaidah Ginastel yang Dikhianati dan Bikin Esensi Teh Solo Ternoda

23 Agustus 2025
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

25 Juli 2024
Kuliah di UNS Memang Murah, tapi Panas dan Bau Sampah

Kuliah di UNS Memang Murah, tapi Panas dan Bau Sampah

2 Agustus 2024
simpang tujuh joglo

Simpang Tujuh Joglo: Persimpangan Paling Ruwet di Solo

24 Desember 2021
Lagu “Go Go Kota Solo” Alasan Saya Suka Naik KRL Jogja-Solo Mojok.co

Lagu “Go Go Kota Solo” Alasan Saya Suka Naik KRL Jogja-Solo

24 Oktober 2024
Delanggu Klaten, Kecamatan Subur yang Semakin Terlupakan (Foto dari ANTARA)

Delanggu Klaten, Kecamatan Subur dan Potensial yang Seperti Tersisihkan dari Perlintasan Jogja dan Solo

21 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026
5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

6 Juli 2026
Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius Mojok.co

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius

11 Juli 2026
5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing Mojok.co

5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing

8 Juli 2026
Cara Lulus Kuliah Cepat Nggak Sampai 4 Tahun untuk Mahasiswa Jogja, Dijamin Cum Laude!

Jogja Memang dan Akan Selalu Jadi Kota Tujuan Kuliah, Kota Pendidikan yang Sebenarnya

6 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.