Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Raya Purworejo-Salaman, Jalan yang Dituduh Nyeremin dan Nggak Menyenangkan untuk Dilewati, padahal Aman-aman Aja!

Arzha Ali Rahmat oleh Arzha Ali Rahmat
4 September 2024
A A
Jalan Raya Purworejo-Salaman, Jalan yang Dituduh Nyeremin dan Nggak Menyenangkan untuk Dilewati, padahal Aman-aman Aja!

Jalan Raya Purworejo-Salaman, Jalan yang Dituduh Nyeremin dan Nggak Menyenangkan untuk Dilewati, padahal Aman-aman Aja!

Share on FacebookShare on Twitter

Saya bingung kenapa pada benci Jalan Raya Purworejo-Salaman. Emang kenapa sih?

Jalan lagi, jalan lagi. Mungkin banyak orang sudah bosan mendengar cerita soal jalan di Indonesia yang busuk dan nggak layak. Tapi gimana lagi, kenyataannya memang begitu. Dan dengan menceritakan soal jalanan yang busuk siapa tahu pemerintah tergerak hatinya kan? Siapa tahu.

Tapi kali ini saya nggak mau menjelek-jelekan suatu jalan. Malah saya mau cerita soal jalan raya yang sebenarnya nggak jelek-jelek amat, tapi anehnya kok banyak kenalan saya yang nggak terlalu suka sama jalan ini. Jalan yang saya maksud adalah Jalan Raya Purworejo-Salaman.

Hal pertama yang bikin saya bingung ya ini. Padahal jalan ini lebar, halus, nggak rusak, dan bisa dibilang nyaman. Tapi entah mengapa banyak yang masih nggak terlalu suka sama Jalan Raya Purworejo-Salaman.

Bahkan sarana pendukung macam rambu-rambu juga banyak, kok. Kalau dibandingkan jalan lain di sekitar tentunya Jalan Raya Purworejo-Salaman bisa dibilang memadai dan nggak rusak-rusak amat. Ya memang ada beberapa titik yang bisa dibilang cukup rusak dan bergelombang. Tapi nggak banyak dan nggak separah jalan-jalan yang busuk.

Satu hal lagi, karena letaknya yang ada di kabupaten jalan ini juga bebas dari yang namanya lampu lalu lintas dan cegatan polisi. Misalkan ada, lampu lalu lintasnya juga nggak banyak dan nggak bakal bikin kesel gara-gara durasinya yang lama.

Enaknya lagi walau bisa dibilang jadi jalan utama, Jalan Raya Purworejo-Salaman ini tergolong nggak terlalu ramai. Jadi mau gimana pun gayamu bawa kendaraan, kamu tetap bisa nikmatin perjalanan. Mau agak kenceng? Bisa, kan nggak pernah ada macet. Mau santai juga bisa, nggak usah takut diklaksonin orang cuma gara-gara kita pelan.

Di kanan kiri juga banyak SPBU, rumah makan, dan minimarket

Volume kendaraan di Jalan Raya Purworejo-Salaman ini memang tidak seberapa banyak. Tapi kalau berbicara soal sarana prasarana di sekitar sebenarnya jalan ini cukup oke, kok. Di jalan ini kita bisa menemukan beberapa SPBU, kalau tidak salah ada tiga atau dua SPBU di sekitar jalan. Jadi nggak usah takut kehabisan bensin di sini.

Baca Juga:

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

Kalian lelah setelah perjalanan panjang? Nggak usah khawatir. Warung penyetan, angkringan, toko kelontong, musala, masjid, dan minimarket juga bertebaran di mana-mana. Jadi kalau mau sekadar berhenti, makan, atau beli minuman juga gampang.

Takut kendaraan bermasalah gara-gara ban bocor atau kurang angin? Nggak usah takut, tambal ban dan bengkel juga banyak, kok.

Nggak usah takut juga, desa atau area pemukiman juga banyak. Beda sama jalan kabupaten lain yang biasanya sepi dan pemukimannya macam kota mati, justru pemukiman di daerah sekitar jalan ini beda. Walau memang nggak selalu ramai 24 jam tapi pemukiman di sekitar Jalan Raya Purworejo-Salaman bukan pemukiman bukan tipe pemukiman yang langsung sunyi setelah azan isya berkumandang.

Intinya Jalan Raya Purworejo-Salaman bukan jalan yang bikin waswas pengendara, sih. Buat saya jalan ini selayaknya jalan utama atau jalan kabupaten lain yang waras. Lebar, sarana prasarana mendukung, dan nggak bikin was-was di jalan.

Tapi banyak kelokan, turunan, dan penerangannya agak kurang, sih

Namun kalau dipikir-pikir, memang ada beberapa hal yang bikin jalan ini kurang ramah buat semua orang. Apalagi kalau bukan masalah penerangan yang minim, kelokan, dan tanjakan. Yang mana ketiga hal itu sering ditemui di Jalan Raya Purworejo-Salaman.

Kalau soal penerangan, sebenarnya penerangan di jalan ini tergolong kurang tapi nggak parah banget. Di beberapa ruas jalan penerangan yang memadai tetap ada. Apalagi jalan ini juga banyak dikelilingi pemukiman jadi sebenarnya nggak gelap-gelap amat.

Tapi ya ada juga beberapa spot yang memang cukup gelap. Udah gelap kanan-kirinya sawah, kebun, hutan, bukit, sama kali lagi. Kalau orang yang takut gelap ya pasti parno lewat sini. Kadang spot yang minim pencahayaan ini juga dibarengi sama tanjakan sama turunan, gila.

Nah, tanjakan dan turunan ini mungkin juga jadi tantangan tersendiri. Di siang hari saja kadang butuh sedikit effort untuk melewatinya, apalagi di malam hari yang gelap. Belum lagi kalau musim hujan, lebih repot. Kalian harus berkutat dengan jalan licin, turunan yang cukup panjang, dan kelokan yang cukup menyudut. Kalau nggak biasa lewat Jalan Raya Purworejo-Salaman memang cukup merepotkan, sih.

Jadi, berani lewat Jalan Raya Purworejo-Salaman nggak?

Cuma posisi jalan ini kan memang ada di daerah perbukitan dan pegunungan. Jadi menurut saya hal-hal tersebut wajar. Selama kita taat peraturan dan berkendara dengan tenang rintangan-rintangan yang ada bisa dilewati. Toh jalan ini nggak seekstrem jalan lain macam Jalan Raya Prembun-Wadaslintang yang gelapnya menyeluruh dan hampir nggak ada kehidupannya.

Kalau menurut saya Jalan Raya Purworejo-Salaman sih masih terbilang oke. Memang cukup gelap, tapi nggak gelap gulita juga, masih ada lampunya. Jalan ini juga lebar, anti macet, dan banyak warung di sekitar.

Tapi buat kalian yang biasa sama jalan terang atau jalan rata mungkin agak kagok lewat jalan ini. Wajar sih, kan nggak familiar. Cuma ya jalan ini terbilang oke. Nggak ada hal yang terlalu jelek sampai membuat jalan ini sangat-sangat buruk. Kalau mau ke Purworejo, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, atau Semarang lewat jalan ini aja. Saya jamin aman kok.

Penulis: Arzha Ali Rahmat
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan Daendels, Jalan Penghubung Yogyakarta-Purworejo yang Mirip Simulasi Neraka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 September 2024 oleh

Tags: jalan raya purworejo-salamanPurworejo
Arzha Ali Rahmat

Arzha Ali Rahmat

Lulusan Sastra Indonesia yang lebih suka mengikuti intuisi daripada sekadar teori. Menulis baginya adalah sebuah kebebasan

ArtikelTerkait

Purworejo, Tempat Ideal bagi para Introvert yang Mendambakan Ketenangan Hidup

Purworejo, Tempat Ideal bagi para Introvert yang Mendambakan Ketenangan Hidup

22 Februari 2024
Mengenal Dolalak, Kesenian Khas Purworejo yang Lagi Hype di Tiktok terminal mojok

Mengenal Dolalak, Kesenian Khas Purworejo yang Lagi Hype di TikTok

29 Mei 2023
Usaha Kebumen Lepas dari Status Kabupaten Termiskin (Unsplash) purworejo

Mencoba Menyelesaikan Perdebatan Mana yang Lebih Maju, Kebumen atau Purworejo

24 Februari 2025
Jalan Daendels dan Jalan Anyer-Panarukan: Sama-sama Dibangun oleh Daendels, tapi dengan Tujuan yang Berbeda, dan Orang yang Berbeda Pula

Jalan Daendels dan Jalan Anyer-Panarukan: Sama-sama Dibangun oleh Daendels, tapi dengan Tujuan yang Berbeda, dan Orang yang Berbeda Pula

1 Maret 2024
Purworejo: Kabupaten dengan Hari Jadi yang Labil dan Stasiun Kereta Mati Suri

Purworejo: Kabupaten dengan Hari Jadi yang Labil dan Stasiun Kereta Mati Suri

2 April 2024
Kabupaten Purworejo, Kabupaten Tak Dianggap padahal Jasanya Besar dan Surganya para Introvert

Kabupaten Purworejo, Kabupaten Tak Dianggap padahal Jasanya Besar dan Surganya para Introvert

3 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Sejak 2020 Hingga Kini, Honda Beat Deluxe Merah-Hitam Jadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan dalam Membangun Bisnis Warung Madura

20 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.