Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Pancasila Kota Tegal Nggak Seindah Gambaran di Instagram

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
5 Mei 2024
A A
3 Hal di Jalan Pancasila Kota Tegal yang Seharusnya Diperbaiki, Pengunjung Pasti akan Lebih Nyaman dan Aman Mojok.co

3 Hal di Jalan Pancasila Kota Tegal yang Seharusnya Diperbaiki, Pengunjung Pasti akan Lebih Nyaman dan Aman (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan Pancasila Kota Tegal seharusnya berbenah diri agar pengunjung semakin nyaman dan aman.

Beberapa bulan yang lalu, saya dan kawan-kawan berkunjung ke salah satu kota yang berada di pesisir utara Jawa. Ya, Kota Tegal namanya. Sebenarnya, saya tidak memiliki niatan untuk berkunjung ke kota itu. Namun, atas rekomendasi beberapa kawan dan sedikit paksaan, saya pun mengiyakan ajakan tersebut. Namanya aja sopir, tidak ada kata lain selain nurut. Kami tiba di Alun-Alun Tegal sekitar pukul 19.15 malam. Setelah memarkirkan mobil, saya dan kawan-kawan beranjak untuk melaksanakan salat isya terlebih dahulu.

Sembari menunggu kawan yang belum selesai salat, saya putuskan untuk duduk di tepi Alun-alun Kota Tegal atau tepat di seberang Masjid Agung. Awalnya, saya hendak menuju area tengah alun-alun. Namun, rencana saya pupus lantaran pengunjung tidak diperbolehkan untuk memasuki area tengah alun-alun. Setelah memandangi lalu-lalang di depan Masjid Agung Kota Tegal cukup lama, akhirnya kami beranjak pergi. Kami berdelapan menuju ke salah satu jalan yang sering muncul di laman pencarian akun Instagram saya, yaitu Jalan Pancasila Kota Tegal

Seusai mengunjungi Jalan Pancasila di Kota Tegal, saya semakin percaya dengan pernyataan yang mengatakan jika apa yang dilihat di layar tak selamanya indah. Di samping gemerlap malam, pasti ada bayang-bayang yang menghantui. Bayang-bayang yang menjelma sisi gelap. Lantas, apa saja sisi gelap dari jalan yang sering dijadikan spot foto para kaum muda di Kota Tegal ini?

Banyak PKL membuka lapak di trotoar Jalan Pancasila Kota Tegal 

Saya tidak tahu menahu mengenai regulasi PKL di Jalan Pancasila Kota Tegal ini. Namun, yang perlu saya dan kalian ketahui, berjualan di trotoar jalan itu sangat mengganggu pejalan kaki. Padahal esensi trotoar di belahan dunia manapun diperuntukan kepentingan pejalan kaki. Nggak ada ceritanya trotoar dibangun untuk pedagang kaki lima. 

Terkadang saya bertanya-tanya dalam hati, apakah saya sudah kehilangan sisi humanis lantaran benci dengan para PKL yang sedang mencari nafkah? Tentu tidak. Jika para PKL tidak menggunakan keseluruhan trotoar untuk lapak jualannya tentu saya tidak akan sedongkol ini.

Bayangkan saja, selama berjalan kaki dari sisi paling barat Jalan Pancasila hingga Stasiun Kota Tegal di sebelah timur, saya hanya bisa fokus dengan trotoar jalan saja.  Ya mau gimana lagi? Jika lengah sedikit, saya bisa menginjak lapak pedagang yang sudah digelar. Akhirnya, saya tidak bisa fokus menikmati keindahan di sepanjang Jalan Pancasila Kota Tegal yang penuh dengan gemerlap lampu ini.

Sedikit gambaran, trotoar di Jalan Pancasila sangatlah lebar. Bahkan, lebih lebar dari trotoar pada umumnya. Kondisi trotoar yang lebar malah dimanfaatkan oleh para PKL untuk menggelar lapaknya. Parahnya para PKL menggelar lapak di sisi kiri dan kanan trotoar. 

Baca Juga:

3 Alasan Soto Tegal Susah Disukai Pendatang

4 Alasan Kamu Wajib Coba River Tubing di Kebumen yang Sungainya Masih Bersih 

Dengan kata lain, ruang untuk pejalan kaki sangatlah sempit. Kalau kalian melintasi trotoar di sepanjang Jalan Pancasila sudah seperti model yang sedang jalan lemah gemulai di atas catwalk saja. Rasanya ada puluhan mata yang sedang memandang setiap gerak langkah kalian. Canggung tenan, Lur!

Pengunjung yang mengendarai sepeda listrik dengan serampangan

Sisi gelap lain dari Jalan Pancasila Kota Tegal adalah banyaknya pengunjung yang menyewa sepeda listrik. Bukan hanya orang dewasa saja yang mengendarainya, anak kecil pun diperbolehkan. Bukankah sangat berbahaya?

Parahnya, mereka mengendarai sepeda listrik tersebut dengan ugal-ugalan. Para pengendara ini melewati jalan-jalan yang ramai dilalui oleh motor dan motor. Beberapa kali saya melihat pengendara motor dan mobil yang berhenti mendadak karena pengguna sepeda listrik ini. Asal tahu saja, lampu sepeda listrik yang kurang terang, orang lain menjadi kurang awas kalau ada sepeda listrik yang melintas. Bener-bener jeli, Sedulur!

Jasa foto yang mengecewakan  

Beberapa kawan perempuan mengajak saya untuk menyewa jasa tukang foto untuk mengabadikan momen di Taman Pancasila. Saya awalnya menolak, lantaran menurut saya foto menggunakan kamera ponsel saja sudah cukup. Tapi, akhirnya saya mengalah dan menyetujui ajakan itu. Setelah negosiasi harga dengan salah satu jasa foto, kami pun sepakat dengan harga yang ditawarkan.

Sialnya, kami mendapat jasa foto yang kurang profesional. Setelah beberapa kali jepretan, fotografer langsung menyerahkan hasilnya. Sayangnya, foto yang dia pilih adalah hasil jepretan yang menurut saya dan teman-teman buruk. Momentum itu benar menguji kesabaran kami. 

Sebenarnya Jalan Pancasila Kota Tegal yang ikonik itu indah dan nyaman apabila tiga hal mengecewakan di atas diperbaiki. Saya yakin akan semakin banyak pengunjung tertarik berkunjung ke sana. Syukur-syukur jalan ini bisa disulap jadi seperti Jalan Malioboro Jogja yang legendaris itu. 

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pengalaman Buruk di Alun-Alun Pemalang Bikin Kapok ke Sana Lagi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2024 oleh

Tags: ikon TegalJalan PancasilaJalan Pancasila Kota Tegalkota tegaltegal
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

3 Oleh-oleh Khas Tegal yang Tidak Boleh Kalian Lewatkan Mojok.co

3 Oleh-oleh Khas Tegal yang Tidak Boleh Kalian Lewatkan

17 November 2024
Gang Trisanja 16, Gang Mewah yang Jadi Antitesis UMK Kabupaten Tegal 

Wali Kota Tegal, Wali Kota yang Amat Sangat Dicintai Warganya, Bener kan, Lur?

19 Maret 2024
Tegal Tempat Merantau Paling Cocok untuk Orang Jogja, Banyak Kemiripannya! Mojok.co

Tegal Tempat Merantau Paling Cocok untuk Orang Jogja, Banyak Kemiripannya!

2 Agustus 2024
5 Cara Pengurus Pesantren Membangunkan Santri (Visual Karsa, unspalsh.com) dukuh babakan

Dukuh Babakan Lebaksiu Tegal: Sejarah Ki Gede Sebayu dan Kisah tentang Agresi Militer Belanda

4 Juli 2023
Desa Kedung Wedus Kabupaten Tegal: Dulu Dikenal sebagai Sarangnya Maling, Menggandeng TNI sebagai Solusi

Desa Kedung Wedus Kabupaten Tegal: Dulu Dikenal sebagai Sarangnya Maling, Menggandeng TNI sebagai Solusi

19 Juni 2024
Indomaret OW Guci Pantas Dinobatkan Jadi yang Terbaik di Tegal karena Pemandangan dan Fasilitasnya Mojok.co

Indomaret OW Guci Pantas Dinobatkan Jadi yang Terbaik di Tegal karena Pemandangan dan Fasilitasnya

9 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.